Kedai Djakal Magetan Dibobol Maling, Uang Penjualan Senilai Rp. 4 Juta Raib
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- visibility 43
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Aksi pembobolan kembali terjadi di wilayah Kota Magetan. Kali ini, sasaran pelaku adalah Kedai Djakal yang berlokasi di Jalan Kalimantan, Kelurahan Kepolorejo, pada Selasa (13/1/2026) dini hari. Kejadian tersebut baru diketahui oleh Adindi, karyawan kedai yang masuk kerja pada shift pagi.
Dirinya mendapati kondisi mencurigakan ketika tiba di tempat kerja sekitar pukul 10.00 WIB. Ia melihat jendela kedai sudah dalam keadaan terbuka.
Menurut Adindi, ia langsung mengambil kunci untuk memastikan kondisi di dalam kedai. Setelah pintu dibuka, gudang dan loker kasir ditemukan tidak lagi dalam posisi terkunci.
“Begitu saya sampai, jendelanya sudah tidak tertutup. Waktu saya cek ke dalam, gudang dan loker kasir ternyata sudah kebuka semuanya,” tuturnya.
Kecurigaan semakin kuat ketika jaringan Wi-Fi kedai tidak dapat tersambung, sehingga akses CCTV via ponsel terputus. Ia juga mendapati kulkas dan freezer dalam keadaan mati. Setelah ditelusuri, seluruh saklar listrik di bagian depan kedai rupanya sengaja dimatikan oleh pelaku.

“Yang diambil itu uang penjualan sama catatan uang anak-anak. Totalnya kira-kira antara tiga setengah sampai empat juta rupiah,” jelasnya.
Pembobolan diperkirakan terjadi dalam rentang waktu pukul 01.00–02.00 WIB, saat kedai telah tutup. Sehari sebelumnya, Kedai Djakal memang tidak beroperasi melayani pembeli dan hanya fokus pada aktivitas bersih-bersih hingga sore.
Ilham Kurniawan, pemilik Kedai Djakal, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah melaporkan insiden ini kepada kepolisian. Ia juga mengungkap bahwa kedainya pernah mengalami kehilangan pada waktu berbeda.
“Beberapa waktu lalu tabung gas di bagian depan pernah hilang. Sekarang uang penjualannya yang diambil,” ujar Ilham. Ia berharap kepolisian segera menemukan pelaku dan kejadian serupa tidak kembali menimpa usahanya.(Nan/Krs).
- Penulis: Kusnanto


