Jembatan Merah Putih Presisi Rampung, Akses Warga Kembali Normal
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 106
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Akses penghubung antar kecamatan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, akhirnya kembali normal setelah rampungnya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Jembatan yang berada di Desa Wagir lor, Kecamatan Ngebel ini kini sudah dapat digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Jembatan tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Merah Putih Presisi yang diinisiasi Polres Ponorogo bersama Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Pembangunan jembatan berbahan baja ini dilakukan setelah akses penghubung antara Desa Wates, Kecamatan Jenangan, dan Desa Wagirlor sempat terputus selama lebih dari tiga tahun.
Sebelumnya, warga terpaksa melintasi jembatan darurat berbahan bambu yang dinilai berisiko tinggi dan membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah.
Salah satu siswi SDN 4 Wagir Lor, Gwenzy Elayra Gusti, mengaku sebelum jembatan permanen dibangun, dirinya bersama teman-teman harus melewati jembatan bambu. Bahkan, mereka kerap digendong oleh guru saat menyeberang karena merasa takut.
“Terima kasih pak polisi sudah membikinkan jembatan darurat ini. Dan Terima kasih saya sudah bisa sekolah dg aman. Sebelumnya itu lewat sana, ya berbahayankrn kaya mau runtuh. Iya kadang digendong sama guru, kadang juga jalan sendiri. Kalau hujan tanahnya sering longsor,” ujar gwenzy.
Hal senada disampaikan Kepala SDN 4 Wagir Lor, Zainal Arifin. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian dan pemerintah daerah atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan sangat membantu kelancaran akses pendidikan bagi para siswa.
“Selama ini kami harus bergiliran membantu menyeberangkan anak-anak. Dalam sehari, bisa dua kali guru berjaga untuk memastikan siswa selamat menyeberang, karena sebagian besar murid berasal dari Desa Wates,” ujarnya.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan anak-anak.
Di Kabupaten Ponorogo, terdapat empat titik pembangunan jembatan dalam program ini. Tiga jembatan telah selesai dibangun, masing-masing berada di Desa Wagirlor (Kecamatan Ngebel), Desa Grogol dan Desa Munggung (Kecamatan Sawoo). Sementara satu jembatan lainnya di Kecamatan Bungkal masih dalam proses pengerjaan.

“Pembangunan ini merupakan kerja sama antara Polres Ponorogo dan pemerintah daerah. Ke depan, jembatan yang sudah selesai akan segera diresmikan bersama Bupati,” jelas AKBP Andin.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan dilakukan selama kurang lebih tiga bulan, dengan anggaran berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar per titik, tergantung panjang dan lebar jembatan.
Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan akses masyarakat semakin lancar, aman, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya dalam mendukung aktivitas pendidikan dan ekonomi di wilayah tersebut. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





