Usai Lebaran, Plt Wali Kota Madiun Minta ASN Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 21
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun diminta segera kembali fokus meningkatkan kualitas pelayanan publik setelah libur panjang Lebaran 2026. Hal tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun usai menghadiri acara halal bihalal Pemerintah Kota Madiun bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ASN.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus menegaskan bahwa meskipun sebelumnya waktu kerja sempat berkurang selama Ramadhan dan masa libur Lebaran, kualitas pelayanan kepada masyarakat harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan.
“Kalau kemarin kita punya waktu yang dikurangi, saya minta mempertahankan kualitas. Tentunya ini sudah kembali normal. Kualitas-kualitas pelayanan publik khususnya itu kualitasnya harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi bagian penting dalam upaya mengejar target visi dan misi pemerintah daerah. Untuk itu, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) diminta aktif melakukan pemantauan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memonitor pelayanan publik secara daring melalui Command Center milik Pemerintah Kota Madiun.
“Apalagi hari ini kita lagi ngejar apa yang menjadi visi misi kita sehingga nanti teman-teman di seluruh OPD ini lagi kita menyebar untuk kita memantau pelayanan publik khususnya secara online nanti di Command Center,” jelasnya.
Selain menyoroti kinerja ASN dalam pelayanan publik, Bagus juga menyinggung terkait pembangunan fisik di Kota Madiun yang hingga saat ini belum berjalan secara masif. Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang menyebabkan pembangunan fisik belum dapat dilaksanakan, khususnya yang berkaitan dengan pemeliharaan infrastruktur.
“Ya, tentunya kemarin itu ada beberapa hal yang kami tidak bisa melaksanakan pembangunan fisik, apalagi lebih kepada pemeliharaan fisik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Pemerintah Kota Madiun tidak akan memprioritaskan pembangunan fisik berskala besar. Pemerintah justru lebih fokus mempersiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai investasi jangka panjang daerah.
“Karena di tahun 2026 sampai 2029 rencananya tidak akan ada pembangunan fisik besar-besaran. Kita lebih fokus pada bagaimana kita mempersiapkan SDM nanti sampai di 2030. Fokus di Pemerintah Kota Madiun mempersiapkan sumber daya manusia,” katanya.
Meski demikian, Bagus memastikan bahwa program-program yang telah direncanakan untuk tahun ini tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Jika nantinya terdapat perubahan kebijakan atau kendala regulasi, pemerintah akan melakukan koordinasi dengan DPRD.
“Ya, sesuai dengan perencanaan. Apabila ada perubahan, tentunya kami nanti akan berkoordinasi dengan DPRD. Apa yang tidak bisa jalan dikarenakan ada aturan dari kementerian atau ada apa yang kemarin sempat direncanakan, pasti nanti akan kami sampaikan ke DPRD,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







