Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Hama Tikus Serang Tanaman Jagung di Desa Turi Magetan, Petani Terancam Kehilangan 40 Persen Hasil Panen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 195
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hama tikus menyerang tanaman jagung petani di Desa Turi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tanaman jagung milik petani di Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diserang hama tikus. Serangan terjadi sejak Juli 2026 dan mulai mengancam tanaman, termasuk jagung yang telah mendekati masa panen.

Perangkat Desa Turi, Suprianto, mengatakan serangan tikus terjadi di sejumlah lahan pertanian dengan tingkat kerusakan diperkirakan mencapai sekitar 40 persen. Tikus menyerang tanaman mulai dari bagian ujung hingga menggerogoti tongkol jagung.

“Kalau melihat kondisinya sekitar 40 persen yang dimakan. Mulai dari ujung terus dimakan sampai bonggolnya,” ujar Suprianto.

Menurutnya, luas lahan jagung di wilayah tersebut mencapai sekitar 30 hektare. Tidak seluruh lahan mengalami kerusakan dengan tingkat yang sama, namun tanaman yang sudah habis dimakan tikus dipastikan tidak dapat dipanen.

Serangan tersebut juga berpotensi menurunkan pendapatan petani hingga sekitar 40 persen. Padahal, harga jagung saat ini dinilai cukup menjanjikan, yakni sekitar Rp6.300 per kilogram.

Suprianto menyebut petani selama ini telah berupaya mengendalikan hama secara mandiri menggunakan racun tikus. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif karena pengendalian dilakukan secara individual di lahan masing-masing.

“Petani melakukan penanggulangan seperti biasa menggunakan racun tikus secara pribadi di lingkungan sawah masing-masing. Sepertinya tidak efektif,” katanya.

Aktivitas tikus paling banyak terlihat pada malam hari. Hewan pengerat tersebut juga disebut membuat lubang di pematang serta bersarang di area yang rimbun dan banyak ditumbuhi rumput.

Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan, Nur Hadi, mengatakan Desa Turi selama ini bukan termasuk wilayah endemis hama tikus.

Menurutnya, serangan tahun ini diduga berkaitan dengan perpindahan atau migrasi tikus dari wilayah sekitar yang lebih dahulu memasuki masa panen. Setelah sumber makanan di wilayah tersebut berkurang, tikus kemudian berpindah mencari sumber makanan baru.

“Di Turi itu bukan daerah endemis tikus. Setiap tahun belum tentu ada kejadian serangan tikus. Tahun ini baru ada serangan, terindikasi tikus migrasi dari wilayah sekitarnya yang sudah panen,” jelas Nur Hadi.

Kondisi tersebut membuat pengendalian hama tikus di Turi belum masuk dalam wilayah prioritas gerakan pengendalian atau gerdal. Pada periode sebelumnya, Dinas TPHP lebih memfokuskan pengendalian di wilayah endemis, khususnya Kecamatan Kartoharjo.

Namun, dengan adanya laporan dari petani Turi, dinas akan melakukan koordinasi bersama pemerintah desa dan petani untuk menentukan langkah penanganan agar serangan tidak meluas.

Image Not Found
Tanaman jagung rusak akibat serangan hama tikus. Foto : Kus-Sinergia

Sejumlah metode yang disiapkan antara lain pengumpanan, gropyokan atau pengemposan, serta penggunaan pestisida nabati. Pengendalian akan dilakukan secara terpadu dan tidak hanya mengandalkan satu metode.

Dinas juga mendorong pemanfaatan bahan ramah lingkungan, salah satunya bubur California. Bahan berupa belerang telah diberikan kepada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) agar dapat dimanfaatkan kelompok tani untuk membuat bahan pengusir tikus tersebut.

Selain itu, terdapat pestisida nabati berbahan buah bintaro yang telah dibuat di salah satu desa di Kecamatan Panekan. Penggunaan berbagai metode tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan dilakukan secara tepat.

Nur Hadi menegaskan keberhasilan pengendalian tikus sangat bergantung pada kekompakan petani. Pengendalian tidak efektif apabila hanya dilakukan oleh sebagian petani, sementara lahan lain di sekitar hamparan dibiarkan.

Menurutnya, karakter hama tikus yang bergerak dari satu lahan ke lahan lainnya membuat pengendalian harus dilakukan dalam satu hamparan dan pada waktu yang relatif bersamaan.

“Kuncinya harus kompak. Pengendalian tikus harus hamparan dan dilakukan serempak. Tidak bisa hanya satu orang yang melakukan pengendalian, harus bersama-sama dan waktunya juga bareng,” tegasnya.

Dinas TPHP saat ini masih menghimpun laporan dari petani dan petugas lapangan untuk memastikan luas lahan yang terdampak serta menghitung potensi kerugiannya. Data serangan tikus di Desa Turi belum masuk dalam rekapitulasi periode Agustus 2026 dan baru tercatat dalam laporan periode September.

Berdasarkan data penanganan POPT Dinas TPHP Kabupaten Magetan periode Agustus 2026, belum terdapat laporan serangan hama tikus. Gangguan tanaman yang tercatat pada periode tersebut lebih banyak disebabkan faktor fisiologis atau kondisi lingkungan. Serangan fisiologis berupa asem-aseman tercatat seluas sekitar 1,3 hektare, dengan dampak terluas berada di Kecamatan Karangrejo.

Sementara itu, serangan Xanthomonas tercatat sekitar 0,3 hektare dan terjadi di wilayah Kecamatan Karas. Untuk hama tikus dan wereng, data periode Agustus masih tercatat nol.

Dinas menyatakan kondisi tersebut berbeda dengan laporan pada periode sebelumnya. Sekitar April hingga Mei 2026, serangan tikus sempat dilaporkan di Kecamatan Kartoharjo dengan luasan terdampak mencapai sekitar dua hektare sehingga dilakukan gerakan pengendalian.

Memasuki musim tanam ketiga, kondisi serangan tikus di wilayah tersebut mulai menurun. Sementara laporan baru mengenai serangan tikus di Desa Turi menjadi perhatian karena terjadi pada tanaman jagung yang sebagian telah mendekati masa panen.

Dengan koordinasi antara dinas, petugas lapangan, pemerintah desa, dan petani, pengendalian diharapkan dapat segera dilakukan secara serempak sehingga populasi tikus tidak berkembang dan meluas ke lahan pertanian lainnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Tercapai, 2026 Malah Naik

    Target PAD Pariwisata Magetan 2025 Tak Tercapai, 2026 Malah Naik

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jumlah wisatawan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur diklaim mengalami peningkatan pada 2025. Namun, hal itu tidak berdampak capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan. PAD sektor pariwisata di Magetan pada 2025 ini mencapai Rp. 20,2 miliar dari target Rp. 21,2 miliar. Kepala Bidang […]

    Bagikan
  • Sosok dr. Yunus Mahatma Tercatat Pernah Pimpin RSUD dr Sayidiman Magetan

    Sosok dr. Yunus Mahatma Tercatat Pernah Pimpin RSUD dr Sayidiman Magetan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sosok dr Yunus Mahatma rupanya bukan nama baru di dunia kesehatan publik Jawa Timur. Sebelum menjabat sebagai Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo, ia pernah memimpin RSUD dr Sayidiman Magetan. Jejak kepemimpinannya pun masih tercatat dalam laman resmi rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Magetan tersebut. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya […]

    Bagikan
  • Jaring Atlit Penembak lewat Piala Walikota Cup 2025

    Jaring Atlit Penembak lewat Piala Walikota Cup 2025

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejuaraan Menembak Walikota Madiun Cup 2025 resmi dimulai pada Sabtu (12/07/2025). Ajang bergengsi ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, di Markas Yonif 501/Bajra Yudha, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Madiun. Turnamen ini terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 12–13 Juli 2025 di Markas Yonif 501, […]

    Bagikan
  • Stok Hewan Kurban di Magetan Melimpah, Kambing Tetap Jadi Idola Jelang Iduladha

    Stok Hewan Kurban di Magetan Melimpah, Kambing Tetap Jadi Idola Jelang Iduladha

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, atmosfer kesiapan kurban mulai terasa di berbagai daerah. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) mencatat stok hewan kurban dipastikan aman, bahkan melimpah. “Jumlah permintaan tahun ini hampir sama seperti tahun lalu. Sekitar 3.100 ekor sapi, 14.000 kambing, dan 1.300 domba. Kami […]

    Bagikan
  • Tertimpa Longsoran Batu Raksasa, Rumah dan Kios Milik Narto Hancur

    Tertimpa Longsoran Batu Raksasa, Rumah dan Kios Milik Narto Hancur

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah batu raksasa dengan diameter sekitar 4 meter jatuh akibat longsor dan menghancurkan rumah milik Narto warga di Desa Ngilo Ilo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (22/2/2025) sore. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Rumah dan kios milik Narto (50) […]

    Bagikan
  • Peringati Hari Jadi ke-457, Bupati Madiun Ajak Seluruh Elemen Satukan Langkah Bangun Daerah

    Peringati Hari Jadi ke-457, Bupati Madiun Ajak Seluruh Elemen Satukan Langkah Bangun Daerah

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-457 di Pendopo Ronggo Djoemeno, Kecamatan Mejayan, Jumat (18/07/2025). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan dari seluruh kecamatan. Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momen ini, menurutnya, […]

    Bagikan
expand_less