Berita Terkini
Trending Tags

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Kecilkan Ukuran

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 140
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perajin tempe di Ponorogo kecilkan ukuran akibat harga kedelai naik, Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga kedelai impor di pasaran memaksa sejumlah perajin tempe di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengurangi ukuran produk mereka. Langkah ini diambil karena para perajin tidak berani menaikkan harga jual di tengah tuntutan pasar dan daya beli masyarakat yang terbatas.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Hadi Prayitno, perajin tempe asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo. Ia mengaku harus memutar otak untuk mempertahankan usahanya yang telah dirintis selama 14 tahun terakhir.

Menurut Hadi, salah satu langkah yang diambil adalah mengurangi berat tempe. Jika sebelumnya satu kotak tempe memiliki berat 380 gram, kini hanya 350 gram atau berkurang sekitar 30 gram.

“Tidak ada jalan lain selain menyiasati. Ukurannya terpaksa dikurangi sedikit,” ujarnya.

Kenaikan harga kedelai yang terjadi dalam dua bulan terakhir menjadi penyebab utama. Per Senin, 4 Mei, harga kedelai kembali naik sebesar Rp100 per kilogram, menjadi Rp10.500 per kilogram. Padahal, dua bulan sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp9.600 hingga Rp9.800 per kilogram.

Tak hanya kedelai, harga plastik sebagai bahan pembungkus juga mengalami kenaikan hingga hampir dua kali lipat. Kondisi ini semakin menambah beban produksi para perajin.

Hadi mengungkapkan, opsi menaikkan harga jual bukanlah pilihan yang mudah. Berdasarkan komunikasi dengan para pelanggan, kenaikan harga berisiko membuat pedagang tidak mampu menjual kembali tempe kepada konsumen.

“Kalau harga dinaikkan, pelanggan bisa kabur karena pedagang juga takut tidak laku,” katanya.

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, Hadi kini memproduksi tiga varian ukuran tempe dengan harga Rp2.000, Rp4.000, dan Rp5.000 per kemasan. Strategi ini dilakukan agar produk tetap terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu, Rafli, pedagang kedelai di Pasar Legi Ponorogo, menjelaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini merupakan harga eceran di tingkat pasar. Ia menyebut, lonjakan harga sudah terjadi sejak adanya konflik global yang memengaruhi pasokan kedelai impor.

Menurut Rafli, sebelumnya harga kedelai eceran berada di kisaran Rp10.000 per kilogram. Namun saat ini telah naik menjadi sekitar Rp12.000 per kilogram. Ia berharap harga kedelai dapat segera kembali stabil agar tidak semakin membebani pedagang maupun pelaku usaha olahan kedelai.

Para perajin berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kedelai impor di pasaran. Pasalnya, tempe dan tahu merupakan salah satu bahan pangan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geledah Balai Kota Madiun, KPK Periksa Ruang Kerja Wali Kota Nonaktif Maidi Play Button

    Geledah Balai Kota Madiun, KPK Periksa Ruang Kerja Wali Kota Nonaktif Maidi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelisik kasus dugaan korupsi di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Kali ini, giliran Balai Kota Madiun yang menjadi sasaran penggeledahan oleh lembaga antirasuah itu pada Kamis (29/01/2026). Tim penyidik KPK tiba di Balai Kota sekira pukul 09.30 WIB dengan 8 mobil Toyota Innova. Dalam penggeledahan ini, […]

    Bagikan
  • Truk Bermuatan Hebel Patah As Roda di Perlintasan JPL 136, Perjalanan KA di Daop 7 Madiun Terganggu

    Truk Bermuatan Hebel Patah As Roda di Perlintasan JPL 136, Perjalanan KA di Daop 7 Madiun Terganggu

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Perjalanan kereta api di wilayah KAI Daop 7 Madiun sempat terganggu akibat insiden di perlintasan kereta api (KA) di antara Jalan Basuki Rahmat dan Jalan S. Parman Kota Madiun pada Kamis malam (7/5/2026). Akibat kejadian tersebut, Kereta Api (KA) BIAS tujuan Caruban mengalami keterlambatan hingga 36 menit. Manager Humas PT […]

    Bagikan
  • Longsor Batu Besar di Telaga Ngebel, Dua Wisatawan Luka Serius

    Longsor Batu Besar di Telaga Ngebel, Dua Wisatawan Luka Serius

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peristiwa longsor terjadi di kawasan wisata Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (21/6/2025) pukul 16.10 WIB.  Dua orang wisatawan menjadi korban setelah tertimpa batu berukuran besar saat melintas di jalur lingkar telaga menggunakan sepeda motor. Kedua korban diketahui merupakan ibu dan anak, masing-masing bernama Sundari (47) dan putranya, Naufal Riska […]

    Bagikan
  • Puluhan Siswa di Madiun Mual dan Muntah Usai Santap Menu Nasi Goreng Program MBG

    Puluhan Siswa di Madiun Mual dan Muntah Usai Santap Menu Nasi Goreng Program MBG

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Puluhan siswa dari tiga Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap nasi goreng dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (27/11/2025). Insiden ini memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan membuat para orang tua berbondong-bondong menjemput anak mereka. Tiga sekolah yang terdampak yakni SDN Klecorejo, […]

    Bagikan
  • Miris! Ayah Tiri di Magetan Aniaya Remaja 14 Tahun, Akui Juga Lakukan Tindakan Asusila

    Miris! Ayah Tiri di Magetan Aniaya Remaja 14 Tahun, Akui Juga Lakukan Tindakan Asusila

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa remaja berinisial SD (14) di Kabupaten Magetan memasuki babak baru. Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magetan resmi menetapkan BA (41), warga Kecamatan Bendo, sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan. Keputusan tersebut diambil setelah penyidik memastikan adanya bukti awal yang kuat terkait dugaan […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Mutasi 5 Pejabat Tinggi, Maidi : Harus Berinovasi

    Wali Kota Madiun Mutasi 5 Pejabat Tinggi, Maidi : Harus Berinovasi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi melakukan penyegaran struktural Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Madiun. Lima pejabat pimpinan tinggi pratama menjalani pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan di Gedung GCIO Dinas Kominfo Kota Madiun, pada Rabu (07/05/2025). 5 pejabat eselon II tersebut diantaranya Agus Siswanta dari Staf Ahli Bidang Ekonomi […]

    Bagikan
expand_less