10 Anak Di Jenangan Diamankan, Buat Petasan Dari Kertas Buku Pelajaran
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 74
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Sebanyak 10 anak di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur diamankan aparat kepolisian dalam sepekan terakhir. Mereka kedapatan membuat balon udara tanpa awak dan ratusan selongsong petasan. Mirisnya, bahan pembuatan selongsong petasan tersebut menggunakan kertas dari buku pelajaran.
Kapolsek Jenangan AKP Amrih Widodo menyampaikan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait aktivitas pembuatan balon udara dan petasan di dua lokasi berbeda, yakni di Desa Jimbe dan Desa Ngrupit.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi kemudian melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan sejumlah anak yang masih berstatus pelajar tengah membuat selongsong petasan serta menyiapkan balon udara.
Dari tangan mereka, petugas mengamankan sedikitnya 342 selongsong petasan berbagai ukuran serta tiga balon udara yang diduga akan diterbangkan.
“Sepekan terakhir, petugas menemukan dan mengamankan ratusan selongsong petasan, sejumlah bahan peledak serta balon udara. Kami juga mengamankan 10 anak yang masih berstatus pelajar,” ujar Amrih, Senin (9/3/2026).
Ia merinci, barang bukti yang diamankan antara lain Ratusan selongsong petasan berbagai ukuran. Selain itu, polisi juga menyita berbagai bahan dan peralatan untuk meracik petasan, seperti 300 gram booster kelengkeng, 250 gram serbuk pigmen silver, 150 gram serbuk sumbu, dua bendel sumbu, serta berbagai peralatan dapur seperti baskom, piring, sendok hingga saringan plastik.
Petugas juga menemukan 22 buku kertas yang telah digunakan sebagai bahan pembuatan selongsong petasan, serta satu balon udara berukuran sekitar empat meter yang siap diterbangkan.
Menurut Amrih, anak-anak tersebut mengaku belajar membuat selongsong petasan dari media sosial dan kanal YouTube, kemudian meracik bubuk petasan secara otodidak.
“Mereka belajar membuat selongsong dari media sosial dan channel YouTube, lalu meracik bubuk petasan secara otodidak,” jelasnya.
Polisi selanjutnya membawa anak-anak tersebut ke Polsek Jenangan untuk diberikan pembinaan terkait bahaya petasan dan balon udara tanpa awak.
Amrih menegaskan, pihaknya akan meningkatkan patroli dan langkah preventif guna mencegah pembuatan petasan maupun penerbangan balon udara liar yang berpotensi membahayakan masyarakat.(ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez


