107 Ribu Penumpang Serbu Daop 7 Madiun, Puncak Mudik Terungkap
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 41
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Memasuki hari ke-9 masa angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang kereta api yang tiba di wilayah Daop 7 Madiun terus meningkat signifikan. Hingga Kamis (19/3/2026) pukul 09.00 WIB, total kedatangan penumpang tercatat mencapai 107.798 orang, sementara penumpang berangkat sebanyak 59.076 orang.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan arus kedatangan pemudik masih cukup tinggi dan diperkirakan terus bertambah hingga malam hari. “Khusus hari ini tercatat 12.606 penumpang datang dan 6.463 penumpang berangkat. Angka ini masih akan bertambah seiring keberangkatan dan kedatangan kereta terakhir,” ujarnya.
Berdasarkan data operasional, puncak arus mudik di wilayah Daop 7 Madiun terjadi pada Rabu (18/3/2026). Pada hari tersebut, jumlah kedatangan penumpang mencapai 15.115 orang, sedangkan keberangkatan tercatat sebanyak 8.190 penumpang.
Tohari menambahkan, jumlah keberangkatan pada puncak arus mudik tahun ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Terjadi kenaikan sebesar 21 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 6.777 penumpang,” jelasnya.
Sementara itu, untuk arus balik Lebaran 2026, KAI Daop 7 Madiun memprediksi puncaknya akan terjadi pada Senin (23/3/2026). Hingga saat ini, jumlah pemesanan tiket untuk tanggal tersebut telah mencapai 11.100 penumpang dan diperkirakan masih akan terus meningkat.
Adapun lima stasiun dengan volume kedatangan penumpang tertinggi selama masa angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop 7 Madiun yakni Stasiun Madiun sebanyak 33.980 penumpang, Stasiun Blitar 9.370 penumpang, Stasiun Kediri 8.804 penumpang, Stasiun Jombang 8.723 penumpang, dan Stasiun Tulungagung 8.307 penumpang.
“Kami mengimbau calon penumpang untuk memperhatikan jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket serta datang lebih awal ke stasiun. Hal ini penting guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas menuju stasiun yang berpotensi menyebabkan keterlambatan,” pungkas Tohari.(Krs).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Buyung







