Perjalanan Politik Muhtarom di PKB Madiun, Dari Pendiri hingga Tongkat Regenerasi Kepemimpinan
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 161
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Nama H. Muhtarom tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Madiun. Sejak ikut membesarkan partai pada awal berdirinya tahun 1998, ia menjadi salah satu figur kunci yang mengawal pertumbuhan sekaligus konsolidasi politik PKB di daerah tersebut.
Selama lebih dari dua dekade, Muhtarom dikenal sebagai sosok yang konsisten menjaga basis suara partai. Di bawah kepemimpinannya PKB pernah mencapai masa keemasan dengan raihan signifikan di legislatif daerah.
“Banyak proses panjang yang sudah dilalui bersama. Dari awal merintis hingga bisa seperti sekarang,” ujar Muhtarom saat ditemui di sela Musyawarah Cabang (Muscab), Minggu (5/4/2026).
Bagi Muhtarom, politik bukan sekadar soal jabatan, tetapi juga kesinambungan perjuangan. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah dibangun sejak awal berdirinya partai, terutama dalam merawat kepercayaan masyarakat.
Mbah Tarom sapaan akrabnya juga dikenal sebagai figur yang mendorong kaderisasi di internal partai. Menurutnya, regenerasi menjadi bagian penting agar organisasi tetap adaptif menghadapi dinamika politik ke depan, termasuk menghadapi kontestasi pemilu mendatang.
“Regenerasi itu keniscayaan. Partai harus memberi ruang bagi kader muda untuk tampil dan berkembang,” katanya.
Meski membuka jalan bagi kepemimpinan baru, Muhtarom berharap arah perjuangan PKB tetap berada pada koridor yang sama. Ia menilai keberlanjutan program dan konsistensi visi menjadi kunci menjaga eksistensi partai di tingkat daerah.
“Ikuti hal-hal baik yang sudah dilakukan. Tinggal dilanjutkan dan disesuaikan dengan tantangan zaman,” tambahnya.
Momentum Muscab kali ini menjadi penanda penting dalam perjalanan politik Muhtarom. Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga simbol transisi kepemimpinan yang telah lama ia siapkan.
Di sisi lain, proses regenerasi di tubuh PKB Kabupaten Madiun mulai mengerucut. Dari hasil Muscab, muncul empat nama kader yang diproyeksikan menjadi calon Ketua DPC berikutnya. Mereka adalah dr. Purnomo Hadi, Wahyu Widayat, Djoko Setijono, dan Slamet Rijadi.
Keempat nama tersebut akan melanjutkan tahapan seleksi di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui uji kelayakan dan kepatutan sebelum ditetapkan sebagai ketua definitif.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan tidak hanya melanjutkan estafet organisasi, tetapi juga memperkuat posisi PKB di Kabupaten Madiun di masa mendatang. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez






