Sirkuit Suryo Dikebut, Pemkab Magetan Bidik Gelar Kejurnas
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
- visibility 88
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Pengembangan Sirkuit Suryo di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, terus dipercepat. Hal itu setelah Pemerintah Kabupaten Magetan menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp10 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dana tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Minggu (29/3/2026) lalu. Bantuan ini menjadi penopang utama pembangunan tahap lanjutan guna meningkatkan kualitas sirkuit agar memenuhi standar nasional.
Saat ini, Sirkuit Suryo memiliki lintasan sepanjang 1.030 meter dengan trek lurus 210 meter, lebar 8 meter, serta 11 tikungan. Sirkuit ini juga telah digunakan untuk menggelar Gubernur Cup Road Race Kejurprov Putaran I.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa fokus pembangunan tahap kedua diarahkan pada peningkatan sarana dan prasarana utama.
“Anggaran BKK ini kami prioritaskan untuk pembenahan lintasan, pembangunan tribun, Command Center, area parkir, hingga penguatan sistem mitigasi bencana agar sirkuit semakin layak,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, percepatan pembangunan dilakukan dengan melibatkan Ikatan Motor Indonesia (IMI) agar seluruh aspek teknis sesuai standar.
“Kami ingin prosesnya cepat, tetapi tetap sesuai standar. Karena itu, IMI kami libatkan secara aktif, termasuk untuk memastikan kesiapan menuju kejuaraan tingkat nasional,” imbuhnya.
Menurut Nanik, jika seluruh tahapan pembangunan selesai, Sirkuit Suryo ditargetkan mampu menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional.
“Kalau semua fasilitas terpenuhi dan legalitas lahan sudah beres, kami optimistis Sirkuit Suryo siap naik kelas menjadi tuan rumah Kejurnas,” katanya.
Selain itu, Pemkab juga tengah mengkaji opsi pengelolaan oleh pihak ketiga. Skema tersebut diharapkan tetap memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pengelolaan akan kami kaji matang. Prinsipnya, harus profesional dan tetap memberikan dampak ekonomi bagi daerah,” jelasnya.
Ia juga menilai keberadaan sirkuit memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal.
“Event balap ini bukan hanya olahraga, tapi juga mampu menghidupkan UMKM, pariwisata, hingga sektor jasa di sekitarnya,” tuturnya.
Sementara itu, Pengurus IMI Jawa Timur, Kiagus Firdaus, menyampaikan sejumlah catatan evaluasi terhadap kondisi sirkuit saat ini.
“Kapasitas paddock yang ada masih terbatas, sehingga perlu diperluas. Selain itu, kami juga mendorong pembangunan fasilitas tambahan seperti gapura di pintu selatan,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya pelibatan IMI dalam setiap tahapan pembangunan, termasuk dalam pengelolaan ke depan.
“Dari sisi manajemen, kami menyarankan agar pengelolaan dilakukan oleh pihak ketiga yang profesional dan berbadan hukum, supaya event bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Menurut Kiagus, skema tersebut juga berpotensi meningkatkan pemasukan daerah.
“Lintasan bisa dimanfaatkan untuk latihan berbayar atau kerja sama dengan tim balap, sehingga ada nilai ekonomi yang terus bergerak,” ujarnya.
Ketua IMI Magetan, Risto Vialle, menambahkan bahwa peningkatan fasilitas menjadi kunci untuk naik ke level Kejuaraan Nasional.
“Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, seperti penambahan paddock, perbaikan titik lintasan yang amblas, serta penyediaan tribun portabel yang lebih fleksibel,” jelasnya.
Ia optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, Sirkuit Suryo dapat segera memenuhi standar nasional.
“Kalau sinerginya kuat, kami yakin sirkuit ini bisa segera naik kelas dan menjadi kebanggaan Magetan,” tandasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






