Geger! SD di Ngawi Diacak-acak Maling, Ternyata Pelakunya Masih Bocah
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 53
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Aksi pencurian menyasar fasilitas pendidikan di SD Negeri Cangakan 2, Desa Cangakan, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi pada Rabu (25/2/2026) dini hari. Sejumlah perangkat pembelajaran berupa satu laptop dan dua chromebook raib digondol kawanan pencuri.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan sekolah pada pagi harinya. Kondisi ruang kantor berantakan, lemari penyimpanan terbuka, dan barang-barang berserakan.
Kepala SD Negeri Cangakan 2, Dwi Mahendra Rini Wigati, membenarkan bahwa ruangan kantor telah diacak-acak oleh pencuri. “Saya ditelepon pagi itu oleh tukang bersih-bersih. Saya minta dia jangan masuk dulu. Setelah saya cek, benar kondisi kantor berantakan dan satu laptop serta dua chromebook hilang,” ujarnya.
Petugas Polsek Padas bersama Satreskrim Polres Ngawi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (26/2/2026) siang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela ruang kelas, lalu menjangkau kantor sekolah melalui celah di atas pintu.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan kotak penyimpanan laptop dan chromebook sebagai barang bukti. Kapolsek Padas, AKP Sugeng Wahyudi, menegaskan pihaknya segera menindaklanjuti kasus tersebut.
“Kami mendatangi lokasi, melakukan olah TKP dibantu Polres Ngawi. Mudah-mudahan pelaku bisa segera tertangkap,” ujarnya.
Upaya kepolisian berbuah cepat. Pada hari yang sama, sekitar pukul 15.30 WIB, petugas Satreskrim Polres Ngawi berhasil membekuk tiga pelaku, yang ternyata masih anak-anak di bawah umur. Ketiganya ditangkap di rumah masing-masing tanpa perlawanan.
Para pelaku langsung dibawa ke Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satreskrim Polres Ngawi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti berupa laptop dan dua chromebook juga berhasil ditemukan dan turut diamankan.
Pihak kepolisian masih mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Sementara itu, pihak sekolah berharap kasus ini menjadi yang terakhir serta keamanan fasilitas pendidikan dapat lebih diperketat.(Kus)
- Penulis: Kusnanto


