Berita Terkini
Trending Tags

Belasan Tahun Diisolasi, Dua ODGJ di Jambon Dirujuk ke RSJ Menur

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 253
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Majid di evakuasi petugas menuju ke RSJ Menur Surabaya. Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Belasan tahun hidup di balik jeruji besi akhirnya berakhir bagi dua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Dua warga yang selama ini diisolasi oleh keluarga karena alasan keselamatan kini telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya, untuk menjalani perawatan lanjutan.

Pengalaman pahit selama bertahun-tahun itu diceritakan Katemi (70), ibu dari Majid (46). Ia mengaku tidak sepenuhnya memahami penyebab awal anaknya harus dikurung, namun kondisi Majid yang kerap tidak terkendali membuat keluarga berada dalam situasi terancam.

“Awalnya kenapa sampai dikerangkeng saya juga tidak tahu pasti. Namanya orang tua, sering keluar rumah dan sering mengamuk ke keluarga,” tutur Katemi.

Katemi menyebut, perilaku Majid sempat membahayakan orang-orang terdekatnya. Kekerasan fisik pernah dialami beberapa anggota keluarga, termasuk dirinya.

“Yang paling parah, bapaknya pernah diinjak, menantu dijambak, dan saya sendiri dipukul di bagian kepala,” ungkapnya.

Sejak 2013, keluarga akhirnya mengambil keputusan berat dengan mengisolasi Majid. Meski demikian, Katemi mengaku telah mengikhlaskan semuanya dan berharap anaknya bisa kembali pulih.

“Sekarang Majid sudah dibawa, semoga lekas sembuh. Kalau nanti sudah sehat, semuanya kami serahkan kepada Allah,” ujarnya.

Katemi juga mengungkapkan bahwa Majid sebelumnya sempat dua kali mendapatkan perawatan di RSJ Solo pada tahun yang sama sebelum akhirnya dikurung oleh keluarga.

Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Jambon, Agus Prayitno, menjelaskan bahwa pelepasan dua ODGJ tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor di wilayah setempat.

“Saat ini kami berhasil mengevakuasi pasien yang selama kurang lebih 15 tahun diisolasi oleh keluarga,” kata Agus, Selasa (3/2/2026).

Image Not Found
Suhananto berpamitan dengan keluarga menuju RSJ Menur. Foto : Ega-Sinergia

Agus menegaskan, pengurungan dilakukan keluarga bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan yang ada, kedua pasien memiliki riwayat kekerasan dan pernah melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga.

“Dari riwayatnya, kedua pasien pernah melakukan tindakan kekerasan. Demi keamanan dan meminimalkan risiko, keluarga akhirnya memilih mengisolasi,” jelasnya.

Proses evakuasi, lanjut Agus, melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan dan desa, hingga Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Kami bekerja sama lintas sektor. Dua pasien yang berhasil dilepas masing-masing atas nama Majid, warga Dukuh Pondok, dan Suhananto, warga Dukuh Janti, Desa Sendang, Kecamatan Jambon,” terangnya.

Kedua pasien kemudian dirujuk ke RSJ Menur Surabaya untuk menjalani perawatan medis. Agus memperkirakan masa perawatan berlangsung sekitar tiga bulan, dilanjutkan dengan rehabilitasi selama kurang lebih enam bulan di sejumlah fasilitas rehabilitasi.

“Pengobatan sebenarnya sudah berjalan, tapi sering terkendala karena pasien tidak rutin minum obat sehingga kondisi mentalnya tidak stabil,” tambahnya.

Ia juga menyebut, jumlah kasus pasung di Kecamatan Jambon terus mengalami penurunan. Dari tujuh kasus pada 2014, kini hanya tersisa dua dan seluruhnya telah berhasil dilepas.

Sementara itu, Kepala Desa Sendang, Taufiq Qurrohman, membenarkan bahwa dua ODGJ yang dievakuasi selama ini diisolasi di dua wilayah berbeda, yakni Dukuh Pondok dan Dukuh Janti.

“Ada dua warga yang diisolasi, masing-masing di Dukuh Pondok dan Dukuh Janti. Usia keduanya masih tergolong muda,” kata Taufiq.

Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam proses evakuasi tersebut dan berharap pengobatan di RSJ Menur dapat membawa perubahan positif bagi kedua warganya.

“Kami berharap setelah menjalani pengobatan, kondisi keduanya bisa membaik dan kembali normal,” ujarnya.

Menurut Taufiq, kedua ODGJ tersebut telah hidup dalam keterbatasan selama hampir 20 tahun. Meski diisolasi, pemerintah desa bersama Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan, termasuk pengawasan konsumsi obat.

“Karena sempat membahayakan orang tua dan lingkungan sekitar, isolasi menjadi pilihan terakhir. Namun pemantauan dari desa dan Dinkes tetap dilakukan,” pungkasnya.(ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDAM Tidak Akan Hidup Tanpa Dukungan, Pelanggan, Masyarakat dan Aparat Hukum

    PDAM Tidak Akan Hidup Tanpa Dukungan, Pelanggan, Masyarakat dan Aparat Hukum

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Direktur Utama PDAM Kabupaten Madiun, Imansyah Novianto mengatakan sebagai bentuk transparansi kinerja, meluncurkan inisiatif “PDAM Kabupaten Madiun Terbuka” yang berisi publikasi laporan kinerja sederhana untuk membangun kepercayaan publik. “Perusahaan ini tidak akan hidup tanpa dukungan pelanggan, masyarakat, pemerintah, dan aparat hukum. Maka keterbukaan dan sinergi jadi kunci untuk kemajuan bersama,” […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Tambah Armada untuk Layanan Balik Gratis Tujuan Jakarta

    Pemkab Madiun Tambah Armada untuk Layanan Balik Gratis Tujuan Jakarta

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun mendapat tambahan armada untuk layanan balik gratis dengan tujuan Jakarta. Tambahan satu unit bus ini berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) salah satu BUMD perbankan Jawa Timur. Kepala Dishub Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengungkapkan bahwa tambahan armada ini merupakan bagian dari upaya […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Targetkan Persetujuan Tata Ruang 2026, Siapkan 3.000 Hektare untuk Kawasan Industri

    Bupati Madiun Targetkan Persetujuan Tata Ruang 2026, Siapkan 3.000 Hektare untuk Kawasan Industri

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pentingnya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan pelaku industri dalam percepatan pengembangan kawasan industri di Kabupaten Madiun. Hal itu disampaikan usai Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 75 Tahun 2025 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025 mengenai Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Madiun 2024–2044 di […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Bakal Rombak Gedung Kesenian Menjadi Depo Arsip

    Pemkot Madiun Bakal Rombak Gedung Kesenian Menjadi Depo Arsip

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan membutuhkan gedung depo arsip. Sebab, keberadaan bangunan tersebut sangat penting untuk tempat penyimpanan arsip statis. Dalam rangka memperingati Hari Kearsipan ke-54 pada Senin (05/05/2025), Wali Kota Madiun, Maidi memerintahkan Dinas terkait untuk segera merealisasikan gedung depo arsip. “Kota Madiun ini peringkat ke-4 […]

    Bagikan
  • Jumlah Rumah Retak di Madiun Bertambah, BPBD Siagakan Tim Reaksi Cepat

    Jumlah Rumah Retak di Madiun Bertambah, BPBD Siagakan Tim Reaksi Cepat

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat retakan tanah di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terus bertambah. Jika sebelumnya hanya enam rumah terdampak, kini jumlahnya meningkat menjadi delapan rumah. Retakan tanah sepanjang sekitar 500 meter itu membentang di Dusun Mendak dan Morosowo membentuk pola menyerupai huruf U. […]

    Bagikan
  • ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga Play Button

    ODGJ di Ponorogo 20 Tahun Dipasung, Evakuasi Sempat Ditolak Keluarga

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kirno (60), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, dipasung oleh keluarganya selama hampir 20 tahun. Kasus ini mencuat ke publik setelah video kondisi Kirno viral di media sosial dan menyita perhatian luas. Sebelum mengalami gangguan jiwa, Kirno diketahui sempat menjalani kehidupan normal. Namun kondisi tersebut […]

    Bagikan
expand_less