Jemaah Kota Madiun Jalani Vaksinasi Polio dan Meningitis
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Menjelang pelaksanaan ibadah haji 2026, ratusan jemaah asal Kota Madiun mulai mematangkan persiapan, salah satunya melalui vaksinasi wajib. Tahun ini, tercatat sebanyak 227 jemaah, termasuk petugas haji daerah, mengikuti rangkaian vaksinasi sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Seperti yang terpantau di Puskesmas Banjarejo pasa Selasa (31/3/2026) ini, sejumlah calon jemaah haji sudah mengantri dengan tertib. Para jemaah terlebih dahulu dilakukan pengecekan tensi oleh petugas puskesmas. Secara bergiliran jemaah menerima vaksin meningitis dan polio.
Salah satu calon jemaah haji, Ribut Triwarsono (60), warga Banjarejo mengaku hanya merasakan sedikit nyeri saat disuntik.
“Ya, rasanya agak sakit sedikit tadi pas disuntik,” ujarnya dengan senyum ringan.
Bagi Ribut, vaksinasi hanyalah satu bagian dari rangkaian panjang persiapan haji. Ia telah melengkapi berbagai kebutuhan ibadah sekaligus rutin menjaga kebugaran tubuh.
“Saya rutin jalan pagi setiap hari, biasanya sekitar 4 kilometer,” tuturnya.
“Yang pertama meningitis, kedua polio, dan ketiga Covid-19. Namun rata-rata jemaah sudah menerima vaksin Covid-19 sebelumnya, sehingga saat ini fokus pada meningitis dan polio,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun memastikan pelaksanaan vaksinasi berjalan sesuai ketentuan. Tri Wahyuning Novitasari, Ketua Tim Kerja Surveilans Imunisasi dan Penyakit Menular Dinkes PP KB Kota Madiun menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis vaksin wajib bagi jemaah haji.

Pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan berlangsung selama sepekan dan tersebar di enam puskesmas di Kota Madiun. Pembagian jadwal dilakukan menyesuaikan jumlah jemaah di masing-masing wilayah, agar proses berjalan efektif dan tidak menimbulkan antrean panjang.
Menurutnya, vaksinasi ini memiliki peran penting dalam melindungi jemaah dari resiko penyakit menular selama berada di Arab Saudi.
“Harapannya tentu jemaah tetap sehat, baik sebelum keberangkatan maupun saat menjalankan ibadah haji nanti,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kloter SUB 22, Zainal Arifin, yang turut mendampingi proses vaksinasi. Ia menekankan bahwa selain vaksin, kesiapan fisik menjadi faktor utama keberhasilan ibadah haji.
“Ibadah haji ini ibadah fisik. Jadi jemaah harus menjaga stamina, rutin olahraga seperti jalan kaki atau jogging, dan memperhatikan nutrisi,” ujarnya.
Zainal juga menyebutkan bahwa jemaah dari Kota Madiun akan tergabung dalam satu kelompok terbang bersama daerah lain, dengan total sekitar 380 jemaah dalam satu kloter.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, vaksinasi menjadi langkah awal penting bagi para jemaah. Lebih dari sekadar kewajiban administratif, upaya ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sebagai bekal utama dalam menunaikan rukun Islam kelima. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






