Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Pemkab Magetan Andalkan Ribuan Rumah Burung Hantu untuk Atasi Hama Tikus

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 184
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
RBH jadi metode untuk mengendalikan hama tikus. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mengandalkan metode pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan melalui pemasangan Rumah Burung Hantu (RBH) di berbagai sentra pertanian. Tercatat tahun 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan telah membangun sebanyak 941 unit RBH yang tersebar di sejumlah wilayah rawan serangan tikus.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan DTPHP Magetan, Romandhon, mengatakan program pengadaan RBH telah berjalan secara bertahap sejak tahun 2015. Keberadaan RBH dinilai efektif membantu petani mengendalikan populasi tikus yang selama ini menjadi salah satu ancaman utama terhadap produktivitas pertanian.

“Sejak 2015 hingga 2025, kami telah membangun 941 rumah burung hantu. Program ini menjadi salah satu upaya pengendalian hama tikus secara alami yang terus kami dorong di Kabupaten Magetan,” ujar Romandhon.

Meski demikian, pada tahun 2026 pengadaan RBH untuk sementara dihentikan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Namun, DTPHP memastikan program tersebut masih berpeluang dilanjutkan apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan pada tahun-tahun mendatang.

Selain pembangunan rumah burung hantu, DTPHP juga melakukan upaya pelestarian predator alami tikus. Salah satunya dengan memberikan bantuan sepasang burung hantu jenis Malabar di Kecamatan Kartoharjo guna mendukung peningkatan populasi burung pemangsa tersebut yang dinilai masih terbatas.

Menurut Romandhon, satu unit RBH mampu menjangkau area perburuan tikus hingga sekitar lima hektare lahan pertanian. Seekor burung hantu bahkan dapat memangsa antara lima hingga sepuluh ekor tikus setiap malam. Jumlah tersebut bisa meningkat hingga 20 ekor saat induk burung hantu sedang merawat anaknya dan membutuhkan lebih banyak asupan makanan.

“Burung hantu merupakan predator alami yang sangat efektif. Karena aktivitasnya pada malam hari, keberadaannya sangat membantu mengendalikan populasi tikus di area persawahan,” jelasnya.

Dari total 941 unit RBH yang dibangun pemerintah, program tersebut mendapat respons positif dari petani. Bahkan sejumlah kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) secara mandiri membangun RBH tambahan melalui sistem swadaya.

Berdasarkan pendataan DTPHP, jumlah RBH yang saat ini berdiri di seluruh Kabupaten Magetan diperkirakan mencapai sekitar 1.500 unit jika digabungkan dengan pembangunan swadaya masyarakat.

Sebaran RBH hampir mencakup seluruh wilayah pertanian di Kabupaten Magetan, terutama di daerah yang menjadi kawasan endemis serangan tikus. Kecamatan Kartoharjo, Barat, Maospati, dan sejumlah wilayah dataran rendah lainnya menjadi lokasi dengan jumlah RBH yang relatif lebih banyak dibandingkan daerah pegunungan seperti Poncol dan sebagian wilayah Plaosan yang tingkat serangan tikusnya lebih rendah.

Jika dihitung berdasarkan daya jangkau masing-masing RBH, maka sekitar 1.500 unit rumah burung hantu berpotensi melindungi hingga 7.500 hektare lahan pertanian dari ancaman hama tikus.

Meski menjadi salah satu metode unggulan, pengendalian hama tikus di Magetan tidak hanya mengandalkan burung hantu. DTPHP juga rutin melaksanakan gerakan pengendalian massal (gerdal) melalui penggunaan alat emposan dan bantuan belerang yang dapat dimanfaatkan kelompok tani saat terjadi peningkatan populasi tikus. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Paripurna P-APBD 2026, Pemkab Madiun Kejar PAD dan Genjot Infrastruktur Rp89 Miliar

    Rapat Paripurna P-APBD 2026, Pemkab Madiun Kejar PAD dan Genjot Infrastruktur Rp89 Miliar

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun menghadapi tekanan fiskal dalam pembahasan Rancangan Perubahan APBD (Raperda P-APBD) 2026. Transfer dari pemerintah pusat turun sekitar Rp97,18 miliar, sementara ruang untuk menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga terbatas karena pemerintah tidak ingin menambah beban masyarakat. Kondisi tersebut menjadi salah satu poin utama dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten […]

    Bagikan
  • Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Madiun Sepanjang 2025 Tercatat 370 Kasus

    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Madiun Sepanjang 2025 Tercatat 370 Kasus

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Madiun Kota pada tahun 2025 ini mengalami kenaikan. Sesuai data per 15 Desember 2025, jumlah laka lantas di angka 370 kasus atau naik 1,65 persen dibandingkan 2024 dengan 364 kasus. Untuk korban meninggal dunia juga mengalami kenaikan di angka 36 korban, dibandingkan […]

    Bagikan
  • Ditunjuk Plt Bupati Ponorogo, Ini Rekam Jejak Karir Lisdyarita

    Ditunjuk Plt Bupati Ponorogo, Ini Rekam Jejak Karir Lisdyarita

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Pasca operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pada Jumat (7/11/2025), roda pemerintahan di Ponorogo kini resmi dikendalikan oleh Lisdyarita, Wakil Bupati yang ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo. Penunjukan Lisdyarita tertuang dalam radiogram Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dikirim kepada DPRD […]

    Bagikan
  • Angin Kencang Terjang Ngawi, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak

    Angin Kencang Terjang Ngawi, Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Ngawi pada Kamis (02/10/2025) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Dampaknya cukup luas, mulai dari rumah warga rusak, fasilitas umum terdampak, hingga pohon tumbang yang menutup akses jalan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi, kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Mantingan […]

    Bagikan
  • KUA-PPAS 2027 Magetan Disepakati, Program Prioritas Bupati Jadi Fokus Penganggaran

    KUA-PPAS 2027 Magetan Disepakati, Program Prioritas Bupati Jadi Fokus Penganggaran

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan bersama DPRD Magetan menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Magetan 2027. Wakil Ketua DPRD Magetan Pangayoman mengatakan, kesepakatan KUA-PPAS memuat arah kebijakan penganggaran serta prioritas pembangunan […]

    Bagikan
  • Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjahit Seragam di Magetan Kebanjiran Pesanan hingga Stop Orderan

    Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjahit Seragam di Magetan Kebanjiran Pesanan hingga Stop Orderan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sinergia| Magetan – Memasuki masa persiapan tahun ajaran baru 2026/2027, permintaan jasa jahit seragam sekolah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengalami lonjakan signifikan. Tingginya pesanan membuat sejumlah penjahit kewalahan memenuhi permintaan pelanggan, bahkan sebagian memilih menghentikan sementara penerimaan order baru agar kualitas pekerjaan tetap terjaga. Salah satu penjahit yang merasakan lonjakan tersebut adalah Edi Purwanto, […]

    Bagikan
expand_less