Kamis, 22 Okt 2026
Trending Tags

Dua Anak Tewas di Galian C Tulung Saradan, Ini Sikap Tegas Pemkab Madiun

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • visibility 438
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan telah mengambil langkah koordinasi dengan Pemprov Jatim sebagai pemegang kewenangan. (15/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun akhirnya angkat bicara terkait polemik tambang galian C di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, yang kembali memakan korban jiwa. Dua anak dilaporkan meninggal dunia akibat lokasi bekas tambang yang belum direklamasi dan dinilai membahayakan.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemegang kewenangan dalam pengelolaan tambang.

“Kita sudah tugaskan kecamatan untuk berkoordinasi dengan Pemprov Jatim. Kita juga sudah mengusulkan agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, solusi utama yang harus dilakukan adalah reklamasi lahan bekas tambang agar tidak lagi membahayakan masyarakat sekitar, khususnya anak-anak.

“Harus direklamasi. Itu yang kita usulkan,” tegasnya.

Meski demikian, Bupati menekankan bahwa kewenangan penanganan galian C berada di tingkat provinsi. Oleh karena itu, Pemkab Madiun tidak bisa mengambil langkah sepihak dalam proses reklamasi.

“Kalau kita yang menangani reklamasi, justru kita yang salah karena itu kewenangan provinsi,” jelasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemkab Madiun menyatakan siap memberikan dukungan, termasuk memfasilitasi bantuan hukum jika diperlukan dalam proses penyelesaian kasus tersebut.

“Kita akan bantu dan fasilitasi, termasuk untuk bantuan hukum,” tambahnya.

Sebelumnya, tragedi di Desa Tulung memicu kemarahan warga. Bekas galian C yang tidak direklamasi disebut telah menelan dua korban jiwa dari kalangan anak-anak. Warga menilai kondisi tersebut sebagai kelalaian karena lokasi berbahaya dibiarkan terbuka tanpa pengamanan memadai.

Masyarakat mendesak adanya tindakan tegas dari pemerintah dan pihak terkait agar lahan segera ditutup, diratakan, dan tidak lagi menjadi ancaman. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Magetan Ungkap Kasus Sabu, 11 Tersangka Diamankan

    Polres Magetan Ungkap Kasus Sabu, 11 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satresnarkoba Polres Magetan mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sebanyak 11 tersangka diamankan dalam pengungkapan tersebut dengan barang bukti diduga sabu mencapai 1,63 gram bruto. Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil penindakan Satresnarkoba terhadap aktivitas […]

    Bagikan
  • Bupati Nanik Mutasi Massal 185 Pejabat di Pemkab Magetan Play Button

    Bupati Nanik Mutasi Massal 185 Pejabat di Pemkab Magetan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan kembali melakukan perombakan besar di tubuh birokrasi. Melalui Keputusan Bupati Magetan Nomor 800.1.3.3/21/CAP/403.203/2026, sebanyak 185 pejabat administrator dan pengawas resmi dimutasi dan dilantik pada Jumat (30/01/2026). Jumlah ini menjadi salah satu rotasi pejabat terbesar dalam satu tahun terakhir. Pelaksanaan mutasi berlangsung di Pendopo Surya Graha dan menyasar seluruh […]

    Bagikan
  • Kemiskinan di Ngawi Turun Tipis, Pemkab Perkuat Program “Gerbang Sejahtera”

    Kemiskinan di Ngawi Turun Tipis, Pemkab Perkuat Program “Gerbang Sejahtera”

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Angka kemiskinan di Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan tren penurunan pada 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi mencatat, persentase penduduk miskin turun dari 13,81 persen pada 2024 menjadi 13,62 persen di tahun ini. Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menyebut penurunan tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah mulai […]

    Bagikan
  • Pasar Murah di Selosari, Warga Antusias Dapatkan Sembako Harga Terjangkau

    Pasar Murah di Selosari, Warga Antusias Dapatkan Sembako Harga Terjangkau

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan warga memadati Rumah Promosi Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (05/10/2025), untuk berbelanja kebutuhan pokok dalam pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini sangat ditunggu masyarakat, terutama di tengah naiknya harga sejumlah bahan pangan di pasaran. Salah satu warga, Erna, mengaku senang bisa mendapatkan […]

    Bagikan
  • Jatim Targetkan 2,43 Juta Hektare Tanam Padi 2026, Khofifah Buka Peluang Ekspor Beras

    Jatim Targetkan 2,43 Juta Hektare Tanam Padi 2026, Khofifah Buka Peluang Ekspor Beras

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan luas tanam padi mencapai 2,43 juta hektare pada 2026 sebagai upaya menjaga produksi dan ketersediaan beras di tengah ancaman kekeringan akibat El Nino Godzila. Target ini diiringi percepatan tanam dan dukungan sarana produksi untuk memastikan hasil panen tetap optimal.  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, […]

    Bagikan
  • Talud Sepanjang 20 Meter Ambrol Timpa Bangunan Kandang Ternak

    Talud Sepanjang 20 Meter Ambrol Timpa Bangunan Kandang Ternak

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Gunung Lawu kembali memicu bencana tanah longsor. Sebuah talud setinggi sekitar 4 meter dengan panjang 20 meter di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ambruk pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Talud yang berada di bagian dapur rumah milik Sudarto, warga RT 29 RW […]

    Bagikan
expand_less