Kisah Jemaah Haji Asal Madiun Jalani Arbain di Masjid Nabawi, Penuh Haru dan Syukur
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madinah – Jemaah haji asal Kabupaten Madiun tidak menyia-nyiakan waktu mereka menapakkan kaki di Masjid Nabawi. Di salah satu masjid paling suci bagi umat Islam itu, hari-hari mereka diisi dengan ibadah yang terasa lebih mendalam. Shalat lima waktu yang diupayakan selalu berjamaah, doa-doa yang dilangitkan, serta ziarah penuh haru ke makam Rasulullah SAW.
Masjid Nabawi bukan sekadar tempat ibadah biasa. Di dalam kompleksnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW., yang berada dalam satu kawasan bersama dua sahabat terdekatnya, Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab. Bagi jemaah, ziarah ke tempat ini menjadi momen spiritual yang sarat makna. Sebuah kesempatan untuk menyampaikan salam dan penghormatan kepada sosok yang menjadi teladan umat Islam.Tak jauh dari makam tersebut, terdapat area yang dikenal sebagai Raudhah. Raudhah sering disebut sebagai “taman surga”, merujuk pada sabda Nabi yang menyebutkan bahwa area antara rumah dan mimbarnya merupakan salah satu taman dari taman-taman surga.
Raudhah menjadi tempat yang sangat diidamkan oleh jemaah untuk beribadah, berdoa, dan bermunajat. Tak heran, suasana di area ini kerap dipenuhi harap dan haru, dengan jemaah yang menunggu giliran agar bisa merasakan kedekatan spiritual di dalamnya.
Selain itu, pengalaman yang tak kalah berkesan bagi jemaah adalah pelaksanaan arbain. Arbain merujuk pada upaya menjalankan shalat berjamaah sebanyak 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi tanpa terlewat takbiratul ihram bersama imam. Ibadah ini bukan sekadar soal hitungan, melainkan bentuk kedisiplinan, ketekunan, dan kecintaan terhadap ibadah berjamaah di salah satu tempat paling mulia dalam Islam.
Hasyim, salah satu jemaah haji asal Kabupaten Madiun, mengungkapkan bahwa momen arbain menjadi pengalaman paling membekas selama berada di Madinah. “Bisa menyelesaikan arbain itu rasanya luar biasa. Ada rasa haru dan syukur yang sulit diungkapkan,” tuturnya.
Bagi para jemaah, perjalanan ini bukan hanya tentang persiapan menghadapi puncak haji, tetapi juga tentang merasakan kedekatan yang lebih dalam dengan sejarah, nilai, dan spiritualitas Islam. Di antara lantunan doa dan langkah kaki yang beriringan, tersimpan cerita-cerita kecil yang kelak akan menjadi kenangan seumur hidup. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





