Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

​DPRD Madiun Meradang! Sistem Keamanan Sekolah Lemah Usai Pembobolan SDN Tiron 02

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 254
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
peristiwa pencurian di SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun menyoroti lemahnya sistem keamanan di lingkungan sekolah pasca peristiwa pencurian di SDN Tiron 02, Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu. Dalam kejadian itu, 12 unit Chromebook, 1 laptop, dan 1 hard disk raib digondol kawanan pencuri.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan, hilangnya aset pendidikan itu harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh lembaga pendidikan di Kabupaten Madiun.

“Keamanan fisik gedung maupun perkantoran sekolah harus ditingkatkan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” ujar Purwadi, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, pengaktifan penjagaan selama 24 jam penuh menjadi hal mendesak. Apalagi, di sekolah tersebut sebenarnya sudah ada penjaga.

“Kalau sudah ada penjaga tapi masih kemalingan, berarti ada unsur keteledoran. Penjagaan harus benar-benar dimaksimalkan,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong pemanfaatan teknologi modern sebagai sistem pengamanan terintegrasi. CCTV yang terhubung dengan perangkat Android dinilai bisa menjadi solusi pemantauan jarak jauh.

“Sekarang pemantauan gedung bisa dilakukan meski tidak ada orang di lokasi, melalui CCTV yang terkoneksi dengan ponsel,” katanya.

Purwadi juga meminta lembaga pendidikan rutin berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat seperti Polsek dan Koramil guna menginisiasi pengamanan wilayah secara berkala.

Tak hanya itu, ia mengusulkan agar sekolah memiliki ruang khusus penyimpanan aset berharga dengan sistem keamanan tinggi, terutama untuk perangkat elektronik dan media penyimpanan data.

“Peralatan itu mahal dan menyimpan data penting. Harus ada ruang khusus dengan pengamanan yang memadai,” ujarnya.

Image Not Found
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun, Purwadi. Foto : Tova-Sinergia

DPRD juga mendorong adanya penganggaran keamanan melalui dana BOS, seperti pemasangan teralis, alarm, hingga perbaikan sarana pengamanan lainnya. Selain itu, Dinas Pendidikan diminta melakukan pengawasan berkelanjutan, tak hanya pada aspek pembelajaran, tetapi juga keamanan lingkungan sekolah.

“Pengawasan bisa melalui dinas maupun cabang dinas di wilayah masing-masing. Kalau langkah-langkah ini dilakukan, saya rasa pencurian bisa diminimalisir,” tambahnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir di lembaga pendidikan Kabupaten Madiun.

“Yang dicuri ini aset negara. Itu juga menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan untuk sebisanya mengganti karena termasuk alat peraga dan alat kerja, bahkan dimungkinkan ada data penting di dalamnya,” tandasnya.

Sebelumnya, aksi pencurian dengan cara membobol sekolah terjadi di SDN Tiron 02 pada Selasa (17/2/2026) dini hari. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui penjaga sekolah sekitar pukul 05.00 WIB saat hendak membuka lingkungan sekolah.

Informasi itu kemudian disampaikan kepada guru dan tenaga pengajar yang langsung mendatangi lokasi. Petugas dari Polres Madiun melalui tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dua ruangan, yakni ruang guru dan ruang kepala sekolah, dipasangi garis polisi.

Aksi pelaku tak terekam kamera pengawas lantaran CCTV sekolah rusak sejak sekitar tiga bulan terakhir. Akibat kejadian itu, pihak sekolah ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta. Kasus tersebut telah dilaporkan ke kepolisian serta Dinas Pendidikan setempat dan kini masih dalam penyelidikan.(Tov).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Kota Madiun Droping Air Bersih, 21 KK Terdampak Kekeringan

    BPBD Kota Madiun Droping Air Bersih, 21 KK Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan droping air bersih untuk warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kota Madiun, Senin (28/9/2026). Kekeringan terjadi akibat sumur dalam milik warga tidak lagi mengalir selama musim kemarau. Sebanyak 21 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak kekeringan. Rinciannya, 14 KK berada di wilayah Kelurahan […]

    Bagikan
  • 120 Anak Ikuti Madiun Khitanan, Plt Wali Kota : Masa Depan Anak-Anak Dipertaruhkan

    120 Anak Ikuti Madiun Khitanan, Plt Wali Kota : Masa Depan Anak-Anak Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar kegiatan sosial bertajuk Madiun Khitanan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Madiun pada Kamis (4/6/2026) dan diikuti oleh sekitar 120 anak. Acara ini diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Plt Wali Kota […]

    Bagikan
  • 450 Pemudik Antusias Ikuti Program Balik Gratis Pemkab Madiun

    450 Pemudik Antusias Ikuti Program Balik Gratis Pemkab Madiun

    • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar program Balik Gratis tahun 2025. Sebanyak sembilan unit bus yang mengangkut 450 penumpang diberangkatkan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama jajaran Forkopimda dari halaman Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, pada Minggu (6/4/2025). Bupati Hari Wuryanto mengungkapkan bahwa program ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Awalnya, […]

    Bagikan
  • Overstay 60 Hari, Dua WNA Asal Malaysia Dideportasi Kantor Imigrasi Madiun

    Overstay 60 Hari, Dua WNA Asal Malaysia Dideportasi Kantor Imigrasi Madiun

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Dua warga negara Malaysia dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Madiun setelah diketahui melanggar izin tinggal atau overstay lebih dari 60 hari di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kepala Subseksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Madiun, Aditya Yusuf, menjelaskan bahwa kedua WNA tersebut bukan tenaga kerja asing, melainkan hasil […]

    Bagikan
  • Pengelola Bantah PKS dengan Perhutani Belum Diperpanjang, Wisata Genilangit Tetap Beroperasi

    Pengelola Bantah PKS dengan Perhutani Belum Diperpanjang, Wisata Genilangit Tetap Beroperasi

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pengelola Taman Wisata Genilangit membantah informasi yang menyebut kerja sama pengelolaan destinasi wisata di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, dengan Perum Perhutani belum diperpanjang. Pengelola memastikan Taman Wisata Genilangit masih beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan seperti biasa. Bantahan tersebut disampaikan menyusul informasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan yang […]

    Bagikan
  • Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Maraknya penggunaan bumbu instan siap pakai mulai berdampak pada penjualan bumbu dapur tradisional di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pedagang mengaku omzet terus menurun karena masyarakat kini lebih memilih bumbu kemasan yang dinilai lebih praktis untuk mengolah masakan berbahan dasar ayam maupun daging sapi. Komoditas rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga kencur […]

    Bagikan
expand_less