Berita Terkini
Trending Tags

Pedagang Alun-Alun Madiun Tolak Relokasi, Tuntut Kepastian Jam Operasional

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 551
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang kaki lima di kawasan Alun-Alun Kota Madiun tolak relokasi, (2/4/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Madiun mendatangi Kantor Dinas Perdagangan setempat untuk meminta kejelasan terkait isu relokasi dan pengaturan jam operasional. Aksi ini dipicu kekhawatiran pedagang atas rencana pemindahan lokasi berjualan yang dinilai belum memiliki konsep matang.

Perwakilan pedagang, Dedy Luryanto, mengatakan para PKL menolak keras wacana relokasi yang belum memiliki konsep jelas. Menurutnya, lokasi tersebut tidak memadai dari segi sarana dan prasarana.

“Tempatnya tidak sesuai. Pedagang kami banyak, lebih dari 200 orang, tidak mungkin cukup. Fasilitas seperti tempat cuci dan pembuangan juga belum ada,” ujarnya.

Selain menolak relokasi, pedagang juga menuntut penyesuaian jam operasional. Mereka meminta diizinkan kembali berjualan mulai pukul 10.00 WIB, seperti aturan sebelumnya.

“Kalau sekarang baru boleh jam 12 siang, kami tidak maksimal. Baru beberapa jam sudah harus berhenti karena berganti dengan pedagang malam,” kata Dedy.

Pedagang lain, Sulaiman, menilai rencana relokasi terkesan tidak mempertimbangkan kondisi di lapangan. Ia berharap pemerintah memiliki perencanaan yang jelas sebelum mengambil kebijakan.

“Kalau relokasi untuk meningkatkan pendapatan, kami setuju. Tapi kalau hanya memindahkan tanpa solusi, itu tidak adil. Kami ini mencari nafkah untuk keluarga,” katanya.

Image Not Found
PKL Alun-Alun Kota Madiun datangi Dinas Perdagangan, tolak relokasi dan minta jam jual dikembalikan. Foto : Kris-Sinergia

Dalam mediasi tersebut, pihak Dinas Perdagangan belum dapat memberikan keputusan karena pimpinan dinas sedang bertugas di luar. Pedagang pun memberi tenggat waktu hingga Senin mendatang untuk mendapatkan kejelasan.

“Kalau belum ada jawaban, kami akan lanjut mengadu ke pelaksana tugas (Plt),” ujar Dedy.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyatakan belum ada pembahasan resmi terkait relokasi PKL. Ia menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah menjaga kebersihan kawasan alun-alun melalui kegiatan kerja bakti bersama pedagang.

“Saya belum pernah menyampaikan soal relokasi. Fokus kami saat ini kebersihan dulu. Kami mengajak PKL untuk kerja bakti bersama menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia menduga aksi pedagang dipicu kesalahpahaman terkait ajakan kerja bakti yang disampaikan sebelumnya. Pemerintah kota, lanjutnya, tetap membuka komunikasi dengan pedagang untuk mencari solusi terbaik.

Hingga saat ini, aktivitas perdagangan di kawasan Alun-Alun Madiun masih berjalan normal sembari menunggu hasil keputusan dari pemerintah daerah. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program

    Tiga Sekolah di Lembeyan Belum Pernah Menerima MBG, Wali Murid Pertanyakan Pemerataan Program

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah bergulir hampir satu tahun di Kabupaten Magetan ternyata belum dirasakan oleh sejumlah sekolah di Kecamatan Lembeyan. Setidaknya TK Tapen, SDN 1 Tapen, dan SDN 2 Tapen masih belum pernah menerima distribusi MBG hingga akhir Januari 2026. Temuan tersebut terungkap berdasarkan pantauan lapangan dan keluhan […]

    Bagikan
  • Tragis, Lansia di Magetan Tewas Tertimpa Reruntuhan Dapur Rumah

    Tragis, Lansia di Magetan Tewas Tertimpa Reruntuhan Dapur Rumah

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rukinem, perempuan lanjut usia di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meninggal dunia secara tragis setelah tertimpa runtuhan dapur rumahnya sendiri. Korban yang berumur 70 tahun warga Dusun Ngijo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, ditemukan tak bernyawa pada Sabtu malam (31/5/2025). Peristiwa ini terjadi saat Rukinem berada di dapur rumahnya. Ketika itu, kondisi wilayah Magetan […]

    Bagikan
  • Pria 40 Tahun Asal Bandung Meninggal Di Dalam Kos, Ini Dugaan Penyebabnya

    Pria 40 Tahun Asal Bandung Meninggal Di Dalam Kos, Ini Dugaan Penyebabnya

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga di lingkungan RT 24 Kelurahan Winongo Kecamatan Manguharjo Kota Madiun dikejutkan dengan meninggalnya salah satu penghuni kost pada Senin (14/04/2025) petang. Korban diketahui bernama Rendra Christanto Stiawan warga Desa Margaasih Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung Jawa Barat. Polsek Manguharjo serta tim Inafis Polres Madiun Kota melakukan olah tempat kejadian perkara […]

    Bagikan
  • TPP ASN Kota Madiun Belum Cair 2 Bulan, Ini Penyebabnya! Pemkot Janji Bayar Rapel Sekaligus

    TPP ASN Kota Madiun Belum Cair 2 Bulan, Ini Penyebabnya! Pemkot Janji Bayar Rapel Sekaligus

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun belum cair selama dua bulan terakhir. Keterlambatan ini dipastikan bukan karena masalah anggaran, melainkan faktor administratif menyusul status kepala daerah yang kini diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Sekretaris Daerah Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto, menjelaskan bahwa pencairan […]

    Bagikan
  • Rumah Semi Permanen di Ngawi Ludes Terbakar, Lansia Sempat Terjebak

    Rumah Semi Permanen di Ngawi Ludes Terbakar, Lansia Sempat Terjebak

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sebuah rumah semi permanen milik warga di Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, ludes dilalap api pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Beruntung, pemilik rumah yang merupakan seorang lanjut usia (lansia) berhasil diselamatkan warga meski sempat terjebak di dalam bangunan yang terbakar. Korban diketahui bernama Jariah (85), seorang lansia yang […]

    Bagikan
  • Rumah Dua Lantai di Kelurahan Magetan Terbakar, Warga Panik Selamatkan Diri

    Rumah Dua Lantai di Kelurahan Magetan Terbakar, Warga Panik Selamatkan Diri

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kepanikan melanda warga Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan, pada Sabtu (4/10/2025) pagi. Sekitar pukul 10.30 WIB, rumah dua lantai milik Rawat Subagyo dilalap api, membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Asap tebal terlihat membumbung dari lantai dua bangunan tersebut. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi segera berteriak meminta […]

    Bagikan
expand_less