Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Angka Dispensasi Kawin Remaja di Magetan Capai 68 Kasus Sepanjang 2025, Mayoritas Hamil di Luar Nikah

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 407
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
ilustrasi dispensasi nikah, Foto : Ilustrasi

Sinergia | Magetan – Tingkat perilaku seks bebas di kalangan remaja Kabupaten Magetan masih terbilang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, Pengadilan Agama (PA) Magetan menerima sedikitnya 68 permohonan dispensasi kawin. Ironisnya hal itu dikarenakan kehamilan di luar nikah maupun tertangkap berhubungan badan oleh keluarga atau warga.

Menurut Hakim Pengadilan Agama Magetan, Sunyoto dari 68 perkara yang masuk, Pengadilan Agama mengabulkan 63 permohonan. Sementara itu, tiga perkara dicabut oleh pihak pemohon, dan dua perkara dinyatakan gugur karena pemohon tidak menghadiri sidang.

Menurut Sunyoto, hampir semua perkara berakar dari kehamilan sebelum menikah, dan sisanya dipicu pengakuan hubungan badan maupun tertangkap basah saat melakukannya. “Biasanya yang tidak sampai hamil itu mengaku ke orang tua atau ketahuan, sehingga kemudian diminta menikah sebagai bentuk tanggung jawab,” ujarnya.

PA Magetan juga merinci latar belakang pendidikan para pemohon. Remaja dengan tingkat pendidikan SMP mendominasi dengan 48 pemohon. Disusul lulusan SD sebanyak 13 pemohon, dan jenjang SMA enam pemohon.

Jika ditinjau dari pekerjaan, sebanyak 53 pemohon tercatat belum bekerja, sedangkan 15 lainnya bekerja di sektor swasta. Terdapat pula satu pemohon yang berusia di bawah 15 tahun, sementara sisanya berada di rentang usia 15 hingga 18 tahun.

Sunyoto menjelaskan bahwa dalam banyak kasus yang tidak melibatkan kehamilan, pihak pengadilan justru mendorong remaja untuk menyelesaikan sekolah terlebih dahulu. “Kami biasanya menganjurkan mereka tetap melanjutkan pendidikan jika tidak sedang hamil. Menikah itu banyak kewajibannya dan perlu kesiapan yang matang,” tegasnya.

Selain menekankan pentingnya tanggung jawab, PA Magetan juga berharap edukasi ini mampu membuka wawasan remaja. Terlebih, perkawinan dini bukanlah keputusan sederhana bila dilakukan tanpa kesiapan fisik maupun mental.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Jadi ke-457, Bupati Madiun Ajak Seluruh Elemen Satukan Langkah Bangun Daerah

    Peringati Hari Jadi ke-457, Bupati Madiun Ajak Seluruh Elemen Satukan Langkah Bangun Daerah

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-457 di Pendopo Ronggo Djoemeno, Kecamatan Mejayan, Jumat (18/07/2025). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan dari seluruh kecamatan. Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momen ini, menurutnya, […]

    Bagikan
  • Presiden ke-6 RI SBY Ajak Mahasiswa UNESA Jadi Generasi Solutif dan Beretika

    Presiden ke-6 RI SBY Ajak Mahasiswa UNESA Jadi Generasi Solutif dan Beretika

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kampus 5 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Magetan mendapat kehormatan atas kehadiran Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang memberikan kuliah umum bertema “Menjadi Bagian dari Solusi dan Kemajuan Bangsa”, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UNESA, Nurhasan, jajaran pimpinan universitas, mahasiswa, serta sejumlah tamu undangan. Dalam pemaparannya, […]

    Bagikan
  • Dua Anak Tewas Usai Mobil Sayur Tabrak Kerumunan Balap Liar di Magetan

    Dua Anak Tewas Usai Mobil Sayur Tabrak Kerumunan Balap Liar di Magetan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Aksi balap liar kembali memakan korban. Sebuah mobil pick up bermuatan sayur menabrak kerumunan, diduga penonton balapan liar di Jalan Raya Kawedanan, Desa Selorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Sabtu (14/1/2026) dini hari. Dua anak tewas, sementara lima lainnya dilarikan ke RSUD dr. Sayidiman Magetan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, […]

    Bagikan
  • 4 Kios di Pasar Burung Njoyo Kebakaran, Polisi Selidiki Penyebabnya Play Button

    4 Kios di Pasar Burung Njoyo Kebakaran, Polisi Selidiki Penyebabnya

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah kios di Pasar Burung Srijaya atau biasa dikenal Pasar Njoyo terbakar pada Senin (27/01/2026) malam. Upaya pemadaman oleh petugas Satpol PP dan Damkar Kota Madiun mengerahkan 3 unit mobil pemadam kebakaran dengan dibantu 1 unit mobil tangki air dari BPBD Kota Madiun. Kobaran api cepat membesar lantaran banyak sangkar maupun […]

    Bagikan
  • Marak Isu Beras Premium Oplosasn, Produsen Beras di Madiun Pilih Hentikan Produksi

    Marak Isu Beras Premium Oplosasn, Produsen Beras di Madiun Pilih Hentikan Produksi

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di tengah maraknya isu peredaran beras premium oplosan, CV Martindo Rice Indonesia memutuskan menghentikan sementara produksi beras merek Bulan Emas, Palur, dan Palur Ping. Kebijakan ini berlaku sejak 4 Agustus 2025 dan belum ditentukan batas waktunya. Keputusan tersebut disampaikan manajemen melalui surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh konsumen dan distributor. […]

    Bagikan
  • Longsor dan Banjir di Balong, TNI-Polri Bangun Jembatan Darurat untuk Warga

    Longsor dan Banjir di Balong, TNI-Polri Bangun Jembatan Darurat untuk Warga

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Banjir dan tanah longsor yang menerjang Dukuh Kates, Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, mengakibatkan akses jalan warga terputus setelah jembatan penghubung hanyut diterjang arus sungai. Untuk memulihkan akses, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan warga setempat bergotong royong membangun jembatan darurat dari sesek bambu, Sabtu (23/5/2026). Selain membangun jembatan […]

    Bagikan
expand_less