Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Diberlakukan, Ini Rincian di Wilayah Jawa Timur
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia — PT Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang diberlakukan sejak 18 April 2026. Kebijakan ini berdampak langsung pada sejumlah produk unggulan, khususnya BBM beroktan tinggi dan diesel berkualitas.
Berdasarkan data resmi perusahaan, penyesuaian harga kali ini menyasar tiga jenis BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, produk lain seperti Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan harga.
“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum,” bunyi pengumuman dari Pertamina.
Untuk wilayah Jawa Timur, harga BBM yang berlaku per 18 April 2026 adalah sebagai berikut :
1. Pertamax: Rp12.300 per liter
2. Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter
3. Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
4. Dexlite: Rp23.600 per liter
5. Pertamina Dex: Rp23.900 per liter
Kenaikan paling signifikan terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex yang masing-masing naik sekitar Rp9.400 per liter dibandingkan harga sebelumnya. Sementara Pertamax Turbo mengalami kenaikan sekitar Rp6.300 per liter.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini mengikuti mekanisme pasar yang mempertimbangkan berbagai faktor, seperti harga minyak dunia, biaya distribusi, serta kondisi infrastruktur di masing-masing daerah. Perbedaan harga antarwilayah juga dipengaruhi oleh aspek logistik dan kebijakan regional.
Meski demikian, pemerintah dan Pertamina memastikan bahwa BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan harga, sehingga tetap menjadi opsi bagi masyarakat luas. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





