Banyak ASN Pemkot Madiun Masuki Masa Pensiun, Plt Wali Kota Siapkan Sistem Penilaian dan Ingatkan Eselon III
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 67
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai bersiap menghadapi gelombang pensiun aparatur sipil negara (ASN) dalam dua tahun ke depan. Kondisi tersebut mendorong Pemkot menyiapkan langkah regenerasi jabatan sekaligus memperkuat ritme kerja birokrasi.
Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun menegaskan seluruh ASN, mulai dari eselon II, III hingga IV, harus menyamakan irama kerja dan tujuan organisasi. Hal itu disampaikannya usai rapat pengarahan dan pembinaan eselon III seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Gedung GCIO Kota Madiun, Rabu (8/4/2026).
“Sekarang saya ingin teman-teman mulai dari eselon II, eselon III, sampai eselon IV itu semuanya satu irama. Kita satu tujuan dan harus saling bekerja sama,” ujar Bagus.
Menurutnya, langkah tersebut penting mengingat berdasarkan pemetaan pegawai, jumlah ASN yang memasuki masa pensiun cukup banyak pada 2026 dan 2027. Bahkan, pada 2027 sejumlah pejabat eselon II atau jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) juga akan purnatugas.
“Melihat mapping pegawai, di tahun 2026 ini banyak yang pensiun, di 2027 eselon II juga banyak yang pensiun. Maka saya harus prepare, menyampaikan bagaimana ritme kerja, kebiasaan, dan mindset teman-teman ASN ke depan,” jelasnya.
Bagus menambahkan, Pemkot Madiun tetap berpegang pada regulasi dalam proses pengisian jabatan dan pembinaan ASN. Saat ini, pihaknya juga tengah menyiapkan sistem penilaian kinerja yang sesuai aturan untuk memetakan karier pegawai sekaligus menyiapkan calon pengganti pejabat yang pensiun.
“Secara regulasi kita tetap mengikuti aturan. Hari ini saya juga sedang mempersiapkan sistem penilaian yang sesuai dengan aturan di atas,” katanya.
Namun, ia menegaskan akan bersikap tegas terhadap ASN yang dinilai tidak mampu mengikuti ritme kerja atau tidak dapat dibina. Bahkan, penurunan jabatan bisa dilakukan jika kinerja tidak menunjukkan perbaikan.
“Kalau memang benar-benar tidak bisa kita bina, ya bisa saya turunkan eselonnya,” tegas Bagus.
Di sisi lain, Bagus berharap para ASN mulai membangun budaya kerja yang lebih proaktif dan memiliki inisiatif dalam menjalankan tugas.
“Saya lebih senang kalau teman-teman ini punya budaya menginisiasi, sehingga mereka peduli,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun, Haris Rahmanuddin menjelaskan, Pemkot tengah mempersiapkan regenerasi ASN dengan memanfaatkan sistem karier berbasis merit.
Menurutnya, proses penilaian calon pejabat tidak hanya melihat pendidikan dan kompetensi teknis, tetapi juga kinerja serta loyalitas pegawai.
“Penilaian kinerja menjadi salah satu dasar untuk mempersiapkan siapa yang nanti akan menggantikan. Selain itu juga ada kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang menjadi dasar pembangunan karier ASN,” kata Haris.
Ia menambahkan, proses tersebut tetap melalui mekanisme asesmen dan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau mekanisme tentu melalui asesmen sebagaimana SOP dan aturan yang selama ini berlaku,” ujarnya.
Terkait kesiapan SDM, Haris menilai ASN di level bawah cukup banyak yang memiliki kompetensi untuk mengisi jabatan strategis yang akan kosong.
“Saya kira rekan-rekan banyak yang secara persyaratan dan kemampuan ada. Tinggal nanti kita lihat siapa yang benar-benar terbaik untuk menduduki posisi-posisi vital,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






