Pelantikan IKPM Gontor Madiun 2026–2030, Kyai Hasan Tekankan Kewajiban Bukan Sekadar Kebaikan
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 42
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun — Kepengurusan baru Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor Cabang Madiun periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat di Pendopo Muda Graha, Kabupaten Madiun, Minggu (15/3/2026). Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kyai Haji Hasan Abdullah Sahal, serta dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Madiun.
Acara ini menandai estafet kepemimpinan organisasi alumni Gontor di wilayah Madiun, sekaligus memperkuat peran IKPM dalam bidang sosial, pendidikan, dan dakwah di tengah masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Kyai Hasan Abdullah Sahal mengajak para hadirin untuk memahami kembali makna kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyoroti bahwa hal-hal seperti kasih sayang orang tua kepada anak maupun sikap hormat anak kepada orang tua sejatinya bukanlah bentuk kebaikan yang luar biasa, melainkan sesuatu yang sudah seharusnya menjadi standar.
“Kalau orang tua sayang kepada anak, itu bukan sesuatu yang istimewa, itu biasa. Justru kalau tidak sayang, itu yang perlu dipertanyakan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia juga menyinggung fenomena sosial yang menunjukkan adanya penyimpangan dari nilai-nilai dasar tersebut, seperti kasus kekerasan dalam keluarga. Menurutnya, kondisi itu menjadi alarm bahwa sebagian orang belum menjalankan kewajiban yang semestinya.

Lebih lanjut, Kyai Hasan menekankan pentingnya introspeksi diri. Ia mengingatkan bahwa menjalankan kewajiban tidak seharusnya dipandang sebagai prestasi, melainkan sebagai hal yang wajar dilakukan setiap individu.
“Kalau kewajiban sudah dikerjakan, itu bukan ‘baik’, tapi memang sudah seharusnya. Tinggal kita nilai sendiri, mana yang lebih banyak, kewajiban yang sudah atau yang belum kita lakukan,” tuturnya.
Adapun susunan kepengurusan IKPM Gontor Cabang Madiun yang baru meliputi Dewan Pembina KH. Muhammad Shiddiq, M.A., Dr. KH. Munir Zuhdi, Lc., M.Ag., Drs. KH. Munif Ahshani, Irfan Ammar Bittaqua, S.Pd.I., serta Purnomo, S.H.I. Sementara untuk Pengurus Harian, Mukhtim Humaidi, M.I.R.K.H. menjabat sebagai ketua, didampingi Wakil Ketua 1 Faiz Swalgany, M., dan Wakil Ketua 2 Reza Fahlevie, S.Ag.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia menilai nilai-nilai kepesantrenan yang dimiliki alumni Gontor menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, prinsip keikhlasan, kesederhanaan, dan kemandirian yang ditanamkan di pondok pesantren dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Pemerintah Kabupaten Madiun, kata dia, juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk IKPM Gontor Cabang Madiun. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung terwujudnya program pembangunan daerah yang bersih, sehat, dan sejahtera.
“Kolaborasi ini kami harapkan terus terjalin agar berbagai program, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun dakwah, dapat berjalan selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Madiun,” tutup Hari Wuryanto.(Tov).
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Kris/Byg







