Berita Terkini
Trending Tags

Koper Calon Jamaah Haji Ponorogo Diberi Tanda Unik, dari Boneka hingga Infus agar Tak Tertukar

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 274
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Koper CJH Ponorogo diberi tanda unik agar tak tertukar saat di Tanah Suci. (24/4/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Pemandangan unik terlihat di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Ponorogo, Jumat (24/4/2026) pagi. Ratusan koper milik Calon Jamaah Haji (CJH) yang dikumpulkan sebelum dikirim ke Embarkasi Surabaya tampak dihiasi beragam penanda unik.

Mulai dari boneka, plastik kresek, kain, bola tenis, hingga gantungan menyerupai infus dipasang di koper para jamaah. Aksesori tersebut sengaja dipasang sebagai penanda agar koper mudah dikenali dan tidak tertukar saat proses perjalanan maupun setibanya di Tanah Suci.

Salah satu calon jamaah haji, Susilah, memilih memasang plastik kresek warna merah di kopernya. Menurutnya, cara itu murah namun efektif.

“Pakai kresek warna merah. Murah, tidak beli, jadi tidak keluar uang. Mudah-mudahan aman, sama suami,” ujar Susilah.

Susilah mengaku telah menunggu selama 14 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Ia mendaftar haji sejak tahun 2012.

“Sudah 14 tahun menunggu, daftar tahun 2012. Ini persiapan berangkat,” tambahnya.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Ponorogo, Marjuni, mengatakan tidak ada aturan khusus terkait penambahan penanda unik di koper jamaah. Namun, hal itu diperbolehkan selama tidak mengganggu identitas resmi koper dan ketentuan barang bawaan.

Menurutnya, penanda tersebut justru sangat membantu jamaah ketika mengambil koper di Arab Saudi.

“Biasanya di lobi hotel koper diturunkan satu per satu. Kalau jamaah sudah menandai sejak awal di tanah air, maka akan memudahkan mereka saat mengambil koper untuk dibawa ke kamar hotel masing-masing,” jelas Marjuni.

Ia menambahkan, tanpa penanda khusus, jamaah berpotensi kesulitan mengenali barang bawaannya, terutama dalam kondisi ramai.

“Tanda itu yang penting tidak mengganggu identitas resmi. Ada yang pakai boneka, kain, dasi, rajut, dan lainnya. Yang penting nyaman dan mudah dikenali,” imbuhnya.

Tahun ini, 564 CJH Ponorogo yang diberangkatkan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Para jamaah dijadwalkan mulai diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya pada Minggu, 26 April 2026 dini hari pukul 01.00 WIB.

Keberadaan penanda unik di koper ini menjadi salah satu cara sederhana namun efektif agar jamaah lebih mudah mengenali barang bawaannya selama menjalankan ibadah haji. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madiun Kota Ungkap Kasus Pencabulan Terhadap Anak Dibawah Umur

    Polres Madiun Kota Ungkap Kasus Pencabulan Terhadap Anak Dibawah Umur

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota mengamankan seorang pria berinisial MQS atas dugaan pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur. Yang bersangkutan dilaporkan oleh orang tua korban yang tidak terima anaknya yang masih berusia belasan tahun mendapat kekerasan seksual. Pria 27 tahun asal Magetan tersebut kini ditahan guna proses penyelidikan lebih lanjut.  Kasat […]

    Bagikan
  • Belasan Kambing Warga Dagangan Madiun Mati Diduga Diserang Hewan Buas

    Belasan Kambing Warga Dagangan Madiun Mati Diduga Diserang Hewan Buas

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Warga Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dibuat resah oleh serangkaian kematian ternak kambing yang diduga diserang hewan buas. Sedikitnya 15 ekor kambing dilaporkan mati, sementara puluhan lainnya mengalami luka serius akibat gigitan. Peristiwa ini terjadi di tiga desa, yakni Desa Ngranget, Padas, dan Segulung, dalam kurun waktu dua pekan terakhir. […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan Mengambang di Bengawan Madiun Gegerkan Warga

    Mayat Perempuan Mengambang di Bengawan Madiun Gegerkan Warga

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Warga Desa Kiringan, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan yang mengambang di aliran Sungai Bengawan Madiun, Minggu siang (14/12/2025). Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis. Mayat pertama kali ditemukan oleh Sunaryo, warga setempat yang hendak memancing di sungai tersebut sekitar pukul […]

    Bagikan
  • Dampak Hujan dan Angin Kencang Sejumlah Rumah dan Fasilitas Umum Rusak di 3 Kecamatan

    Dampak Hujan dan Angin Kencang Sejumlah Rumah dan Fasilitas Umum Rusak di 3 Kecamatan

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Jumat (17/10/2025) sore, menyebabkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan. Sejumlah pohon tumbang juga menutup akses jalan di beberapa titik. Tim BPBD Kabupaten Madiun bersama masyarakat dan relawan melakukan pembersihan material pohon tumbang serta membantu […]

    Bagikan
  • Menjelang Idul Adha, Besek Bambu dari Magetan Makin Dicari

    Menjelang Idul Adha, Besek Bambu dari Magetan Makin Dicari

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Menjelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, semangat dan aktivitas warga di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, meningkat tajam. Desa ini tak sekadar bersiap menyambut hari besar keagamaan, namun juga menunjukkan denyut ekonomi yang hidup lewat sentra UMKM kerajinan anyaman bambunya. Desa Durenan dikenal sebagai penghasil besek, wadah tradisional dari bambu […]

    Bagikan
  • Inovatif dan Kreatif, Drone Pertanian Mampu Pemupukan 1 Hektar Hanya 15 Menit

    Inovatif dan Kreatif, Drone Pertanian Mampu Pemupukan 1 Hektar Hanya 15 Menit

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemanfaatan teknologi drone kian merambah dunia pertanian. Uji coba pemupukan menggunakan drone di area persawahan Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, pada Kamis (14/08/2025), menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan, hanya butuh sekitar 15 menit untuk memupuk lahan seluas satu hektar. “Teknologi ini mempercepat pekerjaan dan menghemat tenaga. Drone bisa dipakai […]

    Bagikan
expand_less