Diduga Mengantuk, Mobil Pemudik Tabrak Pembatas Tol di Ngawi, Satu Penumpang Meninggal
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Kecelakaan tunggal melibatkan mobil pemudik terjadi di ruas jalan tol wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (17/3/2026) pagi. Kendaraan yang melaju dari arah Solo menuju Surabaya itu oleng diduga akibat pengemudi mengantuk hingga menabrak pagar pembatas jalan. Insiden ini menyebabkan seluruh penumpang mengalami luka-luka, dan satu orang meninggal dunia.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di kilometer 560, tepatnya di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren. Mobil tersebut mengangkut delapan orang penumpang yang merupakan satu keluarga asal Cilegon dengan tujuan Malang.
Benturan keras membuat bagian depan kendaraan ringsek parah, sementara pagar pembatas jalan tol mengalami kerusakan. Petugas Jasa Marga bersama kepolisian langsung melakukan evakuasi kendaraan dan para korban ke Rumah Sakit Widodo Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebagian besar korban mengalami luka di bagian kepala dan kaki. Namun, satu penumpang bernama Fathin Khoiriyyah (26), warga Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Salah satu korban selamat, Atia Amania, mengungkapkan bahwa sebelum kecelakaan terjadi, kendaraan sempat oleng. “Diduga sopir mengantuk, mobil tiba-tiba oleng lalu menabrak pembatas jalan. Kami semua langsung panik,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, IPTU Agus Harianto, membenarkan adanya kecelakaan tunggal tersebut.
“Benar telah terjadi kecelakaan tunggal mobil pemudik yang menabrak pembatas jalan tol. Seluruh korban sudah dievakuasi ke rumah sakit, dan satu orang meninggal dunia dalam perawatan. Dugaan sementara, pengemudi dalam kondisi mengantuk,” jelasnya.
Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi untuk penyelidikan lebih lanjut. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez







