Berita Terkini
Trending Tags

Jamasan Perkutut Katuranggan di Kota Madiun, Merawat Tradisi  Menghidupkan Budaya

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 358
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jamasan perkutut katuranggan lestarikan budaya leluhur. (16/6/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan tradisi jamasan perkutut katuranggan yang digelar Komunitas Pecinta Perkutut (Pecintut) Kota Madiun bertepatan dengan 1 Suro atau 1 Muharam, Selasa (16/6/2026). Tradisi yang sarat nilai budaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Grebeg Suro 2026 sekaligus Hari Jadi Kota Madiun ke-108. Juga bagian dari upaya melestarikan warisan leluhur yang mulai jarang dikenal generasi muda.

Ratusan pecinta burung perkutut dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Selain lomba perkutut anggungan, acara puncaknya melalui prosesi jamasan atau memandikan burung perkutut katuranggan.

Ketua Panitia Jamasan Perkutut Katuranggan, Iwan Yudhi Atmoko, menjelaskan bahwa tradisi tersebut memiliki makna khusus bagi para penghobi perkutut.

“Pada hari ini kami menggelar acara jamasan perkutut katuranggan. Rangkaiannya sebenarnya sejak pagi tadi sudah ada lomba perkutut anggungan, dan puncaknya pada sore hari ini kita melakukan jamasan atau memandikan burung perkutut,” ujarnya.

Menurut Iwan, perkutut katuranggan diyakini memiliki kekhasan tertentu yang membuatnya berbeda dengan burung perkutut pada umumnya. Kepercayaan yang berkembang di masyarakat Jawa menyebutkan bahwa ciri-ciri tertentu pada burung tersebut berkaitan dengan nilai filosofis dan harapan dalam kehidupan.

Image Not Found
Perkutut katuranggan dimandikan dalam prosesi jamasan. Foto : Kris-Sinergia

“Burung perkutut ini dimandikan karena memiliki kekhususan dan kekhasan. Punya ciri-ciri dan punya tuah yang diyakini memiliki kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Tradisi tersebut ternyata tidak hanya menarik perhatian masyarakat Madiun. Peserta yang hadir datang dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya, seperti Malang, Tuban, Bojonegoro, Ponorogo serta Ngawi.

Bagi para pecinta perkutut, bulan Suro menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus merawat hubungan dengan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Di tengah perkembangan zaman, jamasan menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

Iwan berharap kegiatan ini dapat berkembang menjadi agenda rutin tahunan Kota Madiun. Kedekatan waktu antara peringatan Tahun Baru Islam dengan Hari Jadi Kota Madiun dinilai menjadi peluang untuk menghadirkan perayaan budaya yang lebih besar.

“Harapan kami ke depannya menjadi satu kalender rutin Kota Madiun dalam rangka memperingati 1 Muharam maupun Hari Jadi Kota Madiun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, konsep penyelenggaraan pada masa mendatang akan dikembangkan lebih maksimal dengan melibatkan unsur seni dan budaya lainnya.

“Mungkin ada kirab, ada tarian, yang kemudian puncaknya tetap jamasan,” ujarnya.

Dukungan terhadap pelestarian tradisi tersebut juga datang dari Pemerintah Kota Madiun. Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, melihat kegiatan jamasan perkutut memiliki potensi besar, tidak hanya dari sisi budaya tetapi juga ekonomi.

“Tadi sudah ada peserta dari luar kota, jumlahnya hampir 300. Ini potensi yang patut untuk terus dikembangkan,” katanya.

Menurut Bagus, penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya perlu dipersiapkan lebih matang dengan memperkuat narasi sejarah atau storytelling mengenai tradisi perkutut di Madiun.

“Ini kan ada cerita historis yang dari dulu sampai sekarang ada. Ini harus kita bangun,” ujarnya.

Ia menilai, penguatan cerita budaya tersebut memiliki sejumlah manfaat. Selain memperkenalkan sejarah perkutut kepada masyarakat Madiun, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan sekaligus mengembangkan budaya lokal agar lebih dikenal luas.

Lebih jauh, kegiatan berbasis budaya diyakini mampu menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah dan menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha setempat.

“Bagaimana orang dari luar kota mengenal Kota Madiun, dan yang keempat pastinya adalah perputaran ekonomi di dalam kegiatan,” katanya.

Pemerintah Kota Madiun pun menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai inisiatif budaya yang lahir dari masyarakat.

“Pemerintah kota pasti mendukung penuh seluruh kegiatan yang digagas oleh masyarakat Kota Madiun khususnya,” tegas Bagus.

Di balik kicau lembut burung perkutut, tersimpan kisah tentang identitas, keyakinan, dan ikatan sosial yang telah bertahan lintas generasi. Tradisi jamasan perkutut katuranggan bukan sekadar ritual memandikan burung, melainkan ruang refleksi diri dari tahun ke tahun.

Ketika budaya lokal terus diberi ruang untuk tumbuh dan beradaptasi, tradisi seperti ini berpeluang menjadi wajah baru pariwisata berbasis kearifan lokal di Kota Madiun. Sebuah pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga dirawat bersama agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Remaja 16 Tahun di Madiun Tenggelam Saat Berenang, Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sungai

    Remaja 16 Tahun di Madiun Tenggelam Saat Berenang, Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sungai

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Seorang remaja dilaporkan tenggelam di anak Sungai Bengawan Solo, wilayah Desa Krokeh, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Kamis (9/7/2026) petang. Korban bernama Cahyo Purnawan warga Desa Gunungsari Kecamatan/Kabupaten Madiun tenggelam saat berenang bersama 6 rekannya. Remaja 16 tahun ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sungai setelah dilakukan pencarian gabungan oleh […]

    Bagikan
  • Dua Desa di Ponorogo Ditetapkan Zona Merah Longsor, Belasan Jiwa Terancam

    Dua Desa di Ponorogo Ditetapkan Zona Merah Longsor, Belasan Jiwa Terancam

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menetapkan dua desa sebagai zona merah rawan tanah longsor. Dua wilayah tersebut yakni Desa Banaran, Kecamatan Pulung, dan Desa Talun, Kecamatan Ngebel. Penetapan status tersebut dilakukan setelah adanya identifikasi dari tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menilai kondisi geografis kedua desa berada […]

    Bagikan
  • THM Dilarang Beroperasi Selama Ramadhan, Pemkab Madiun Batasi Jam Operasional Bilyard

    THM Dilarang Beroperasi Selama Ramadhan, Pemkab Madiun Batasi Jam Operasional Bilyard

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 100.3.4.2/217.402.119/2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan di Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H / 2025 M. SE ini mengatur pembatasan jam operasional tempat hiburan malam (THM) serta usaha sejenis selama bulan Ramadhan 2025. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol […]

    Bagikan
  • Maling Sepeda Gunung Teror Perumahan di Magetan, Ketua Takmir Masjid Jadi Korban

    Maling Sepeda Gunung Teror Perumahan di Magetan, Ketua Takmir Masjid Jadi Korban

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Gelombang pencurian sepeda gunung di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali memakan korban. Setelah sebelumnya empat sepeda gunung milik warga Jalan Tripandita, Kelurahan Kebonagung, hilang dalam satu malam, kini aksi serupa terjadi di kawasan Perumahan KPR Selosari Baru RW 08, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan. Korban terbaru diketahui bernama Hendriyanto, Ketua Takmir Masjid […]

    Bagikan
  • Ini Harapan Warga Untuk Maidi-F. Bagus Panuntun Yang Telah Dilantik Sebagai Walikota-Wakil Walikota Madiun

    Ini Harapan Warga Untuk Maidi-F. Bagus Panuntun Yang Telah Dilantik Sebagai Walikota-Wakil Walikota Madiun

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota pada Kamis (20/2/2025) di Istana Negara disambut gembira oleh sejumlah masyarakat Kota Madiun. Terlihat di depan Balaikota Madiun banyak karangan bunga dengan bibit pohon berbuah yang sudah berjejer. Tak hanya karangan bunga dengan bibit pohon berbuah, sejumlah masyarakat Kota Madiun juga memberikan ucapan selamat atas […]

    Bagikan
  • Enam Ruang Kelas SDN Truneng Magetan Rusak, Sekolah Khawatir Ancam Keselamatan Siswa

    Enam Ruang Kelas SDN Truneng Magetan Rusak, Sekolah Khawatir Ancam Keselamatan Siswa

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kondisi bangunan SD Negeri Truneng, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, memprihatinkan. Enam ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar mengalami kerusakan di sejumlah bagian, mulai dari plafon yang ambrol, atap bocor, hingga rangka atap yang lapuk dan keropos. Kerusakan tersebut dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik. Pihak sekolah mengaku harus […]

    Bagikan
expand_less