Dikbud Madiun Kawal Implementasi Selamat Asri di Sekolah, Bentuk Tim Kober untuk Monitoring
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 234
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun mengawal pelaksanaan program Selamat Asri (Selasa Jumat Aman, Sehat, Resik, Indah) di seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP. Program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang disinkronkan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Madiun Nomor 11 Tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Agus Sucipto, mengatakan pihaknya langsung mengimplementasikan program tersebut ke seluruh sekolah sebagai bagian dari upaya membangun budaya lingkungan bersih dan sehat.
“Selamat Asri ini program strategis nasional, dan kami menindaklanjuti melalui Perbup Nomor 11 Tahun 2026. Maka dari itu, seluruh satuan pendidikan kami dorong untuk melaksanakan gerakan ini,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Selamat Asri di sekolah tidak dianggap sebagai program baru, melainkan penguatan dari kebiasaan yang telah berjalan. Program ini juga selaras dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Madiun, yakni “Bersahaja”.
“Ini bukan habit baru, tapi memaksimalkan apa yang sudah ada. Jadi lebih ke penguatan dan konsistensi,” jelasnya.
Dalam implementasinya, Dikbud memberikan keleluasaan kepada masing-masing sekolah untuk berinovasi sesuai karakteristik dan potensi wilayah. Setiap satuan pendidikan memiliki pendekatan berbeda, mulai dari berbasis religius, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan vokasi.
“Setiap sekolah punya karakter unik. Ada yang berbasis religius, ada yang fokus ke UMKM, ada juga yang ke vokasi. Kami bebaskan mereka mengekspresikan Selamat Asri sesuai kebutuhan,” tambah Agus.
Untuk memastikan program berjalan efektif, Dikbud Kabupaten Madiun membentuk Tim Komunikasi Bersahaja (Kober) yang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala.
Tim ini terdiri dari berbagai unsur di lingkungan Dikbud, mulai dari bidang PAUD, SD, SMP, ketenagaan, kebudayaan, hingga kesekretariatan yang menjadi motor utama dalam pengawasan.
“Tim Kober ini kami turunkan untuk monitoring secara melekat. Ini bentuk tanggung jawab kami agar program berjalan efektif,” tegasnya.
Agus menambahkan, pengawasan tidak dilakukan secara mendadak, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan dilakukan secara terencana.
Dengan langkah tersebut, Dikbud Kabupaten Madiun optimistis program Selamat Asri dapat berjalan optimal dan menjadi budaya positif di lingkungan pendidikan. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





