Berita Terkini
Trending Tags

Warga Sayutan Datangi DPRD Magetan, Tolak Jalan Kampung Jadi Akses Tambang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 52
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Sayutan datangi DPRD Magetan sampaikan penolakan aktivitas tambang. (25/5/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Gelombang penolakan terhadap aktivitas tambang di Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, masih terus berlanjut. Warga yang merasa terdampak mengaku kecewa lantaran hingga kini belum ada anggota DPRD Magetan yang datang menemui ataupun mendengar langsung keluhan masyarakat di lapangan.

Sebagai bentuk protes sekaligus mencari perhatian pemerintah, dua warga terdampak, Dakun (60) dan Muhammad (45), mendatangi kantor DPRD Magetan pada Senin (25/5/2026). Mereka membawa surat aspirasi warga dan meminta legislatif segera memfasilitasi pertemuan dengan pihak pengelola tambang.

Dakun menyebut penolakan datang dari warga tiga dukuhan, yakni Dukuh Jeruk, Dukuh Geluk, dan Dukuh Meluk. Menurutnya, masyarakat kompak menolak penggunaan jalan di Dukuh Jeruk sebagai akses kendaraan tambang.

“Yang ditolak warga itu aktivitas tambangnya, terutama kalau jalur Dukuh Jeruk dijadikan akses keluar masuk kendaraan tambang,” kata Dakun.

Ia menjelaskan, jalan yang kini dipersoalkan bukan jalan milik pemerintah daerah, melainkan dibangun secara mandiri oleh masyarakat melalui gotong royong selama bertahun-tahun.

“Dulu warga patungan membangun jalan itu. Cari batu sendiri, bikin makadam, sampai pengecoran dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Kekhawatiran warga tidak hanya soal kerusakan jalan akibat kendaraan bertonase berat. Aktivitas tambang juga dinilai berpotensi mengganggu lingkungan sekitar, terutama sumber mata air yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga Dukuh Meluk.

“Kalau area atas jadi ditambang, kami takut sumber air hilang. Padahal itu dipakai masyarakat setiap hari,” tuturnya.

Selain sumber air, lokasi tambang disebut berada dekat kawasan makam leluhur yang dianggap sakral oleh warga serta area pemakaman umum yang masih aktif digunakan masyarakat.

“Ada makam leluhur yang dikeramatkan warga dan lokasinya juga dekat pemukiman,” imbuh Dakun.

Warga juga mempersoalkan proses pembukaan akses menuju lokasi tambang yang disebut dilakukan tanpa sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Saat ini, aktivitas di lapangan dikabarkan masih sebatas pembangunan jalan menuju area tambang baru.

“Masyarakat merasa tidak pernah diajak bicara. Tiba-tiba akses jalan sudah dibuka,” katanya.

Melalui surat yang disampaikan ke DPRD Magetan, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah sebelum penolakan semakin meluas. Mereka meminta aktivitas tambang dihentikan demi menjaga lingkungan, sumber mata air, serta keamanan kawasan permukiman.

“Harapan masyarakat cuma satu, tambang dihentikan dan lingkungan tetap lestari,” tegasnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Polisi Berpangkat IPTU Terlibat Narkoba, Kapolres Madiun Kota : Dalam Penyelidikan

    Oknum Polisi Berpangkat IPTU Terlibat Narkoba, Kapolres Madiun Kota : Dalam Penyelidikan

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Oknum polisi berinisial Iptu BS anggota Polsek Manguharjo Polres Madiun Kota ditangkap tim Satresnarkoba Polres Madiun Kota. Penangkapan tersebut dilakukan setelah aparat menemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 37 gram. Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kasus masih dalam proses penyidikan sehingga belum […]

    Bagikan
  • Kejari Ngawi Sita Mobil hingga Sertifikat Tanah Dalam Pusaran Dugaan Korupsi PT GFT Indonesia Investment

    Kejari Ngawi Sita Mobil hingga Sertifikat Tanah Dalam Pusaran Dugaan Korupsi PT GFT Indonesia Investment

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi terus mendalami kasus dugaan korupsi dalam proses pembebasan lahan milik PT GFT Indonesia Investment. Dugaan korupsi ini mencakup gratifikasi dan manipulasi penerimaan pajak daerah terkait proyek pembangunan pabrik mainan oleh investor asal Tiongkok di atas lahan seluas 19 hektare. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari […]

    Bagikan
  • BPBD Kabupaten Madiun Catat 41 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang Di Kare

    BPBD Kabupaten Madiun Catat 41 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang Di Kare

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Desa/Kecamatan Kare Kabupaten Madiun mulai melakukan kerja bakti pada Sabtu pagi (08/02/2025) pasca hujan disertai angin kencang yang memporak porandakan rumah mereka pada Jumat (07/02/2025). Mayoritas kerusakan pada atap rumah yang terbang disapu angin. Bahkan sejumlah rumah atapnya ambrol rata rengan tanah. Ketua Rt 06, Sumadi, mengatakan bahwa hujan […]

    Bagikan
  • Koperasi Merah Putih di Ambang Krisis, Ini Langkah Wali Kota Madiun

    Koperasi Merah Putih di Ambang Krisis, Ini Langkah Wali Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, angkat bicara mengenai kondisi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang kini berada di ujung tanduk. Koperasi yang sebelumnya mampu mencatat omzet hingga Rp. 6 juta per hari itu, kini hanya mampu menghasilkan sekitar Rp. 2 juta bahkan sempat di bawah angka tersebut. Menurut Wali Kota Maidi, […]

    Bagikan
  • Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Meroket Jelang Ramadan, Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal photo_camera 3

    Harga Bahan Pokok di Ngawi Mulai Meroket Jelang Ramadan, Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Menjelang bulan Ramadan, berbagai komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Ngawi mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Cabai rawit menjadi komoditas dengan lonjakan paling drastis dan menjadi sorotan para pedagang maupun pembeli. Pantauan di Pasar Besar Ngawi, Kamis (5/2/2026), harga cabai rawit kini menembus Rp95 ribu per kilogram, naik signifikan dari harga […]

    Bagikan
  • Reog dan Jaran Thek Perempuan Semarakan Hari Ibu di Ponorogo

    Reog dan Jaran Thek Perempuan Semarakan Hari Ibu di Ponorogo

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Ibu di Kabupaten Ponorogo berlangsung berbeda dari biasanya. Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar upacara yang dirangkai dengan pertunjukan Reog Ponorogo dan Jaran Thek, yang seluruh pemainnya merupakan perempuan. Penampilan kesenian tradisional tersebut menyita perhatian peserta upacara dan masyarakat. Atraksi ini sengaja ditampilkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penegasan peran perempuan dalam […]

    Bagikan
expand_less