Berita Terkini
Trending Tags

Ketimpangan Distribusi Program MBG di Magetan, Perluasan Sasaran Belum Diiringi Pemerataan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 239
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di magetan. Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai mencakup guru dan tenaga kependidikan sejak Januari 2026 membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan pelaku pendidikan. Namun, pelaksanaan di Kabupaten Magetan justru memunculkan ironi. Ketika kelompok penerima manfaat bertambah, ribuan siswa di sejumlah wilayah masih belum merasakan program MBG sejak pertama kali digulirkan.

Program tersebut memiliki landasan jelas melalui Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang memasukkan guru dan tenaga kependidikan sebagai penerima MBG. Meski demikian, implementasinya di lapangan belum menunjukkan pemerataan. Ketimpangan antar sekolah semakin tampak, terutama antara wilayah perkotaan dan kecamatan pinggiran.

SMP Negeri 1 Parang menjadi salah satu sekolah yang telah menikmati distribusi MBG secara rutin. Kepala SMPN 1 Parang, Suparno, menuturkan bahwa pihaknya menerima sekitar 700 porsi setiap hari yang dialokasikan untuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

“Untuk para guru, program ini baru berjalan beberapa hari terakhir. Sementara untuk siswa, bantuan sudah diterima sejak tahun sebelumnya,” jelas Suparno.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa mekanisme distribusi MBG di sebagian sekolah telah berjalan stabil dan tepat sasaran.

Berbeda dengan Parang, sejumlah sekolah di Kecamatan Lembeyan masih sepenuhnya belum menerima distribusi MBG, meskipun program telah berjalan lebih dari setahun. Situasi tersebut memicu kecemburuan sosial di kalangan orang tua dan siswa.

Misri, salah seorang wali murid di Lembeyan, mengungkapkan kebingungan anaknya yang melihat sekolah lain sudah menikmati MBG.

“Anak saya sering bertanya kapan sekolahnya dapat jatah MBG. Ia tahu sekolah lain sudah menerima dari tahun lalu, tapi di sini belum pernah sekalipun,” keluhnya.

Image Not Found
Program MBG di Magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Menurut warga, persoalan ini bukan sekadar keterlambatan, tetapi menunjukkan sistem distribusi yang belum dibenahi secara menyeluruh. Lokasi sekolah dan kesiapan wilayah dinilai lebih menentukan daripada prinsip pemerataan sebagai program nasional.

Keluhan serupa datang dari orang tua lainnya yang menilai perluasan sasaran MBG justru berpotensi menggeser fokus program, jika siswa sebagai penerima utama masih belum terlayani sepenuhnya.

“Kalau masih ada anak sekolah yang tidak tersentuh program, perluasan ke kelompok baru terasa tidak adil. Tujuan awalnya untuk memenuhi gizi anak-anak, tapi pelaksanaannya tidak mencerminkan itu,” ujar seorang wali murid dengan nada kecewa.

Kondisi di Magetan memperlihatkan bahwa perluasan MBG belum disertai audit kesiapan daerah, baik dari aspek rantai pasok, anggaran, maupun kapasitas pelaksana di tingkat bawah. Tanpa evaluasi yang komprehensif, program yang dirancang sebagai pemenuhan gizi anak sekolah ini justru berisiko menciptakan ketimpangan baru.

Aktivis pendidikan maupun orang tua siswa mendesak pemerintah daerah segera melakukan penataan ulang distribusi agar tujuan program tidak makin menjauh dari realitas lapangan. Program MBG diharapkan tidak hanya diperluas, tetapi juga dipastikan merata dan tepat sasaran. (Kus/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jawaban Bupati Madiun Atas PU Fraksi DPRD Soal RPJMD 2025–2029, Fokus Investasi dan Pemberdayaan UMKM

    Jawaban Bupati Madiun Atas PU Fraksi DPRD Soal RPJMD 2025–2029, Fokus Investasi dan Pemberdayaan UMKM

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun kembali menggelar rapat paripurna pada Kamis (26/06/2025). Agenda utama rapat kali ini adalah mendengarkan jawaban dari Bupati Madiun Hari Wuryanto terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Madiun tahun […]

    Bagikan
  • Warga Binaan Kasus Narkoba Gelar Pernikahan di Dalam Lapas Kelas 1 Madiun

    Warga Binaan Kasus Narkoba Gelar Pernikahan di Dalam Lapas Kelas 1 Madiun

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Beredar foto pernikahan di Lapas Kelas I Madiun Jawa Timur. Dalam foto itu tampak mempelai pria berjas hitam adalah warga binaan (Wabin) kasus narkoba berinisial CL berasal dari Nganjuk.  Informasi dari sumber yang terpercaya, CL sebelumnya merupakan wabin di lapas Magetan kemudian dipindahkan ke Lapas Kelas I Madiun. CL melangsungkan […]

    Bagikan
  • Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global, Omzet Puluhan Juta per Bulan photo_camera 4

    Kerajinan Kulit Ecoprint Asal Magetan Tembus Pasar Global, Omzet Puluhan Juta per Bulan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 678
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan tak hanya dikenal dengan panorama alamnya, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor industri kreatif. Salah satunya datang dari kerajinan kulit bermotif ecoprint yang kini mulai mencuri perhatian pasar nasional hingga internasional. Teknik ecoprint yang lazim diterapkan pada kain, di tangan pengrajin Magetan justru dikembangkan pada media kulit sapi […]

    Bagikan
  • Bea Cukai Madiun Gagalkan Penyelundupan 1,5 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ngawi–Kertosono

    Bea Cukai Madiun Gagalkan Penyelundupan 1,5 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ngawi–Kertosono

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Upaya peredaran rokok ilegal kembali digagalkan oleh Kantor Bea dan Cukai Madiun. Sebanyak 1,5 juta batang rokok tanpa pita cukai berhasil diamankan dari sebuah truk yang melintas di Jalan Tol Ngawi–Kertosono, tepatnya KM 610 wilayah Balerejo, Kabupaten Madiun, pada Minggu (21/10/2025). Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madiun, […]

    Bagikan
  • Ini Kesan Jenderal (Purn) TNI Andika Perkasa Soal Perkembangan Kota Madiun

    Ini Kesan Jenderal (Purn) TNI Andika Perkasa Soal Perkembangan Kota Madiun

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dibawah kepemimpinan Wali Kota Madiun, Maidi serta Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun kini Kota Madiun terus bersolek. Pembangunan demi pembangunan kian menarik masyarakat, tak terkecuali mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) TNI Andika Perkasa. Bersama sang istri, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono sempat berkunjung menikmati suasana Kota Pendekar. Menurut […]

    Bagikan
  • Embung Pendem Hadirkan Wahana Baru Perahu Kano, Magnet Wisata Baru di Magetan

    Embung Pendem Hadirkan Wahana Baru Perahu Kano, Magnet Wisata Baru di Magetan

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Embung Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Ngariboyo, kini tak hanya menjadi tempat wisata alam, tetapi juga menawarkan pengalaman baru dengan kehadiran wahana perahu kano. Fasilitas tersebut resmi diperkenalkan oleh Camat Ngariboyo dan langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ketua BUMDes Desa Pendem, Rony Pati, menyampaikan bahwa inovasi ini dihadirkan untuk menambah […]

    Bagikan
expand_less