Berita Terkini
Trending Tags

Sarasehan Implementasi Perbup 48/2025, Madiun Kampung Pesilat Indonesia

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 175
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kegiatan Sarahsehan Kampung Pesilat di kecamatan jiwan, Kab Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Madiun – Kabupaten Madiun telah dicanangkan sebagai Kampung Pesilat Indonesia. Belasan perguruan pencak silat lahir dan berkembang di Bumi Kandung Madiun. Pencak silat sudah menjadi identitas budaya yang melekat bagi masyarakat Kabupaten Madiun.

Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Sarasehan Kampung Pesilat bertempat di aula pertemuan Balai Desa Teguhan Kecamatan Jiwan pada Selasa (03/02/2026). Dalam sarasehan yang dihadiri langsung Bupati Madiun, Hari Wuryanto ini pun dalam rangka implementasi Peraturan Bupati (Perbup) nomor 48 tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia. Turut hadir jajara Forkopimcam Jiwan perguruan silat, tokoh masyarakat, serta organisasi lintas sektor.

Camat Jiwan, Puguh Wijayanto mengungkapkan sarasehan ini guna meningkatkan silaturohmi dan persaudaraan pesilat dan tokoh masyarakat di Kecamatan Jiwan. Tercatat 4 peguruan pencak silat ada di wilayah Jiwan diantaranya PSHT Pusat Madiun, PSHW Tunas Muda, IKS PI Kera Sakti dan perguruan silat Ki Ageng Pandan Alas.

“Ini meningkatkan peran Kampung Pesilat dalam menjaga kondusifitas wilayah, menjaga warisan budaya dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” terangnya.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengatakan sarasehan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat konsolidasi antarperguruan. Selain itu, penguatan Kampung Pesilat membutuhkan pijakan hukum yang jelas agar implementasinya berjalan terarah dan berkelanjutan.

“Dengan Peraturan Bupati (Perbup) ini tentu menjadi dasar penting agar pelestarian pencak silat memiliki legitimasi serta kepastian kebijakan. Juga menjadi dasar agar implementasi di masyarakat punya arah yang jelas. Kita sungguh-sungguh ingin melestarikan pencak silat sebagai budaya sekaligus ikon Kabupaten Madiun,” ujarnya.

Image Not Found
Kegiatan Sarahsehan Kampung Pesilat di kecamatan jiwan, Kab Madiun. Foto : Kris-Sinergia

Untuk itu, Bupati meminta agar seluruh perguruan silat membentuk paguyuban di tingkat kecamatan. Paguyuban nantinya dapat menjadi wadah dalam koordinasi, komunikasi, dan penyelesaian persoalan secara musyawarah.

“Harus segera membentuk pengurus paguyuban pencak silat. Supaya nanti kita lebih mudah untuk mengkomunikasikan,” terang Hari Wur.

Bahkan, sektor pendidikan, Pemkab Madiun juga telah menetapkan pencak silat sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kebijakan ini bertujuan mengenalkan pencak silat sejak dini sekaligus menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab kepada generasi muda.

“Kurikulumnya sudak kita tetapkan. Sehingga anak-anak sudah mulai dikenalkan pelajaran tentang ekstrakurikuler pencak silat. Ini juga sebagai salah satu pembinaan karate anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, konsolidasi menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat dan aparat keamanan. Jika suasana sudah guyub dan kondusif, maka agenda pembinaan dan kompetisi dapat digelar lebih intensif.

 “Tidak ada prestasi tanpa kompetisi. Tapi kompetisi hanya bisa berjalan baik kalau kondisinya kondusif. Itu sebabnya paguyuban ini penting,” tegasnya.

Bupati Madiun mendorong agar perguruan silat terlibat aktif sebagai bagian dari pembinaan mental dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui Sarasehan Kampung Pesilat, Pemkab Madiun turut mendorong kerukunan antarperguruan, menjaga warisan budaya, dan menjemput prestasi lewat pencak silat.(Kris).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Damkar dan Relawan Evakuasi Kambing Tercebur ke Sumur Sedalam 13 Meter

    Damkar dan Relawan Evakuasi Kambing Tercebur ke Sumur Sedalam 13 Meter

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seekor kambing milik Katiyem (70), warga Desa Gerih, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, tercebur ke dalam sumur sedalam kurang lebih 13 meter. Kambing tersebut biasanya dilepasliarkan di area belakang rumah yang berpagar. Namun, pada Senin (27/10/2025) siang, kambing itu ditemukan dalam kondisi lemas di dasar sumur. “Biasanya memang dilepasliarkan di belakang rumah. […]

    Bagikan
  • Ratusan Calon Jemaah Haji Madiun Jalani Bimbingan Manasik

    Ratusan Calon Jemaah Haji Madiun Jalani Bimbingan Manasik

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Sebanyak 262 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Madiun mengikuti bimbingan manasik haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun yang berlangsung sejak Rabu (16/4/2025) hingga Kamis (17/4/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian persiapan pemberangkatan ke Tanah Suci yang dijadwalkan dimulai pada Mei mendatang. Bupati Madiun, Hari […]

    Bagikan
  • Ketua DPRD Magetan Pastikan Proses PAW Gus Wakid Sesuai Putusan Mahkamah Partai

    Ketua DPRD Magetan Pastikan Proses PAW Gus Wakid Sesuai Putusan Mahkamah Partai

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Suratno, memastikan proses pergantian antar waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Magetan dari Fraksi PKB, Nur Wakhid atau Gus Wahid, berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di internal partai. Proses tersebut merujuk pada keputusan Mahkamah Partai serta mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai. Suratno menjelaskan, keputusan pemberhentian Gus […]

    Bagikan
  • Jumlah Kasus PMK Terus Meningkat, 91 Ekor Ternak Mati di Ngawi

    Jumlah Kasus PMK Terus Meningkat, 91 Ekor Ternak Mati di Ngawi

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Jumlah kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Ngawi terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (13/1/2025) tercatat sudah ada 714 kasus PMK dengan 91 ekor ternak yang mati akibat wabah tersebut. Meskipun demikian, 381 ekor ternak dilaporkan sudah sembuh dari penyakit ini. “Wabah PMK memang sudah meluas tidak […]

    Bagikan
  • Tambang PT Putera Anugerah di Sayutan Kembali Beroperasi, Legalitas Jadi Tanda Tanya

    Tambang PT Putera Anugerah di Sayutan Kembali Beroperasi, Legalitas Jadi Tanda Tanya

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Setelah satu bulan vakum, aktivitas tambang PT Putera Anugerah di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, kembali menggeliat. Suara alat berat kembali terdengar. Debu dan truk lalu lalang menghiasi jalan desa. Namun, kembalinya tambang itu justru menyisakan pertanyaan besar, apakah sudah berizin resmi? Di balik geliat aktivitas tambang, tidak sedikit […]

    Bagikan
  • 31 Acara Meriahkan Grebeg Suro 2025, Berikut Jadwal Lengkapnya

    31 Acara Meriahkan Grebeg Suro 2025, Berikut Jadwal Lengkapnya

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Gelaran budaya akbar Grebeg Suro 2025 segera digelar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo telah menyiapkan 31 rangkaian acara untuk menyemarakkan perayaan tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menyampaikan bahwa Grebeg Suro tahun ini akan digelar lebih meriah dan atraktif, tanpa mengesampingkan nilai-nilai […]

    Bagikan
expand_less