Ramadan Penuh Kebahagiaan, Khofifah Ajak 95 Siswa Difabel SLB Madiun Belanja Baju Lebaran di Mall
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Suasana ceria terlihat di Sun City Mall Madiun, Kamis (12/3/2026). Puluhan siswa difabel dari sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota dan Kabupaten Madiun tampak antusias memilih baju Lebaran bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Kegiatan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan ini diikuti oleh 95 siswa difabel yang datang bersama guru serta orang tua mereka. Awalnya, kegiatan tersebut direncanakan hanya diikuti sekitar 50 siswa, namun jumlahnya terus bertambah hingga akhirnya mencapai 95 peserta.
Senyum dan tawa para siswa terlihat saat mereka bebas memilih pakaian Lebaran yang diinginkan. Khofifah pun tampak menyapa dan mendampingi beberapa siswa saat berbelanja di pusat perbelanjaan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada para guru SLB yang selama ini dengan sabar membimbing dan mendampingi anak-anak difabel.
“Guru-guru ini luar biasa dalam membimbing, mendidik, dan mendampingi anak-anak dengan berbagai keterbatasan. Kesabaran mereka sangat luar biasa,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesalehan sosial di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan. “Kita ingin berbagi kebahagiaan dan bersapa di bulan Ramadan ini. Mudah-mudahan kebahagiaan ini menjadi penguat persaudaraan kita,” katanya.
Khofifah menambahkan, berbagi di bulan Ramadan biasanya identik dengan santunan kepada anak yatim. Namun kali ini, ia ingin menghadirkan kebahagiaan bagi para penyandang disabilitas sebagai pengingat untuk selalu mensyukuri nikmat kesehatan dan fungsi indera yang dimiliki.
“Dengan bersapa bersama saudara-saudara difabel, kita diingatkan untuk mensyukuri anugerah yang diberikan Tuhan. Ada saudara kita yang memiliki keterbatasan pada penglihatan, pendengaran, bicara maupun fisik, tetapi mereka tetap semangat menjalani kehidupan,” jelasnya.
Kegiatan ini tak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para siswa difabel, tetapi juga menyisakan haru bagi guru dan orang tua yang mendampingi mereka. Salah satunya dirasakan oleh Sudarsih, guru dari SLB Negeri Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak difabel, terutama di momen Ramadan.
“Terima kasih untuk Ibu Khofifah dan Bapak Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur. Anak-anak kami yang istimewa baru kali ini mendapatkan perhatian khusus seperti ini di bulan Ramadan. Harapannya anak-anak merasa senang dan diperhatikan. Anak-anak kami ini luar biasa, sehingga memang membutuhkan pelayanan yang lebih optimal,” ujarnya.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Sunari, warga Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, yang mendampingi putrinya Anisa Nur Rohmah (10), siswa kelas 3 SD di SLB Negeri Karangrejo.
Sunari mengaku sangat terharu karena anaknya yang memiliki kondisi down syndrome dapat merasakan langsung perhatian dari gubernur.
“Sangat senang dan bahagia. Bu Gubernur bisa memperhatikan anak-anak seperti anak saya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anisa memilih beberapa kebutuhan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, mulai dari baju Lebaran hingga perlengkapan sekolah. Ia menuturkan, putrinya tampak sangat gembira karena bisa bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Timur.
“Anak saya senang sekali. Tadi bisa salaman bahkan pelukan dengan Bu Gubernur. Mudah-mudahan tahun depan bisa diadakan lagi, supaya anak-anak yang belum kebagian juga bisa ikut merasakan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan sederhana tersebut, diharapkan dapat memberikan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama di momen Ramadan yang penuh berkah.(Krs).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung







