Pemkab Magetan Siapkan Lintas Sektor Hadapi Arus Mudik dan Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 25
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyatakan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) siap menghadapi arus mudik serta potensi meningkatnya kunjungan wisatawan pada libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Kesiapan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi pemerintah pusat yang meminta daerah memperketat koordinasi dan pengamanan selama masa Lebaran.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti atau Nanik Sumantri, menegaskan bahwa jajaran pemerintah telah melakukan rapat lintas organisasi perangkat daerah untuk memastikan seluruh layanan publik berjalan optimal. Instruksi tersebut juga merespons Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait kesiapsiagaan daerah pada momen Lebaran.
Dalam konferensi pers di rumah dinas bupati, ia menyampaikan bahwa pemkab telah merampungkan sejumlah langkah antisipatif.
“Surat edaran dari Menteri Dalam Negeri telah kami tindak lanjuti. Semua OPD yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat telah kami kumpulkan dan kami pastikan dalam kondisi siap,” ujar Nanik, Senin (16/3/2026) petang.
Salah satu fokus utama adalah ketersediaan kebutuhan pokok. Dinas Perindustrian dan Perdagangan ditugaskan untuk memonitor distribusi bahan pokok, BBM, serta LPG agar tidak terjadi kelangkaan.
“Disperindag sudah memastikan seluruh distribusi berjalan lancar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir selama Lebaran,” jelas Nanik.
Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah juga terus memantau dinamika harga di pasar untuk mengantisipasi potensi kenaikan.
Pemkab turut memperkuat sektor infrastruktur jelang arus mudik. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan perbaikan dan penambalan sejumlah jalan yang menjadi jalur pemudik.
“Perbaikan jalan sudah dilakukan pada titik-titik yang dilalui pemudik, dan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) juga dilakukan agar rambu lalu lintas siap digunakan,” terangnya.
Dinas Perhubungan melengkapi langkah tersebut dengan pengecekan kelayakan kendaraan angkutan umum serta rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan.
Sejumlah titik keramaian seperti objek wisata, pusat hiburan, serta ruang publik diproyeksikan bakal mengalami lonjakan pengunjung. Untuk itu, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran diperintahkan meningkatkan patroli dan pengawasan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga disiagakan untuk mengantisipasi bencana alam maupun non-alam, termasuk di jalur padat pemudik.
Dinas Kesehatan (Dinkes) serta rumah sakit daerah telah memperkuat layanan kesehatan dengan menyiagakan layanan darurat dan membuka akses call center selama 24 jam.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, memberikan imbauan khusus kepada pelaku usaha di kawasan wisata agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kami minta para pedagang memasang daftar harga. Jangan sampai wisatawan merasa dirugikan karena praktik getok harga,” tegasnya.
Ia juga menyoroti laporan masyarakat terkait kelangkaan LPG di beberapa daerah. Pemkab, kata dia, telah menindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Jika ada pedagang yang menimbun LPG, masyarakat bisa segera melapor ke Satgas Pangan supaya bisa ditindak cepat,” ujarnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez







