Berita Terkini
Trending Tags

Belasan Tahun Diisolasi, Dua ODGJ di Jambon Dirujuk ke RSJ Menur

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 343
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Majid di evakuasi petugas menuju ke RSJ Menur Surabaya. Foto : Ega – Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Belasan tahun hidup di balik jeruji besi akhirnya berakhir bagi dua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Dua warga yang selama ini diisolasi oleh keluarga karena alasan keselamatan kini telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya, untuk menjalani perawatan lanjutan.

Pengalaman pahit selama bertahun-tahun itu diceritakan Katemi (70), ibu dari Majid (46). Ia mengaku tidak sepenuhnya memahami penyebab awal anaknya harus dikurung, namun kondisi Majid yang kerap tidak terkendali membuat keluarga berada dalam situasi terancam.

“Awalnya kenapa sampai dikerangkeng saya juga tidak tahu pasti. Namanya orang tua, sering keluar rumah dan sering mengamuk ke keluarga,” tutur Katemi.

Katemi menyebut, perilaku Majid sempat membahayakan orang-orang terdekatnya. Kekerasan fisik pernah dialami beberapa anggota keluarga, termasuk dirinya.

“Yang paling parah, bapaknya pernah diinjak, menantu dijambak, dan saya sendiri dipukul di bagian kepala,” ungkapnya.

Sejak 2013, keluarga akhirnya mengambil keputusan berat dengan mengisolasi Majid. Meski demikian, Katemi mengaku telah mengikhlaskan semuanya dan berharap anaknya bisa kembali pulih.

“Sekarang Majid sudah dibawa, semoga lekas sembuh. Kalau nanti sudah sehat, semuanya kami serahkan kepada Allah,” ujarnya.

Katemi juga mengungkapkan bahwa Majid sebelumnya sempat dua kali mendapatkan perawatan di RSJ Solo pada tahun yang sama sebelum akhirnya dikurung oleh keluarga.

Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Jambon, Agus Prayitno, menjelaskan bahwa pelepasan dua ODGJ tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor di wilayah setempat.

“Saat ini kami berhasil mengevakuasi pasien yang selama kurang lebih 15 tahun diisolasi oleh keluarga,” kata Agus, Selasa (3/2/2026).

Image Not Found
Suhananto berpamitan dengan keluarga menuju RSJ Menur. Foto : Ega-Sinergia

Agus menegaskan, pengurungan dilakukan keluarga bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan yang ada, kedua pasien memiliki riwayat kekerasan dan pernah melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga.

“Dari riwayatnya, kedua pasien pernah melakukan tindakan kekerasan. Demi keamanan dan meminimalkan risiko, keluarga akhirnya memilih mengisolasi,” jelasnya.

Proses evakuasi, lanjut Agus, melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan dan desa, hingga Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Kami bekerja sama lintas sektor. Dua pasien yang berhasil dilepas masing-masing atas nama Majid, warga Dukuh Pondok, dan Suhananto, warga Dukuh Janti, Desa Sendang, Kecamatan Jambon,” terangnya.

Kedua pasien kemudian dirujuk ke RSJ Menur Surabaya untuk menjalani perawatan medis. Agus memperkirakan masa perawatan berlangsung sekitar tiga bulan, dilanjutkan dengan rehabilitasi selama kurang lebih enam bulan di sejumlah fasilitas rehabilitasi.

“Pengobatan sebenarnya sudah berjalan, tapi sering terkendala karena pasien tidak rutin minum obat sehingga kondisi mentalnya tidak stabil,” tambahnya.

Ia juga menyebut, jumlah kasus pasung di Kecamatan Jambon terus mengalami penurunan. Dari tujuh kasus pada 2014, kini hanya tersisa dua dan seluruhnya telah berhasil dilepas.

Sementara itu, Kepala Desa Sendang, Taufiq Qurrohman, membenarkan bahwa dua ODGJ yang dievakuasi selama ini diisolasi di dua wilayah berbeda, yakni Dukuh Pondok dan Dukuh Janti.

“Ada dua warga yang diisolasi, masing-masing di Dukuh Pondok dan Dukuh Janti. Usia keduanya masih tergolong muda,” kata Taufiq.

Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam proses evakuasi tersebut dan berharap pengobatan di RSJ Menur dapat membawa perubahan positif bagi kedua warganya.

“Kami berharap setelah menjalani pengobatan, kondisi keduanya bisa membaik dan kembali normal,” ujarnya.

Menurut Taufiq, kedua ODGJ tersebut telah hidup dalam keterbatasan selama hampir 20 tahun. Meski diisolasi, pemerintah desa bersama Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan, termasuk pengawasan konsumsi obat.

“Karena sempat membahayakan orang tua dan lingkungan sekitar, isolasi menjadi pilihan terakhir. Namun pemantauan dari desa dan Dinkes tetap dilakukan,” pungkasnya.(ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Buyung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

    Pemkot Madiun Tunggu Restu BKN dan Kemendagri Soal Pengisian Kekosongan Kursi JPTP

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun masih menunggu proses pengisian puluhan jabatan yang kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di tengah kekosongan tersebut, Pemkot Madiun melantik 51 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta 18 pejabat fungsional dalam Pengambilan Sumpah/Janji PNS dan Pengambilan Sumpah Jabatan serta Pelantikan Pejabat Fungsional, Kamis (18/6/2026). Prosesi pengambilan sumpah […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Bahas PAK 2025 Lebih Awal, Target Selesai Pertengahan Juli

    DPRD Ponorogo Bahas PAK 2025 Lebih Awal, Target Selesai Pertengahan Juli

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tahun anggaran 2025 mulai dibahas lebih awal. DPRD Ponorogo menggelar sidang paripurna penandatanganan nota kesepakatan bersama perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Rabu (12/06/2025) di gedung Bappeda Litbang. Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan, percepatan pembahasan PAK […]

    Bagikan
  • Dugaan Terkait OTT KPK, Anggota DPRD Ali Masngudi Berlari Dikejar Awak Media

    Dugaan Terkait OTT KPK, Anggota DPRD Ali Masngudi Berlari Dikejar Awak Media

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Masih seputar KPK. Kali ini anggota DPRD Kabupaten Madiun, Ali Masngudi bungkam dan bergegas lari dari kejaran awak media saat dikonfirmasi soal keterlibatan dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Madiun. Ali Masngudi merupakan salah satu unsur pimpinan DPRD Kabupaten Madiun, terlihat sedang mengikuti rapat paripurna Kamis (29/01/2026) di […]

    Bagikan
  • Wabup Madiun Monev Pembangunan Fasilitas Linen RSUD Dolopo, Progres Capai 92 Persen

    Wabup Madiun Monev Pembangunan Fasilitas Linen RSUD Dolopo, Progres Capai 92 Persen

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus menggenjot peningkatan layanan kesehatan dengan membangun fasilitas instalasi linen di RSUD Dolopo. Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi melakukan peninjauan langsung terhadap progres fisik pembangunan gedung tersebut pada Selasa (05/08/2025). “Instalasi linen ini sangat penting karena menjadi pusat pengolahan, pencucian, dan sterilisasi linen rumah sakit seperti […]

    Bagikan
  • Terancam Non Job, Kepala DLH Ponorogo Ajukan Sanggahan ke Bupati

    Terancam Non Job, Kepala DLH Ponorogo Ajukan Sanggahan ke Bupati

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Teka-teki terkait pejabat eselon 2 di lingkungan Pemkab Ponorogo yang terancam sanksi non-job terungkap. Sosok itu adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Gulang Winarno. Gulang terancam dicopot dari jabatannya karena diduga melanggar netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pilkada serentak 2024 lalu. Surat Keputusan (SK) Bupati Ponorogo tentang hukuman […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Ungkap Penggelapan Motor Modus Janjikan Pekerjaan, Pelaku 24 Kali Beraksi

    Polres Madiun Ungkap Penggelapan Motor Modus Janjikan Pekerjaan, Pelaku 24 Kali Beraksi

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Madiun membongkar kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor yang dilakukan dengan modus menjanjikan pekerjaan. Pelaku berinisial AW alias Aryo (39), warga Kabupaten Blora Jawa Tengah, tercatat telah melakukan aksinya di 24 lokasi di wilayah Madiun Raya dan sekitarnya. Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan […]

    Bagikan
expand_less