Longsor Tutup Jalur Ponorogo–Pacitan, Arus Lalin Diberlakukan Buka Tutup
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 39
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Ponorogo sejak Selasa (14/4/2026) malam memicu terjadinya longsor di jalur nasional Ponorogo–Pacitan, tepatnya di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Rabu (15/4/2026) dini hari. Material longsor berupa lumpur dan kayu menutup sebagian badan jalan sehingga arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup.
Longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, setelah kawasan tersebut diguyur hujan cukup lebat dalam durasi yang lama. Tebing setinggi sekitar 35 meter dengan lebar mahkota 5 meter ambrol dan menutup separuh badan jalan utama penghubung Ponorogo–Pacitan.
Material longsor yang terdiri dari lumpur dan kayu lapuk membuat kondisi jalan menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara. Sejumlah kendaraan terpaksa melintas secara bergantian dengan pengawasan petugas di lokasi.
Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan pemadam kebakaran langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan awal dengan membersihkan material longsor secara manual. Sementara itu, arus lalu lintas diatur menggunakan sistem buka tutup guna menghindari kemacetan panjang sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, mengatakan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan perbukitan di wilayah tersebut.
“Longsor terjadi sekitar pukul tiga dini hari akibat hujan dengan intensitas tinggi. Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat proses pembersihan material,” ujarnya.
Selain itu, petugas juga berencana melakukan penyemprotan pada badan jalan agar tidak licin dan dapat dilalui kendaraan dengan lebih aman.
Berdasarkan data sementara, terdapat sembilan titik longsor di sepanjang jalur nasional Ponorogo–Pacitan yang didominasi berada di wilayah Desa Wates. Hingga saat ini, petugas masih menunggu kedatangan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material longsor agar akses jalan dapat kembali normal.
Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur tersebut, terutama saat kondisi cuaca masih berpotensi hujan. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





