Berita Terkini
Trending Tags

Hama Tikus Serang Tanaman Jagung di Desa Turi Magetan, Petani Terancam Kehilangan 40 Persen Hasil Panen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Hama tikus menyerang tanaman jagung petani di Desa Turi. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tanaman jagung milik petani di Desa Turi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diserang hama tikus. Serangan terjadi sejak Juli 2026 dan mulai mengancam tanaman, termasuk jagung yang telah mendekati masa panen.

Perangkat Desa Turi, Suprianto, mengatakan serangan tikus terjadi di sejumlah lahan pertanian dengan tingkat kerusakan diperkirakan mencapai sekitar 40 persen. Tikus menyerang tanaman mulai dari bagian ujung hingga menggerogoti tongkol jagung.

“Kalau melihat kondisinya sekitar 40 persen yang dimakan. Mulai dari ujung terus dimakan sampai bonggolnya,” ujar Suprianto.

Menurutnya, luas lahan jagung di wilayah tersebut mencapai sekitar 30 hektare. Tidak seluruh lahan mengalami kerusakan dengan tingkat yang sama, namun tanaman yang sudah habis dimakan tikus dipastikan tidak dapat dipanen.

Serangan tersebut juga berpotensi menurunkan pendapatan petani hingga sekitar 40 persen. Padahal, harga jagung saat ini dinilai cukup menjanjikan, yakni sekitar Rp6.300 per kilogram.

Suprianto menyebut petani selama ini telah berupaya mengendalikan hama secara mandiri menggunakan racun tikus. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif karena pengendalian dilakukan secara individual di lahan masing-masing.

“Petani melakukan penanggulangan seperti biasa menggunakan racun tikus secara pribadi di lingkungan sawah masing-masing. Sepertinya tidak efektif,” katanya.

Aktivitas tikus paling banyak terlihat pada malam hari. Hewan pengerat tersebut juga disebut membuat lubang di pematang serta bersarang di area yang rimbun dan banyak ditumbuhi rumput.

Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan, Nur Hadi, mengatakan Desa Turi selama ini bukan termasuk wilayah endemis hama tikus.

Menurutnya, serangan tahun ini diduga berkaitan dengan perpindahan atau migrasi tikus dari wilayah sekitar yang lebih dahulu memasuki masa panen. Setelah sumber makanan di wilayah tersebut berkurang, tikus kemudian berpindah mencari sumber makanan baru.

“Di Turi itu bukan daerah endemis tikus. Setiap tahun belum tentu ada kejadian serangan tikus. Tahun ini baru ada serangan, terindikasi tikus migrasi dari wilayah sekitarnya yang sudah panen,” jelas Nur Hadi.

Kondisi tersebut membuat pengendalian hama tikus di Turi belum masuk dalam wilayah prioritas gerakan pengendalian atau gerdal. Pada periode sebelumnya, Dinas TPHP lebih memfokuskan pengendalian di wilayah endemis, khususnya Kecamatan Kartoharjo.

Namun, dengan adanya laporan dari petani Turi, dinas akan melakukan koordinasi bersama pemerintah desa dan petani untuk menentukan langkah penanganan agar serangan tidak meluas.

Image Not Found
Tanaman jagung rusak akibat serangan hama tikus. Foto : Kus-Sinergia

Sejumlah metode yang disiapkan antara lain pengumpanan, gropyokan atau pengemposan, serta penggunaan pestisida nabati. Pengendalian akan dilakukan secara terpadu dan tidak hanya mengandalkan satu metode.

Dinas juga mendorong pemanfaatan bahan ramah lingkungan, salah satunya bubur California. Bahan berupa belerang telah diberikan kepada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) agar dapat dimanfaatkan kelompok tani untuk membuat bahan pengusir tikus tersebut.

Selain itu, terdapat pestisida nabati berbahan buah bintaro yang telah dibuat di salah satu desa di Kecamatan Panekan. Penggunaan berbagai metode tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan dilakukan secara tepat.

Nur Hadi menegaskan keberhasilan pengendalian tikus sangat bergantung pada kekompakan petani. Pengendalian tidak efektif apabila hanya dilakukan oleh sebagian petani, sementara lahan lain di sekitar hamparan dibiarkan.

Menurutnya, karakter hama tikus yang bergerak dari satu lahan ke lahan lainnya membuat pengendalian harus dilakukan dalam satu hamparan dan pada waktu yang relatif bersamaan.

“Kuncinya harus kompak. Pengendalian tikus harus hamparan dan dilakukan serempak. Tidak bisa hanya satu orang yang melakukan pengendalian, harus bersama-sama dan waktunya juga bareng,” tegasnya.

Dinas TPHP saat ini masih menghimpun laporan dari petani dan petugas lapangan untuk memastikan luas lahan yang terdampak serta menghitung potensi kerugiannya. Data serangan tikus di Desa Turi belum masuk dalam rekapitulasi periode Agustus 2026 dan baru tercatat dalam laporan periode September.

Berdasarkan data penanganan POPT Dinas TPHP Kabupaten Magetan periode Agustus 2026, belum terdapat laporan serangan hama tikus. Gangguan tanaman yang tercatat pada periode tersebut lebih banyak disebabkan faktor fisiologis atau kondisi lingkungan. Serangan fisiologis berupa asem-aseman tercatat seluas sekitar 1,3 hektare, dengan dampak terluas berada di Kecamatan Karangrejo.

Sementara itu, serangan Xanthomonas tercatat sekitar 0,3 hektare dan terjadi di wilayah Kecamatan Karas. Untuk hama tikus dan wereng, data periode Agustus masih tercatat nol.

Dinas menyatakan kondisi tersebut berbeda dengan laporan pada periode sebelumnya. Sekitar April hingga Mei 2026, serangan tikus sempat dilaporkan di Kecamatan Kartoharjo dengan luasan terdampak mencapai sekitar dua hektare sehingga dilakukan gerakan pengendalian.

Memasuki musim tanam ketiga, kondisi serangan tikus di wilayah tersebut mulai menurun. Sementara laporan baru mengenai serangan tikus di Desa Turi menjadi perhatian karena terjadi pada tanaman jagung yang sebagian telah mendekati masa panen.

Dengan koordinasi antara dinas, petugas lapangan, pemerintah desa, dan petani, pengendalian diharapkan dapat segera dilakukan secara serempak sehingga populasi tikus tidak berkembang dan meluas ke lahan pertanian lainnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Natal, Gereja GPI Eklesia Munggut Bagikan Paket Sembako untuk Warga Sekitar 

    Sambut Natal, Gereja GPI Eklesia Munggut Bagikan Paket Sembako untuk Warga Sekitar 

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2025, kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh jemaat Gereja Pantekosta Imanuel (GPI) Eklesia di Kelurahan Munggut Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Pihak gereja menggelar aksi sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan gereja. Dalam kegiatan tersebut, panitia Natal GPI Eklesia membagikan sebanyak […]

    Bagikan
  • Evakuasi Dramatis di Rusunawa Madiun! Penyelamatan Korban dari Gedung Tinggi

    Evakuasi Dramatis di Rusunawa Madiun! Penyelamatan Korban dari Gedung Tinggi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Suasana mendadak menegangkan di area Rusunawa Hayam Wuruk, Kelurahan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (28/4/2026). Petugas Damkar Kota Madiun bergerak cepat melakukan pemadaman kobaran api dari gedung 4 lantai tersebut. Seseorang terlihat berada di ketinggian gedung, sementara petugas bersiaga dengan tali dan perlengkapan khusus. Dalam hitungan menit, proses evakuasi berlangsung cepat, […]

    Bagikan
  • Ada-ada Saja Tingkah Bocil Ini, Jarinya Terjepit Kursi, Damkar Evakuasi

    Ada-ada Saja Tingkah Bocil Ini, Jarinya Terjepit Kursi, Damkar Evakuasi

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Terkadang, tingkah laku balita bisa menjadi perhatian serius bagi orang tua. Seperti yang terjadi hari ini Kamis (13/3/2025), anak bernama Quenza Amara Adila, 3 tahun, yang merupakan warga Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, mengalami kejadian tak terduga. Jari telunjuknya terjepit di lubang kursi besi saat sedang bermain di rumah. Kekhawatiran orang […]

    Bagikan
  • Anggaran Terpangkas 52 Persen, DPUPR Magetan Fokus Pertahankan Jalan Kabupaten

    Anggaran Terpangkas 52 Persen, DPUPR Magetan Fokus Pertahankan Jalan Kabupaten

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan harus melakukan penyesuaian penanganan infrastruktur jalan menyusul berkurangnya transfer keuangan ke daerah. Tahun ini, anggaran penanganan jalan disebut mengalami penurunan sekitar 52 persen. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tidak bisa melakukan pembangunan maupun peningkatan jalan secara masif. Fokus penanganan diarahkan pada pemeliharaan […]

    Bagikan
  • Pasca Asesmen KPK, Bupati Sugiri : Kesalahan Itu Kaca Benggala

    Pasca Asesmen KPK, Bupati Sugiri : Kesalahan Itu Kaca Benggala

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menegaskan komitmennya menindaklanjuti hasil asesmen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembenahan tata kelola pemerintahan daerah. Hal itu disampaikan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko seusai menghadiri undangan KPK dalam kegiatan pembinaan pengelolaan APBD tahun 2024–2026. “Seluruh Jawa Timur diundang, kita nomor 23,” ujar Sugiri. Ia menilai, evaluasi KPK merupakan bentuk […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun dan TNI-Polri Gelar Kurve Bersihkan Sungai dan Pangkas Pohon Rawan Roboh

    Pemkot Madiun dan TNI-Polri Gelar Kurve Bersihkan Sungai dan Pangkas Pohon Rawan Roboh

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun bersama jajaran TNI-Polri menggelar aksi kerja bakti (kurve) di sejumlah titik pada Jumat (20/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kepala daerah terkait penguatan kepedulian terhadap lingkungan. Aksi kurve dipusatkan di wilayah Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota […]

    Bagikan
expand_less