Wisatawan Inggris Kunjungi Padepokan PSHT Pusat Madiun, Kenali Pencak Silat dan Budaya Lokal
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 72
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Upaya memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional terus dilakukan oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun. Kali ini, langkah tersebut terlihat dalam kunjungan seorang wisatawan asal Inggris, Charlotte Dorothy Withers, ke padepokan PSHT di Kota Madiun di Jalan Merak Kelurahan Nambangan Kidul.
Kunjungan ini menjadi ruang pertemuan lintas budaya yang hangat dan penuh makna. Charlotte tidak hanya datang sebagai turis, tetapi juga ingin memahami lebih dalam budaya lokal, khususnya pencak silat.
Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, R. Moerdjoko, mengatakan kunjungan ini merupakan hasil koordinasi dengan pihak kelurahan setempat untuk mengenalkan kekayaan budaya Madiun.

“Hari ini kita kedatangan tamu, turis dari Inggris yang pada dasarnya ingin mengenal budaya yang ada di Kota Madiun, khususnya di Kelurahan Nambangan Kidul. Kita fasilitasi di padepokan ini agar bisa mengenal budaya Madiun dan Indonesia,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Charlotte disambut dengan berbagai pertunjukan khas daerah. Salah satunya adalah atraksi Reog Ponorogo yang sarat nilai sejarah dan filosofi. Selain itu, ia juga menyaksikan langsung penampilan pencak silat dari para pendekar PSHT yang menampilkan gerakan penuh makna, disiplin, dan semangat persaudaraan.
Menurut Moerdjoko, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga bagian dari kontribusi PSHT dalam mendukung visi pembangunan daerah.
“Kita ingin mengenalkan pencak silat kepada masyarakat dunia, sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Madiun yaitu Madiun Maju Mendunia. Harapannya, budaya Madiun semakin dikenal secara global,” ungkapnya.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki daya tarik kuat di mata dunia. Melalui pendekatan yang hangat dan autentik, seni bela diri, tradisi, hingga produk lokal mampu menjadi jembatan diplomasi budaya yang efektif.
PSHT pun berkomitmen untuk terus membuka diri terhadap kunjungan internasional, sekaligus memperluas peran pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia di kancah global. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





