Koper Calon Jamaah Haji Ponorogo Diberi Tanda Unik, dari Boneka hingga Infus agar Tak Tertukar
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 74
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Pemandangan unik terlihat di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Ponorogo, Jumat (24/4/2026) pagi. Ratusan koper milik Calon Jamaah Haji (CJH) yang dikumpulkan sebelum dikirim ke Embarkasi Surabaya tampak dihiasi beragam penanda unik.
Mulai dari boneka, plastik kresek, kain, bola tenis, hingga gantungan menyerupai infus dipasang di koper para jamaah. Aksesori tersebut sengaja dipasang sebagai penanda agar koper mudah dikenali dan tidak tertukar saat proses perjalanan maupun setibanya di Tanah Suci.
Salah satu calon jamaah haji, Susilah, memilih memasang plastik kresek warna merah di kopernya. Menurutnya, cara itu murah namun efektif.
“Pakai kresek warna merah. Murah, tidak beli, jadi tidak keluar uang. Mudah-mudahan aman, sama suami,” ujar Susilah.
Susilah mengaku telah menunggu selama 14 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Ia mendaftar haji sejak tahun 2012.
“Sudah 14 tahun menunggu, daftar tahun 2012. Ini persiapan berangkat,” tambahnya.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Ponorogo, Marjuni, mengatakan tidak ada aturan khusus terkait penambahan penanda unik di koper jamaah. Namun, hal itu diperbolehkan selama tidak mengganggu identitas resmi koper dan ketentuan barang bawaan.
Menurutnya, penanda tersebut justru sangat membantu jamaah ketika mengambil koper di Arab Saudi.
“Biasanya di lobi hotel koper diturunkan satu per satu. Kalau jamaah sudah menandai sejak awal di tanah air, maka akan memudahkan mereka saat mengambil koper untuk dibawa ke kamar hotel masing-masing,” jelas Marjuni.
Ia menambahkan, tanpa penanda khusus, jamaah berpotensi kesulitan mengenali barang bawaannya, terutama dalam kondisi ramai.
“Tanda itu yang penting tidak mengganggu identitas resmi. Ada yang pakai boneka, kain, dasi, rajut, dan lainnya. Yang penting nyaman dan mudah dikenali,” imbuhnya.
Tahun ini, 564 CJH Ponorogo yang diberangkatkan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Para jamaah dijadwalkan mulai diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya pada Minggu, 26 April 2026 dini hari pukul 01.00 WIB.
Keberadaan penanda unik di koper ini menjadi salah satu cara sederhana namun efektif agar jamaah lebih mudah mengenali barang bawaannya selama menjalankan ibadah haji. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





