Berita Terkini
Trending Tags

Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 205
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang bumbu dapur di Magetan keluhkan omzet terus menurun. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Maraknya penggunaan bumbu instan siap pakai mulai berdampak pada penjualan bumbu dapur tradisional di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pedagang mengaku omzet terus menurun karena masyarakat kini lebih memilih bumbu kemasan yang dinilai lebih praktis untuk mengolah masakan berbahan dasar ayam maupun daging sapi.

Komoditas rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga kencur yang sebelumnya menjadi bahan utama berbagai masakan khas seperti opor, gulai, dan rawon kini semakin jarang dibeli dalam jumlah besar.

Salah satu pedagang bumbu dapur, Siti, mengatakan penjualan menjelang Idul Adha tahun ini pun belum mengalami peningkatan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi itu dipicu semakin tingginya penggunaan bumbu instan oleh masyarakat.

“Sekarang sepi. Dulu kalau mendekati Idul Adha banyak yang cari bumbu gulai, rawon, atau opor. Sekarang orang lebih banyak beli bumbu instan siap pakai,” ujarnya.

Ia menuturkan, penurunan paling terasa terjadi pada penjualan bumbu rimpang seperti lengkuas, jahe, kunyit, dan kencur. Saat ini pembeli umumnya hanya mencari pelengkap masakan seperti serai, daun salam, daun jeruk, maupun sedikit lengkuas.

Menurut Siti, perubahan kebiasaan belanja masyarakat mulai terlihat sejak sekitar tahun 2017. Meski bumbu instan sudah mulai beredar saat itu, penggunaannya belum sebanyak sekarang.

“Dulu satu karung lengkuas, jahe, dan lainnya bisa habis sehari. Sekarang ambil lima kilogram saja seminggu belum tentu habis,” katanya.

Turunnya pendapatan dari berjualan bumbu dapur membuat Siti harus mencari tambahan penghasilan lain. Di sela berdagang, ia kini juga menganyam bambu untuk dijadikan caping, tas, hingga besek.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lain, Sunarni. Ia menyebut daya beli masyarakat ikut menurun sehingga pembeli kini membeli bumbu dalam jumlah kecil.

“Sekarang belinya sedikit-sedikit. Paling Rp3.000 sudah campur macam-macam,” ungkapnya.

Menurut Sunarni, jika beberapa tahun lalu pembeli rata-rata berbelanja bumbu dapur hingga Rp10 ribu, kini kebanyakan hanya membeli campuran jahe, kunyit, dan kencur dalam nominal jauh lebih kecil. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan stok agar tidak banyak barang yang terbuang akibat tidak laku terjual. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Serbu Bazar Ramadhan yang Digelar Polres Ponorogo

    Warga Serbu Bazar Ramadhan yang Digelar Polres Ponorogo

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menyambut bulan suci Ramadhan, Polres Ponorogo bersama Bhayangkari Cabang Ponorogo menggelar bazar sembako murah. Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Ponorogo pada Senin (10/3/2025) ini disambut antusias oleh warga yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ketua Bhayangkari Cabang Ponorogo, Titut Andin mengungkapkan bazar ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat […]

    Bagikan
  • Bocah 4 Tahun yang Hilang Ditemukan Tenggelam di Bekas Galian C, Keluarga Histeris

    Bocah 4 Tahun yang Hilang Ditemukan Tenggelam di Bekas Galian C, Keluarga Histeris

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Bocah berusia 4 tahun, Rizuka Putra Ramadhan, yang dilaporkan hilang sejak Senin (13/4/2026), ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 20 jam pencarian bekas tambang galian C di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Korban ditemukan pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di kubangan bekas galian C yang berjarak sekitar 60 hingga […]

    Bagikan
  • Korban Pembunuhan Dimakamkan Satu Liang Lahat, Polisi Dalami Kejiwaan Anak Pelaku

    Korban Pembunuhan Dimakamkan Satu Liang Lahat, Polisi Dalami Kejiwaan Anak Pelaku

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Suasana duka menyelimuti pemakaman pasangan suami istri, Kaseno (65) dan Sarilah (60), korban pembunuhan oleh anak kandungnya sendiri di Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Keduanya dimakamkan dalam satu liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seledok pada Selasa (23/09/2025) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Sebelumnya, jenazah kedua korban sempat menjalani proses […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Gelar Apel Siaga Bencana Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    Polres Madiun Kota Gelar Apel Siaga Bencana Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menyambut datangnya musim penghujan, personel gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah instansi Pemerintah Kota Madiun menggelar apel kesiapsiagaan bencana di halaman Polres Madiun Kota, Rabu (05/11/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan peralatan pendukung dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah […]

    Bagikan
  • Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Penuhi Kuota, Beberapa Mundur Alasan Keluarga

    Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Penuhi Kuota, Beberapa Mundur Alasan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Jumlah peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo belum mencapai kuota maksimal meski kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai. Dari total target 125 siswa, baru 119 anak yang tercatat aktif mengikuti MPLS hari pertama, Jumat (01/08/2025). Menurut Kepala SR Ponorogo, Devit Tri Candrawati, beberapa siswa dari jenjang SD dan SMP […]

    Bagikan
  • Pekan Pertama Seleksi Sekda Kabupaten Madiun Sepi Peminat

    Pekan Pertama Seleksi Sekda Kabupaten Madiun Sepi Peminat

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun— Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun yang dibuka sejak 13 Januari 2026 masih minim peminat. Hingga memasuki pekan pertama pendaftaran, belum satu pun pelamar yang mengirimkan berkas. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun Heru Kuncoro mengatakan, pendaftaran seleksi Sekda masih dibuka hingga 28 Januari 2026. […]

    Bagikan
expand_less