Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

Jamasan Perkutut Katuranggan di Kota Madiun, Merawat Tradisi  Menghidupkan Budaya

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 475
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jamasan perkutut katuranggan lestarikan budaya leluhur. (16/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan tradisi jamasan perkutut katuranggan yang digelar Komunitas Pecinta Perkutut (Pecintut) Kota Madiun bertepatan dengan 1 Suro atau 1 Muharam, Selasa (16/6/2026). Tradisi yang sarat nilai budaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Grebeg Suro 2026 sekaligus Hari Jadi Kota Madiun ke-108. Juga bagian dari upaya melestarikan warisan leluhur yang mulai jarang dikenal generasi muda.

Ratusan pecinta burung perkutut dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Selain lomba perkutut anggungan, acara puncaknya melalui prosesi jamasan atau memandikan burung perkutut katuranggan.

Ketua Panitia Jamasan Perkutut Katuranggan, Iwan Yudhi Atmoko, menjelaskan bahwa tradisi tersebut memiliki makna khusus bagi para penghobi perkutut.

“Pada hari ini kami menggelar acara jamasan perkutut katuranggan. Rangkaiannya sebenarnya sejak pagi tadi sudah ada lomba perkutut anggungan, dan puncaknya pada sore hari ini kita melakukan jamasan atau memandikan burung perkutut,” ujarnya.

Menurut Iwan, perkutut katuranggan diyakini memiliki kekhasan tertentu yang membuatnya berbeda dengan burung perkutut pada umumnya. Kepercayaan yang berkembang di masyarakat Jawa menyebutkan bahwa ciri-ciri tertentu pada burung tersebut berkaitan dengan nilai filosofis dan harapan dalam kehidupan.

Image Not Found
Perkutut katuranggan dimandikan dalam prosesi jamasan. Foto : Kris-Sinergia

“Burung perkutut ini dimandikan karena memiliki kekhususan dan kekhasan. Punya ciri-ciri dan punya tuah yang diyakini memiliki kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Tradisi tersebut ternyata tidak hanya menarik perhatian masyarakat Madiun. Peserta yang hadir datang dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya, seperti Malang, Tuban, Bojonegoro, Ponorogo serta Ngawi.

Bagi para pecinta perkutut, bulan Suro menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus merawat hubungan dengan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Di tengah perkembangan zaman, jamasan menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

Iwan berharap kegiatan ini dapat berkembang menjadi agenda rutin tahunan Kota Madiun. Kedekatan waktu antara peringatan Tahun Baru Islam dengan Hari Jadi Kota Madiun dinilai menjadi peluang untuk menghadirkan perayaan budaya yang lebih besar.

“Harapan kami ke depannya menjadi satu kalender rutin Kota Madiun dalam rangka memperingati 1 Muharam maupun Hari Jadi Kota Madiun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, konsep penyelenggaraan pada masa mendatang akan dikembangkan lebih maksimal dengan melibatkan unsur seni dan budaya lainnya.

“Mungkin ada kirab, ada tarian, yang kemudian puncaknya tetap jamasan,” ujarnya.

Dukungan terhadap pelestarian tradisi tersebut juga datang dari Pemerintah Kota Madiun. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, melihat kegiatan jamasan perkutut memiliki potensi besar, tidak hanya dari sisi budaya tetapi juga ekonomi.

“Tadi sudah ada peserta dari luar kota, jumlahnya hampir 300. Ini potensi yang patut untuk terus dikembangkan,” katanya.

Menurut Bagus, penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya perlu dipersiapkan lebih matang dengan memperkuat narasi sejarah atau storytelling mengenai tradisi perkutut di Madiun.

“Ini kan ada cerita historis yang dari dulu sampai sekarang ada. Ini harus kita bangun,” ujarnya.

Ia menilai, penguatan cerita budaya tersebut memiliki sejumlah manfaat. Selain memperkenalkan sejarah perkutut kepada masyarakat Madiun, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan sekaligus mengembangkan budaya lokal agar lebih dikenal luas.

Lebih jauh, kegiatan berbasis budaya diyakini mampu menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah dan menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha setempat.

“Bagaimana orang dari luar kota mengenal Kota Madiun, dan yang keempat pastinya adalah perputaran ekonomi di dalam kegiatan,” katanya.

Pemerintah Kota Madiun pun menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai inisiatif budaya yang lahir dari masyarakat.

“Pemerintah kota pasti mendukung penuh seluruh kegiatan yang digagas oleh masyarakat Kota Madiun khususnya,” tegas Bagus.

Di balik kicau lembut burung perkutut, tersimpan kisah tentang identitas, keyakinan, dan ikatan sosial yang telah bertahan lintas generasi. Tradisi jamasan perkutut katuranggan bukan sekadar ritual memandikan burung, melainkan ruang refleksi diri dari tahun ke tahun.

Ketika budaya lokal terus diberi ruang untuk tumbuh dan beradaptasi, tradisi seperti ini berpeluang menjadi wajah baru pariwisata berbasis kearifan lokal di Kota Madiun. Sebuah pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga dirawat bersama agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buntut Penyelidikan Kejaksaan, Tangisan Sekdin Dukcapil ke Bupati Sugiri

    Buntut Penyelidikan Kejaksaan, Tangisan Sekdin Dukcapil ke Bupati Sugiri

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Dampak kasus kredit fiktif di Bank BRI Unit Pasar Ponorogo kian meluas. Belasan pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo mendatangi rumah dinas Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (05/06/2025), untuk meminta perlindungan hukum. Aksi itu berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB di Pringgitan, rumah dinas bupati. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dispendukcapil […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Berangkat Menuju ke Ma’tab Mina

    Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata Berangkat Menuju ke Ma’tab Mina

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Makkah | Mina – Perasaan mendebarkan dirasakan oleh seluruh Jemaah Haji Khusus Sindo Wisata jelang puncak haji tahun 1446 Hijriah. Pada 8 Dzulhijjah atau 4 Juni 2025 ini, jemaah berangkat menuju ke Ma’tab Mina atau penginapan untuk tempat bermalam jemaah haji di Mina, yang merupakan bagian dari rangkaian haji yang wajib dilakukan nantinya. […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Maut di Karangjati Ngawi, Pemotor Tewas Ditabrak Truk Usai Senggolan

    Kecelakaan Maut di Karangjati Ngawi, Pemotor Tewas Ditabrak Truk Usai Senggolan

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Ngawi–Karangjati, tepatnya di Desa Kedungmiri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Sabtu (21/6/2025) siang. Pengendara sepeda motor, Agus Sutopo (37), warga Dusun Plosorejo, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk Mitsubishi Canter bernopol W 8604 DO, yang […]

    Bagikan
  • Jelang PSU Magetan, 16 Pemilih di 4 TPS Tercatat Meninggal Dunia 

    Jelang PSU Magetan, 16 Pemilih di 4 TPS Tercatat Meninggal Dunia 

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan telah memperbaharui data pemilih di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Sabtu (22/3/2025). Hal itu ditegaskan oleh Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Magetan, Nanik Yasiroh, menyampaikan pencatatan per 15 Maret, terdapat 16 pemilih yang meninggal dunia, 8 […]

    Bagikan
  • Audit Koperasi MSI Jadi Penentu Langkah Hukum, Hasil Baru Keluar Akhir September

    Audit Koperasi MSI Jadi Penentu Langkah Hukum, Hasil Baru Keluar Akhir September

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penanganan dugaan permasalahan di Koperasi MSI masih menunggu titik terang. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, mengungkapkan bahwa proses audit internal yang tengah dilakukan Dinas Koperasi menjadi penentu arah penyelidikan selanjutnya. Audit tersebut dijadwalkan rampung pada akhir September 2025. Hasilnya akan menjadi acuan untuk menentukan ada atau tidaknya indikasi tindak […]

    Bagikan
  • Suara Knalpot Brong di Jalur Sarangan–Cemorosewu Dikeluhkan Wisatawan

    Suara Knalpot Brong di Jalur Sarangan–Cemorosewu Dikeluhkan Wisatawan

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Suasana jalur tembus Sarangan–Cemorosewu, Jawa Timur, berubah drastis pada akhir pekan ini. Biasanya tenang, rute menuju kawasan wisata alam tersebut dipenuhi deru ratusan hingga ribuan motor dua-tak (2-stroke) yang mengikuti Kopdar Camp 78. Alih-alih membawa kesan meriah, kebisingan suara knalpot justru memicu keresahan. Wisatawan asal Solo, Hariyadi, yang sedang menuju […]

    Bagikan
expand_less