Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Skandal Ijazah Ditahan di Madiun, HRD Ngaku Cuma “Komitmen Kerja”  

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 546
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Arry Anggara, HRD CV Sukses Jaya Abadi membantah adanya praktik penahanan ijazah. (22/4/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Praktik penahanan ijazah karyawan kembali mencuat di Kabupaten Madiun. Kali ini, dugaan tersebut terjadi di perusahaan produsen plastik, CV Sukses Jaya Abadi yang berlokasi di Desa Wonoasri, Kecamatan Wonoasri.

Sejumlah mantan karyawan mengeluhkan dokumen penting mereka, terutama ijazah, belum dikembalikan setelah berhenti bekerja. Praktik ini disebut-sebut sebagai bentuk “komitmen” dalam hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan.

Namun, dari sisi regulasi ketenagakerjaan, penahanan ijazah oleh perusahaan dinilai menyalahi aturan karena berpotensi melanggar hak dasar pekerja atas dokumen pribadi.

Pihak perusahaan melalui HRD, Arry Anggara, membantah adanya praktik penahanan ijazah. Ia menegaskan bahwa dokumen tersebut hanya dijadikan sebagai bentuk komitmen kerja, bukan sebagai jaminan yang bersifat mengikat secara sepihak.

“Kita itu tidak ada yang namanya penahanan. Ini hanya bentuk komitmen saja. Ketika karyawan keluar secara baik-baik, pasti kita kembalikan,” ujar Arry saat ditemui, Rabu (22/4/2026).

Arry menjelaskan, perusahaan menerapkan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama satu tahun yang dapat diperpanjang. Dalam kontrak tersebut, karyawan diwajibkan mengikuti prosedur pengunduran diri, termasuk pemberitahuan satu bulan sebelumnya (one month notice).

Menurutnya, mekanisme ini diperlukan agar perusahaan memiliki waktu mencari pengganti, sehingga operasional tidak terganggu.

“Kalau karyawan keluar tanpa pemberitahuan, itu yang menyulitkan operasional. Makanya komitmen itu penting, minimal ada pemberitahuan dulu,” katanya.

Terkait alasan penggunaan ijazah sebagai bentuk komitmen, Arry menyebut hal itu bukan keharusan dari perusahaan. Ia mengklaim, karyawan sendiri yang umumnya menyerahkan ijazah sebagai bukti keseriusan bekerja.

“Kita tidak mengarahkan harus ijazah. Tapi kebanyakan mereka sendiri yang menyerahkan dokumen itu,” ujarnya.

Meski demikian, Arry mengakui masih ada sejumlah ijazah eks karyawan yang belum dikembalikan. Ia berdalih, sebagian pemilik dokumen belum mengambilnya karena berada di luar kota atau belum menyelesaikan proses administrasi pengunduran diri.

“Yang jelas, kita terbuka. Kalau ada masalah, bisa diselesaikan. Disnaker juga siap memfasilitasi,” katanya.

Di sisi lain, praktik penahanan ijazah tetap menuai kritik. Selain berpotensi melanggar hukum, kebijakan tersebut dinilai menempatkan posisi tawar pekerja menjadi lemah dan rawan disalahgunakan. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansar Rasidi Ramaikan Bursa Calon Sekda Magetan, Ini Kata Wali Kota Maidi

    Ansar Rasidi Ramaikan Bursa Calon Sekda Magetan, Ini Kata Wali Kota Maidi

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan mulai mengerucut. Dari delapan nama yang lolos seleksi administrasi, satu di antaranya berasal dari luar daerah yakni Ansar Rasidi, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Madiun. Selain Ansar, tujuh pejabat internal Pemkab Magetan juga masuk daftar peserta yang melaju ke tahap berikutnya. […]

    Bagikan
  • Harga Ayam Potong di Ngawi Tembus Rp43 Ribu per Kilogram, Pedagang Kuliner Tertekan

    Harga Ayam Potong di Ngawi Tembus Rp43 Ribu per Kilogram, Pedagang Kuliner Tertekan

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Harga daging ayam potong di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Pada Selasa (18/8/2026), harga ayam potong di Pasar Besar Ngawi mencapai Rp43 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan harga tersebut jauh di atas kondisi normal yang biasanya berada di […]

    Bagikan
  • Candi Sadon Magetan, Jejak Peradaban Hindu yang Tetap Disakralkan dan Menyimpan Beragam Kisah

    Candi Sadon Magetan, Jejak Peradaban Hindu yang Tetap Disakralkan dan Menyimpan Beragam Kisah

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di balik hamparan perkampungan di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, berdiri sebuah situs bersejarah yang menyimpan jejak panjang peradaban Hindu di lereng Gunung Lawu. Situs yang dikenal sebagai Candi Sadon atau Candi Reog itu hingga kini tidak hanya menjadi objek kajian sejarah dan arkeologi, tetapi juga masih dianggap […]

    Bagikan
  • Umat Tri Dharma Kota Madiun Laksanakan Sembahyang Malam Imlek

    Umat Tri Dharma Kota Madiun Laksanakan Sembahyang Malam Imlek

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Umat Tri Dharma melaksanakan sembahyang malam tahun baru Imlek 2576 Kongzili di TITD Hwie Ing Kiong Madiun pada selasa malam (28/1/2025). Para umat dan simpatisan Tri Dharma sangat khidmat dalam mengikuti rangkaian ibadah imlek. Ibadah ini di ikuti oleh kurang lebih sebanyak 50 jemaat. “Pada hari ini kita melaksanakan ibadah […]

    Bagikan
  • Diguyur Hujan Terus Menerus, Warga Terdampak Tanah Retak di Madiun Pilih Mengungsi ke Tenda Darurat 

    Diguyur Hujan Terus Menerus, Warga Terdampak Tanah Retak di Madiun Pilih Mengungsi ke Tenda Darurat 

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Retakan tanah di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, semakin mengkhawatirkan. Sedikitnya delapan rumah warga mengalami kerusakan dengan lebar retakan mencapai 10 hingga 15 sentimeter. Retakan tanah sepanjang sekitar 500 meter itu membentang di Dusun Morosowo dan Mendak membentuk pola menyerupai huruf U. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan […]

    Bagikan
  • 100 KK di Kelurahan Wungu Andalkan Air Bersih dari Bantuan Tandon dan Dropping 

    100 KK di Kelurahan Wungu Andalkan Air Bersih dari Bantuan Tandon dan Dropping 

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun kian dirasakan warga. Di Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, sekitar 100 kepala keluarga (KK) di RT 5 dan RT 6 telah lebih dari sebulan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat terbatasnya aliran air dari PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Badan Penanggulangan […]

    Bagikan
expand_less