Santri Tenggelam Saat Mandi di Bengawan Solo, Ibu Korban Menangis Histeris
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 124
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Seorang santri Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Bengawan Solo pada Kamis (11/6/2026) sore. Korban bernama Muhamad Maulana Rifai (14), warga Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama 13 rekan sesama santri mandi di Sungai Bengawan Solo yang berada tidak jauh dari lingkungan pondok pesantren. Diduga korban berenang menuju bagian tengah sungai yang memiliki kedalaman antara empat hingga lima meter dengan arus cukup deras.
“Korban mandi bersama 13 temannya. Saat berada di tengah sungai korban tenggelam. Sempat muncul dan teman-temannya berusaha menolong menggunakan bambu, tetapi tidak berhasil. Korban merupakan santri pondok pesantren di sekitar lokasi,” ujar Joko Tris, salah satu relawan pencarian.
Kabar tenggelamnya korban segera disampaikan kepada keluarga. Sang ibu, Jumiati (40), langsung datang dari Sragen menuju lokasi kejadian. Setibanya di tepi sungai, ia tampak tak kuasa menahan kesedihan dan menangis histeris menunggu kabar keberadaan putranya.
Sejumlah santri yang turut berada di lokasi saat kejadian terlihat menghampiri dan meminta maaf kepada ibu korban karena tidak mampu menyelamatkan Rifai. Sementara itu, barang-barang milik korban berupa sarung, kaus, dan sandal ditemukan di tepi sungai.
Petugas gabungan dari BPBD Ngawi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, kepolisian, serta relawan langsung melakukan pencarian setelah menerima laporan dari warga. Namun derasnya arus sungai menjadi kendala utama dalam operasi penyelamatan.
Kasi Penyelamatan Damkar Ngawi, Rohmad Angga, mengungkapkan tim mengalami kesulitan saat melakukan pencarian.
“Kondisi arus sungai cukup deras dan kedalamannya mencapai beberapa meter. Sampai saat ini korban belum ditemukan. Kami juga berkoordinasi dan menunggu bantuan dari Basarnas untuk memperluas pencarian,” kata Rohmad.
Kapolsek Mantingan, IPTU Andy Wijayanto, membenarkan adanya laporan seorang santri yang diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo.
“Kami menerima laporan adanya seorang anak yang diduga tenggelam. Setelah mendapat informasi, anggota langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ujarnya.
Hingga menjelang malam, korban masih belum ditemukan. Karena kondisi mulai gelap dan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas, operasi pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Jumat pagi dengan melibatkan tim Basarnas Pos Bojonegoro. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





