Berita Terkini
Trending Tags

Belasan Tahun Diisolasi, Dua ODGJ di Jambon Dirujuk ke RSJ Menur

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 344
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Majid di evakuasi petugas menuju ke RSJ Menur Surabaya. Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Belasan tahun hidup di balik jeruji besi akhirnya berakhir bagi dua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Dua warga yang selama ini diisolasi oleh keluarga karena alasan keselamatan kini telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya, untuk menjalani perawatan lanjutan.

Pengalaman pahit selama bertahun-tahun itu diceritakan Katemi (70), ibu dari Majid (46). Ia mengaku tidak sepenuhnya memahami penyebab awal anaknya harus dikurung, namun kondisi Majid yang kerap tidak terkendali membuat keluarga berada dalam situasi terancam.

“Awalnya kenapa sampai dikerangkeng saya juga tidak tahu pasti. Namanya orang tua, sering keluar rumah dan sering mengamuk ke keluarga,” tutur Katemi.

Katemi menyebut, perilaku Majid sempat membahayakan orang-orang terdekatnya. Kekerasan fisik pernah dialami beberapa anggota keluarga, termasuk dirinya.

“Yang paling parah, bapaknya pernah diinjak, menantu dijambak, dan saya sendiri dipukul di bagian kepala,” ungkapnya.

Sejak 2013, keluarga akhirnya mengambil keputusan berat dengan mengisolasi Majid. Meski demikian, Katemi mengaku telah mengikhlaskan semuanya dan berharap anaknya bisa kembali pulih.

“Sekarang Majid sudah dibawa, semoga lekas sembuh. Kalau nanti sudah sehat, semuanya kami serahkan kepada Allah,” ujarnya.

Katemi juga mengungkapkan bahwa Majid sebelumnya sempat dua kali mendapatkan perawatan di RSJ Solo pada tahun yang sama sebelum akhirnya dikurung oleh keluarga.

Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Jambon, Agus Prayitno, menjelaskan bahwa pelepasan dua ODGJ tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor di wilayah setempat.

“Saat ini kami berhasil mengevakuasi pasien yang selama kurang lebih 15 tahun diisolasi oleh keluarga,” kata Agus, Selasa (3/2/2026).

Image Not Found
Suhananto berpamitan dengan keluarga menuju RSJ Menur. Foto : Ega-Sinergia

Agus menegaskan, pengurungan dilakukan keluarga bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan yang ada, kedua pasien memiliki riwayat kekerasan dan pernah melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga.

“Dari riwayatnya, kedua pasien pernah melakukan tindakan kekerasan. Demi keamanan dan meminimalkan risiko, keluarga akhirnya memilih mengisolasi,” jelasnya.

Proses evakuasi, lanjut Agus, melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan dan desa, hingga Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Kami bekerja sama lintas sektor. Dua pasien yang berhasil dilepas masing-masing atas nama Majid, warga Dukuh Pondok, dan Suhananto, warga Dukuh Janti, Desa Sendang, Kecamatan Jambon,” terangnya.

Kedua pasien kemudian dirujuk ke RSJ Menur Surabaya untuk menjalani perawatan medis. Agus memperkirakan masa perawatan berlangsung sekitar tiga bulan, dilanjutkan dengan rehabilitasi selama kurang lebih enam bulan di sejumlah fasilitas rehabilitasi.

“Pengobatan sebenarnya sudah berjalan, tapi sering terkendala karena pasien tidak rutin minum obat sehingga kondisi mentalnya tidak stabil,” tambahnya.

Ia juga menyebut, jumlah kasus pasung di Kecamatan Jambon terus mengalami penurunan. Dari tujuh kasus pada 2014, kini hanya tersisa dua dan seluruhnya telah berhasil dilepas.

Sementara itu, Kepala Desa Sendang, Taufiq Qurrohman, membenarkan bahwa dua ODGJ yang dievakuasi selama ini diisolasi di dua wilayah berbeda, yakni Dukuh Pondok dan Dukuh Janti.

“Ada dua warga yang diisolasi, masing-masing di Dukuh Pondok dan Dukuh Janti. Usia keduanya masih tergolong muda,” kata Taufiq.

Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam proses evakuasi tersebut dan berharap pengobatan di RSJ Menur dapat membawa perubahan positif bagi kedua warganya.

“Kami berharap setelah menjalani pengobatan, kondisi keduanya bisa membaik dan kembali normal,” ujarnya.

Menurut Taufiq, kedua ODGJ tersebut telah hidup dalam keterbatasan selama hampir 20 tahun. Meski diisolasi, pemerintah desa bersama Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan, termasuk pengawasan konsumsi obat.

“Karena sempat membahayakan orang tua dan lingkungan sekitar, isolasi menjadi pilihan terakhir. Namun pemantauan dari desa dan Dinkes tetap dilakukan,” pungkasnya.(ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Warga di Rejosari di Serangan Ulat Bulu, Damkar Turun Tangan

    Rumah Warga di Rejosari di Serangan Ulat Bulu, Damkar Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebuah kejadian tak terduga terjadi di Dusun Ngujur, RT 36/07 Desa Rejosari Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Serangan ratusan ekor ulat bulu masuk ke dalam salah satu rumah warga. Hal itu terjadi usai pohon yang berada di samping rumah ditebang. “Awalnya pohon di samping rumah saya ditebang untuk mengurangi masalah. Namun, […]

    Bagikan
  • Denpal V/1 Madiun Dukung Pembinaan Atlit Muda dan Tumbuhkan Nasionalisme

    Denpal V/1 Madiun Dukung Pembinaan Atlit Muda dan Tumbuhkan Nasionalisme

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Detasemen Peralatan (Denpal) V/1 Madiun turut berkomitmen dalam mendukung pembinaan atlit-atlit muda di wilayah Madiun dan sekitarnya. Seperti dalam kegiatan event sparing bola volly yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 2 Madiun di lapangan Denpal V/1 Madiun. Kegiatan ini diselenggarakan pada 21-23 Februari 2025. Komandan Denpal V/1 Madiun, Mayor Cpl Risky […]

    Bagikan
  • Diterjang Banjir Pondasi Jembatan Wates Terkikis hingga Sayap Jembatan Ambles

    Diterjang Banjir Pondasi Jembatan Wates Terkikis hingga Sayap Jembatan Ambles

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Sebuah jembatan  di Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo menambah daftar jumlah jembatan rusak akibat terjangan banjir di musim hujan yang terjadi beberapa bulan terakhir. Tingginya debit air sungai Klitik mengakibatkan sayap Jembatan Wates bagian selatan ambles sekitar 10 meter.  Pantauan dilapangan pondasi jembatan terkikis hingga menyebabkan keretakan pada pilar penyangga jembatan. […]

    Bagikan
  • Waduh ! Petugas Damkar Ngawi Bantu Kakek Lepas Pipa Paralon dari Alat Kelamin

    Waduh ! Petugas Damkar Ngawi Bantu Kakek Lepas Pipa Paralon dari Alat Kelamin

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngawi melalui Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menerima laporan tidak biasa pada Selasa (13/05/2025). Seorang pria lanjut usia asal Kecamatan Jogorogo datang ke Pos Induk Pemadam Kebakaran Ngawi untuk meminta bantuan melepaskan pipa paralon yang terjebak di alat kelaminnya. Petugas penyelamatan segera melakukan evakuasi […]

    Bagikan
  • Ini Rangkaian Acara Klenteng Hwie Ing Kiong Madiun Sambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili

    Ini Rangkaian Acara Klenteng Hwie Ing Kiong Madiun Sambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Klenteng Hwie Ing Kiong merupakan salah satu klenteng di Madiun, Jawa Timur yang memiliki sejarah panjang dan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Klenteng Hwie Ing Kiong diperkirakan sudah berdiri lebih dari seratus tahun yang lalu. Meski begitu, bangunannya masih kokoh dan tegak berdiri sampai saat ini. Klenteng terkenal […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Luncurkan SPPG Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Pemkab Madiun Luncurkan SPPG Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah. Peluncuran dilakukan Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi, di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Selasa (05/08/2025). Peluncuran ditandai pelepasan armada pengangkut makanan menuju sekolah-sekolah penerima program. […]

    Bagikan
expand_less