Berita Terkini
Trending Tags

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Kecilkan Ukuran

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 217
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perajin tempe di Ponorogo kecilkan ukuran akibat harga kedelai naik, Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Kenaikan harga kedelai impor di pasaran memaksa sejumlah perajin tempe di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengurangi ukuran produk mereka. Langkah ini diambil karena para perajin tidak berani menaikkan harga jual di tengah tuntutan pasar dan daya beli masyarakat yang terbatas.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Hadi Prayitno, perajin tempe asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo. Ia mengaku harus memutar otak untuk mempertahankan usahanya yang telah dirintis selama 14 tahun terakhir.

Menurut Hadi, salah satu langkah yang diambil adalah mengurangi berat tempe. Jika sebelumnya satu kotak tempe memiliki berat 380 gram, kini hanya 350 gram atau berkurang sekitar 30 gram.

“Tidak ada jalan lain selain menyiasati. Ukurannya terpaksa dikurangi sedikit,” ujarnya.

Kenaikan harga kedelai yang terjadi dalam dua bulan terakhir menjadi penyebab utama. Per Senin, 4 Mei, harga kedelai kembali naik sebesar Rp100 per kilogram, menjadi Rp10.500 per kilogram. Padahal, dua bulan sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp9.600 hingga Rp9.800 per kilogram.

Tak hanya kedelai, harga plastik sebagai bahan pembungkus juga mengalami kenaikan hingga hampir dua kali lipat. Kondisi ini semakin menambah beban produksi para perajin.

Hadi mengungkapkan, opsi menaikkan harga jual bukanlah pilihan yang mudah. Berdasarkan komunikasi dengan para pelanggan, kenaikan harga berisiko membuat pedagang tidak mampu menjual kembali tempe kepada konsumen.

“Kalau harga dinaikkan, pelanggan bisa kabur karena pedagang juga takut tidak laku,” katanya.

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, Hadi kini memproduksi tiga varian ukuran tempe dengan harga Rp2.000, Rp4.000, dan Rp5.000 per kemasan. Strategi ini dilakukan agar produk tetap terjangkau bagi masyarakat.

Sementara itu, Rafli, pedagang kedelai di Pasar Legi Ponorogo, menjelaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini merupakan harga eceran di tingkat pasar. Ia menyebut, lonjakan harga sudah terjadi sejak adanya konflik global yang memengaruhi pasokan kedelai impor.

Menurut Rafli, sebelumnya harga kedelai eceran berada di kisaran Rp10.000 per kilogram. Namun saat ini telah naik menjadi sekitar Rp12.000 per kilogram. Ia berharap harga kedelai dapat segera kembali stabil agar tidak semakin membebani pedagang maupun pelaku usaha olahan kedelai.

Para perajin berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kedelai impor di pasaran. Pasalnya, tempe dan tahu merupakan salah satu bahan pangan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Maidi Cek Lahan Kantor Kemenhaj dan TPS 3R Terpadu

    Wali Kota Maidi Cek Lahan Kantor Kemenhaj dan TPS 3R Terpadu

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi melakukan peninjauan dan pemantauan sarana dan prasarana pelayanan Pemerintah Kota Madiun pada Selasa (06/01/2026). Salah satunya terkait rencana pembangunan kantor Kementerian Haji dan Umroh di Kota Madiun. Salah satu titik lahan yang disiapkan berada di seputaran Jalan Ring Road di Kelurahan Winongo Kecamata Manguharjo. “Itu tanahnya […]

    Bagikan
  • 11 Warga Catatkan Aliran Kepercayaan di KTP Sepanjang 2025

    11 Warga Catatkan Aliran Kepercayaan di KTP Sepanjang 2025

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sepanjang tahun 2025 ini, sebanyak 11 warga Kabupaten Madiun memilih mencatatkan aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) dalam KTP mereka. Data itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Dispendukcapil Kabupaten Madiun, Sayogyo. Ia menegaskan bahwa pencatatan aliran kepercayaan merupakan hak setiap warga negara yang dijamin […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Usulkan Tambahan 7.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Kuota NPK dan Organik Belum Mencukupi

    Pemkab Magetan Usulkan Tambahan 7.000 Ton Pupuk Bersubsidi, Kuota NPK dan Organik Belum Mencukupi

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan kembali mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam 2026. Tambahan yang diusulkan mencapai 7.000 ton, terdiri dari 5.000 ton pupuk NPK dan 2.000 ton pupuk organik. Usulan tersebut diajukan menyusul masih terbatasnya kuota pupuk bersubsidi yang diterima Kabupaten Magetan […]

    Bagikan
  • Operasi Pekat Bersahaja, Satpol PP Madiun Razia 3 Terduga PSK Beserta Alat Kontrasepsi

    Operasi Pekat Bersahaja, Satpol PP Madiun Razia 3 Terduga PSK Beserta Alat Kontrasepsi

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

     Sinergia | Kab. Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Madiun menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) pada Rabu (12/3/2025). Operasi ini menyasar kawasan ringroad Saradan, tepatnya di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Dalam operasi tersebut, petugas menyisir sejumlah warung kopi yang diduga kerap digunakan sebagai tempat praktik prostitusi. Hasilnya, tiga wanita yang […]

    Bagikan
  • BTPN Syariah dan UNIPMA Gelar Aksi Semarak Daya, Mahasiswa Dampingi UMKM Tingkatkan Akses Pasar

    BTPN Syariah dan UNIPMA Gelar Aksi Semarak Daya, Mahasiswa Dampingi UMKM Tingkatkan Akses Pasar

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – BTPN Syariah bersama Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) menggelar Aksi Semarak Daya di Graha Cendekia, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara BTPN Syariah dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNIPMA dalam mengimplementasikan pembelajaran kewirausahaan secara langsung melalui pendampingan kepada pelaku usaha mikro.Acara dibuka oleh Rektor UNIPMA, Supri Wahyudi Utomo, […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Mobil vs Motor di Magetan, Dua Orang Luka-Luka

    Kecelakaan Mobil vs Motor di Magetan, Dua Orang Luka-Luka

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kabupaten Magetan, tepatnya di Jalan Raya Magetan–Maospati, Kelurahan Tinap, Kecamatan Sukomoro, pada Senin pagi (23/06/2025) sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden ini melibatkan dua kendaraan yang bergerak searah dan menyebabkan dua orang mengalami luka ringan. Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Magetan, Iptu Sulanjar, peristiwa […]

    Bagikan
expand_less