Berita Terkini
Trending Tags

SDN Setono Ponorogo Dua Tahun Berturut-turut Tanpa Siswa Baru

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi ruang kelas kosong sdn setono ,jenangan ,ponorogo ( foto : ega patria )

Sinergia | Ponorogo – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Setono, yang terletak di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, kembali tidak mendapatkan siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. Ini menjadi tahun kedua berturut-turut sekolah tersebut tidak menerima peserta didik baru di kelas 1.

Plt Kepala SDN Setono, Suhadi, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa meskipun SDN Setono merupakan satu-satunya sekolah negeri di kelurahan tersebut, nyatanya tidak ada pendaftar baru yang masuk hingga penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Sudah kami upayakan sejak jauh hari, mulai bersilaturahmi ke TK terdekat hingga menemui wali murid, tapi hasilnya tetap nihil,” ujar Suhadi saat dikonfirmasi pada Senin (14/07/2025).

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan SDN Setono kehilangan peminat. Salah satunya adalah persaingan ketat dengan sekolah swasta di sekitar wilayah tersebut. Di sisi lain, lulusan TK terdekat hanya berjumlah tujuh anak, yang kemudian menjadi rebutan berbagai sekolah lain.

Suhadi juga menduga kondisi geografis menjadi penyebab.

“Posisi Setono ini sepertinya dibelah jalan raya. Mungkin orang tua khawatir jika anaknya harus menyeberang,” katanya.

Saat ini, jumlah siswa di SDN Setono hanya tersisa 16 orang. Rinciannya, kelas 1 dan 2 kosong, kelas 3 hanya dua siswa, kelas 4 ada empat siswa, kelas 5 satu siswa, dan kelas 6 sembilan siswa.

Adapun jumlah tenaga pengajar hanya tiga orang, yakni satu guru agama dan dua guru kelas. Dari ketiganya, satu berstatus PPPK dan dua lainnya merupakan guru tidak tetap (GTT).

Suhadi berharap ke depan ada perhatian dari Dinas Pendidikan. Ia bahkan telah mengajukan agar SDN Setono tidak lagi dijadikan sekolah inti, agar bisa pindah lokasi ke tempat yang lebih potensial dari sisi jumlah siswa.

Berdasarkan data SPMB 2025, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah sekolah lain di Ponorogo. Di antaranya SDN Nambak di Kecamatan Bungkal, SDN 03 Pomahan di Kecamatan Pulung, SDN 4 Tempuran di Sawoo, serta beberapa SDN di Kecamatan Slahung seperti SDN 3 Ngilo Ilo, SDN Nailan, dan SDN Truneng. Sementara di Kecamatan Sukorejo, SDN Nampan juga dilaporkan tidak mendapat siswa baru.

Ega Patria sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Tangki Pertamina di Jalur Plaosan–Sarangan

    Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Tangki Pertamina di Jalur Plaosan–Sarangan

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Plaosan–Sarangan, tepatnya di wilayah Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Minggu (9/11/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Seorang pengendara sepeda motor bernama Sunu Bagus, warga Jalan Kalimantan, Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, meninggal dunia di tempat setelah terlindas truk tangki Pertamina. Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, korban […]

    Bagikan
  • Klir, Investor dan Warga Desa Kuwu Sepakat Saluran Air Dipindah Sesuai Regulasi

    Klir, Investor dan Warga Desa Kuwu Sepakat Saluran Air Dipindah Sesuai Regulasi

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Janji Pemkab Madiun yang pasang badan memfasilitasi semua investor bukan isapan jempol. Ini setelah investor asal China, PT Wahlung bersepakat dengan pihak Pemerintah Desa ( Pemdes) serta warga Desa Kuwu Kec Balerejo Kab Madiun, untuk memindahkan saluran air, Rabu (14/05/2025). Keberadaan saluran irigasi ada di dalam lahan kurang lebih 6 […]

    Bagikan
  • Satgas Pangan Cek Harga Beras di Pasar Pagotan, Pastikan Sesuai HET

    Satgas Pangan Cek Harga Beras di Pasar Pagotan, Pastikan Sesuai HET

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) Polres Madiun memastikan harga beras di Pasar Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengecekan harga dan ketersediaan beras tersebut dilakukan bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Madiun, Jumat (11/9/2026). Kasat Reskrim […]

    Bagikan
  • Lagi-Lagi Diisi Penjabat, Jabatan Sekda Magetan Kembali Tak Definitif

    Lagi-Lagi Diisi Penjabat, Jabatan Sekda Magetan Kembali Tak Definitif

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan kembali diisi oleh Penjabat (Pj). Kali ini, Muhtar Wahid resmi dilantik sebagai Pj Sekda oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, dalam sebuah seremoni di ruang jamuan Pendapa Surya Graha, Sabtu (28/06/2025). Pelantikan ini menambah deretan panjang rotasi pejabat sementara di posisi strategis tersebut. Padahal, jabatan […]

    Bagikan
  • Tersangka Korupsi BPR Kota Madiun Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp. 8,7 Miliar

    Tersangka Korupsi BPR Kota Madiun Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp. 8,7 Miliar

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Perumda BPR Kota Madiun memasuki babak baru. Pada Jumat (14/11/2025), satu tersangka resmi diserahkan penyidik Polres Madiun Kota kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun. Tersangka Candra Wiyono (35), warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Manguharjo, Kecamatan Manguharjo Kota Madiun menjabat sebagai Account Officer (AO) […]

    Bagikan
  • Ratusan Hektar Cengkeh Mati Diserang Bakteri, Petani Rugi Puluhan Juta

    Ratusan Hektar Cengkeh Mati Diserang Bakteri, Petani Rugi Puluhan Juta

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan hektar tanaman cengkeh di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, mati akibat serangan Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC). Serangan penyakit tanaman ini membuat petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena gagal panen. Kondisi memprihatinkan itu tampak di Desa Kare, Senin (20/10/2025). Hampir seluruh pohon cengkeh di lahan warga tampak gundul […]

    Bagikan
expand_less