Ngaku dari Dubai, Dua WNA Diduga Gasak Rp5 Juta dari Laci Kasir Toko di Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Aksi dugaan pencurian dengan modus menukarkan uang kembali terjadi di Kabupaten Ponorogo. Kali ini korbannya adalah sebuah toko pertanian di Desa Kemuning, Kecamatan Sambit. Dua warga negara asing (WNA) diduga berhasil menggasak uang sekitar Rp5 juta dari laci kasir dengan memanfaatkan kelengahan penjaga toko.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Kedua pelaku datang menggunakan mobil Daihatsu Ayla berwarna silver dan masuk ke toko dengan alasan hendak menukarkan uang pecahan Rp100 ribu menjadi pecahan Rp50 ribu.
Muhammad Hamim, penjaga toko, mengatakan saat itu satu pelaku berada di luar toko, sedangkan seorang lainnya mendekati meja kasir. Pelaku yang berada di dalam toko kemudian terus mengajak berbicara dan melontarkan berbagai pertanyaan menggunakan bahasa campuran yang sulit dipahami.
“Awalnya minta tukar uang seratus ribu menjadi pecahan lima puluh ribu. Satu orang di luar dan satu lagi di dekat kasir. Dia terus mengajak bicara dan bertanya-tanya dengan bahasa campuran sehingga saya bingung dan tidak fokus,” ujar Hamim.
Di tengah percakapan tersebut, pelaku diduga mengambil uang yang berada di dalam laci kasir. Hamim mengaku baru menyadari uang di laci berkurang setelah kedua pria asing tersebut meninggalkan lokasi.
“Setelah mereka pergi baru saya sadar uang di laci kasir berkurang. Kalau dihitung total kerugiannya sekitar lima juta rupiah. Mereka sempat mengaku berasal dari Dubai,” tambahnya.
Kasus ini menambah daftar aksi serupa yang terjadi di Ponorogo dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, dua pria WNA juga diduga melakukan modus yang sama di sebuah toko perabotan rumah tangga di Kelurahan Banyudono, Kecamatan Ponorogo. Dalam kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp300 ribu.
Babinsa Desa Kemuning, Serda Habibi, mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha untuk lebih waspada terhadap modus kejahatan yang memanfaatkan kelengahan korban saat bertransaksi.
“Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat melayani orang yang tidak dikenal, terutama jika ada tindakan yang mengalihkan perhatian. Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat setempat atau kepolisian,” katanya.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polsek Sambit. Polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri identitas kedua pelaku. Aparat juga mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara kejadian di Sambit dengan kasus serupa yang sebelumnya terjadi di wilayah Kota Ponorogo. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





