Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 89
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Seorang pelajar SMK di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjun ke Sungai Bengawan Madiun dari Jembatan Ngujur, Desa Gorang Gareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi Kamis (23/4/2026). Korban diketahui bernama Davin Andriano Mustaqin (19), warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran.
Peristiwa tersebut terungkap pada Rabu (22/4/2026), dan sempat mengundang perhatian warga setempat. Indikasi awal muncul setelah warga menemukan sepasang sendal dan sepeda motor milik korban dalam kondisi terparkir di tengah jembatan tanpa pengendara sekitar pukul 08.00 WIB. Temuan itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya sempat terlibat pertengkaran dengan orang tuanya pada pagi hari sebelum meninggalkan rumah. Korban tidak kunjung kembali hingga lebih dari 24 jam, sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Takeran.
Koordinator SAR Pos Trenggalek, Toni Widodo, menjelaskan bahwa proses pencarian sempat terkendala kondisi sungai yang relatif dangkal, sehingga membatasi pergerakan perahu. Meski demikian, pencarian terus dilanjutkan hingga akhirnya membuahkan hasil.
“Penyisiran sempat terhambat karena kedalaman air yang tidak merata, namun setelah beberapa jam, korban berhasil ditemukan. Evakuasi berlangsung cepat, sekitar lima hingga sepuluh menit setelah jasad terlihat,” ujarnya.
Sembunyikan kutipan teksJasad korban ditemukan sekitar lima jam setelah pencarian dimulai, dalam kondisi mengapung sekitar 500 meter dari titik awal diduga lokasi terjun. Tim SAR kemudian mengevakuasi korban ke darat sebelum dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka.
Kapolsek Nguntoronadi, AKP Mahfud Sidik, menyatakan bahwa ciri-ciri jasad yang ditemukan sesuai dengan laporan keluarga. Meski demikian, proses identifikasi lanjutan dan visum tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian secara medis.
“Ciri-ciri korban sesuai dengan laporan awal. Selanjutnya kami koordinasikan dengan tim identifikasi Polres dan pihak rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk menggali keterangan dari pihak keluarga dan saksi di lokasi kejadian. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





