Berita Terkini
Trending Tags

Pemkab Magetan Andalkan Ribuan Rumah Burung Hantu untuk Atasi Hama Tikus

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 58
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
RBH jadi metode untuk mengendalikan hama tikus. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mengandalkan metode pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan melalui pemasangan Rumah Burung Hantu (RBH) di berbagai sentra pertanian. Tercatat tahun 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan telah membangun sebanyak 941 unit RBH yang tersebar di sejumlah wilayah rawan serangan tikus.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan DTPHP Magetan, Romandhon, mengatakan program pengadaan RBH telah berjalan secara bertahap sejak tahun 2015. Keberadaan RBH dinilai efektif membantu petani mengendalikan populasi tikus yang selama ini menjadi salah satu ancaman utama terhadap produktivitas pertanian.

“Sejak 2015 hingga 2025, kami telah membangun 941 rumah burung hantu. Program ini menjadi salah satu upaya pengendalian hama tikus secara alami yang terus kami dorong di Kabupaten Magetan,” ujar Romandhon.

Meski demikian, pada tahun 2026 pengadaan RBH untuk sementara dihentikan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Namun, DTPHP memastikan program tersebut masih berpeluang dilanjutkan apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan pada tahun-tahun mendatang.

Selain pembangunan rumah burung hantu, DTPHP juga melakukan upaya pelestarian predator alami tikus. Salah satunya dengan memberikan bantuan sepasang burung hantu jenis Malabar di Kecamatan Kartoharjo guna mendukung peningkatan populasi burung pemangsa tersebut yang dinilai masih terbatas.

Menurut Romandhon, satu unit RBH mampu menjangkau area perburuan tikus hingga sekitar lima hektare lahan pertanian. Seekor burung hantu bahkan dapat memangsa antara lima hingga sepuluh ekor tikus setiap malam. Jumlah tersebut bisa meningkat hingga 20 ekor saat induk burung hantu sedang merawat anaknya dan membutuhkan lebih banyak asupan makanan.

“Burung hantu merupakan predator alami yang sangat efektif. Karena aktivitasnya pada malam hari, keberadaannya sangat membantu mengendalikan populasi tikus di area persawahan,” jelasnya.

Dari total 941 unit RBH yang dibangun pemerintah, program tersebut mendapat respons positif dari petani. Bahkan sejumlah kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) secara mandiri membangun RBH tambahan melalui sistem swadaya.

Berdasarkan pendataan DTPHP, jumlah RBH yang saat ini berdiri di seluruh Kabupaten Magetan diperkirakan mencapai sekitar 1.500 unit jika digabungkan dengan pembangunan swadaya masyarakat.

Sebaran RBH hampir mencakup seluruh wilayah pertanian di Kabupaten Magetan, terutama di daerah yang menjadi kawasan endemis serangan tikus. Kecamatan Kartoharjo, Barat, Maospati, dan sejumlah wilayah dataran rendah lainnya menjadi lokasi dengan jumlah RBH yang relatif lebih banyak dibandingkan daerah pegunungan seperti Poncol dan sebagian wilayah Plaosan yang tingkat serangan tikusnya lebih rendah.

Jika dihitung berdasarkan daya jangkau masing-masing RBH, maka sekitar 1.500 unit rumah burung hantu berpotensi melindungi hingga 7.500 hektare lahan pertanian dari ancaman hama tikus.

Meski menjadi salah satu metode unggulan, pengendalian hama tikus di Magetan tidak hanya mengandalkan burung hantu. DTPHP juga rutin melaksanakan gerakan pengendalian massal (gerdal) melalui penggunaan alat emposan dan bantuan belerang yang dapat dimanfaatkan kelompok tani saat terjadi peningkatan populasi tikus. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proses PAW di DPRD Magetan Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum Gus Wakhid Ajukan Gugatan PMH

    Proses PAW di DPRD Magetan Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum Gus Wakhid Ajukan Gugatan PMH

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik adanya Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Kabupaten Magetan dari fraksi PKB terus berlanjut. Proses pergantian terhadap Nur Wakhid disebut-sebut berjalan tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku. Nurcahyo, kuasa hukum Gus Wakhid, menilai keputusan tersebut dilakukan secara terburu-buru dan mengabaikan prinsip dasar demokrasi. Menurutnya, tindakan pimpinan DPRD Magetan dalam […]

    Bagikan
  • Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Desa Candirejo, Magetan, dipenuhi lautan manusia pada Minggu (14/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong mengikuti Andum Berkah Festival Jenang Candi 2025, sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti. Acara dimulai dengan arak-arakan gunungan berisi jenang candi, sayur-mayur hasil bumi, dan kerajinan kulit khas Magetan. Gunungan itu diarak keliling desa sebelum akhirnya dibawa ke Pasar […]

    Bagikan
  • Harga Sembako di PBM Stabil, Bumbu Dapur dan Sayur Mulai Alami Kenaikan Menjelang Ramadhan

    Harga Sembako di PBM Stabil, Bumbu Dapur dan Sayur Mulai Alami Kenaikan Menjelang Ramadhan

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menjelang bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok di Pasar Besar Kota Madiun (PBM) terpantau stabil. Sebagian besar komoditas sembako, seperti beras dan minyak goreng harga jual tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan sebulan atau dua bulan lalu. “Harga sembako seperti beras dan minyak goreng masih tetap normal, seperti bulan lalu, […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Anjurkan Warga Meminimalisir Sampah Dibuang ke TPA

    Pemkab Madiun Anjurkan Warga Meminimalisir Sampah Dibuang ke TPA

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun berupaya menggandeng berbagai pihak untuk mengatasi masalah sampah yang terus menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu Mejayan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama berbagai pihak dari bermacam sektor dalam acara dialog interaktif dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional HPSN Kamis (27/2/2025). Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Madiun, […]

    Bagikan
  • Sekolah Rakyat Jalan di Tempat, Ini Alasannya

    Sekolah Rakyat Jalan di Tempat, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Menjelang tahun ajaran baru, progres rehabilitasi gedung Industri Kecil Menengah (IKM) di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan, yang rencananya digunakan sebagai Sekolah Rakyat (SR) sementara, belum menunjukkan kemajuan berarti. Sejumlah fasilitas penting seperti kamar mandi, asrama siswa, hingga plafon atap masih belum tersentuh perbaikan. Padahal, waktu terus berjalan dan kebutuhan tempat […]

    Bagikan
  • PMK Serang Ratusan Sapi, Disnakkan Magetan Beri Imbauan Penting

    PMK Serang Ratusan Sapi, Disnakkan Magetan Beri Imbauan Penting

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 109
    • 0Komentar

    KAB. MAGETAN – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan bergerak cepat usai menerima laporan terkait ratusan sapi yang dimiliki warga terinfeksi virus penyakit mulut dan kuku (PMK). Sesuai laporan, setidaknya ada 33 ekor sapi mati hingga Senin (30/12/2024). Sementara, tahun 2024 ini tercatat sudah 781 kasus PMK yang telah dilaporkan. “Jadi dari ratusan yang dilaporkan, […]

    Bagikan
expand_less