Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Warga Segel TPS Kelurahan Parang, Tuntut Relokasi karena Bau, Asap dan Lalat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
  • visibility 339
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Aksi protes warga terhadap TPS di Kelurahan Parang. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Puluhan warga melakukan aksi penyegelan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026) pagi. Aksi dilakukan dengan mengelas pintu gerbang TPS sebagai bentuk protes terhadap keberadaan fasilitas pengelolaan sampah yang dinilai menimbulkan gangguan lingkungan dan kesehatan.

Warga yang berasal dari Lingkungan Wadung, Kelurahan Parang, serta wilayah Desa Ngunut dan Desa Ngaglik mengaku sudah lama merasa terdampak oleh aktivitas TPS tersebut. Mereka menilai pengelolaan sampah di lokasi tidak berjalan optimal sehingga menimbulkan bau menyengat, banyak lalat, hingga asap pembakaran sampah yang mengganggu permukiman warga.

Salah seorang warga, Suprapto, mengatakan keberadaan TPS telah menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun. Menurutnya, sampah yang masuk ke lokasi hanya dipilah untuk diambil material yang masih memiliki nilai jual, sedangkan sisanya dibakar.

“Yang terdampak itu Desa Ngaglik, Desa Ngunut, dan lingkungan Wadung di Parang. Sampah hanya dipilah, yang bisa dijual diambil, sisanya dibakar. Dampaknya ke kesehatan warga,” ujarnya.

Prapto juga mengungkapkan bahwa sejak awal pembangunan TPS, masyarakat mengaku tidak pernah mendapatkan sosialisasi maupun persetujuan terkait keberadaan fasilitas tersebut. Berbagai upaya penyampaian aspirasi kepada pemerintah setempat disebut telah dilakukan, namun hingga kini belum menghasilkan solusi yang memuaskan warga.

“Dulu sudah sering ada pertemuan, tapi masyarakat tetap tidak mengizinkan TPS berada di sini. Awalnya disebut akan dikelola, tetapi kenyataannya tidak sesuai. Sampah datang ke lokasi, dipilah, lalu sisanya dibakar,” kata Prapto.

Persoalan semakin memuncak setelah beberapa kali terjadi pembakaran sampah yang menimbulkan asap pekat. Mereka bahkan mengklaim ada warga yang mengalami gangguan kesehatan hingga harus menjalani perawatan intensif.

Aksi penyegelan dilakukan sebagai bentuk tekanan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Warga mendesak agar TPS dipindahkan ke lokasi lain yang jauh dari kawasan permukiman.

Dalam aksi penyegelan tersebut, warga juga menyoroti kapasitas lahan TPS yang dinilai tidak memadai. Tempat yang semestinya hanya berfungsi sebagai lokasi penampungan sementara kini dipenuhi tumpukan sampah dalam jumlah besar hingga menyerupai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Kelurahan Parang, Agustin Ambarwati, menyatakan pihaknya memahami keresahan masyarakat dan tetap membuka ruang dialog untuk mencari solusi bersama.

Agustin menjelaskan bahwa penolakan terhadap TPS sebenarnya sudah muncul sejak awal fasilitas tersebut berdiri sekitar tahun 2024. Saat itu pemerintah bersama instansi terkait telah melakukan mediasi dengan warga sehingga persoalan sempat mereda.

“Kami tetap menampung aspirasi masyarakat. Sejak awal berdiri memang sudah ada penolakan dari sebagian warga. Namun keberadaan TPS ini merupakan fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Magetan dan berdiri di atas aset tanah pemerintah daerah,” jelasnya.

Menurut Agustin, pihak kelurahan tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan pemindahan TPS secara sepihak. Aspirasi warga akan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan dan Dinas Lingkungan Hidup sebagai pihak yang memiliki kewenangan terkait pengelolaan persampahan.

“Permintaan warga memang TPS dipindah. Tetapi saya tidak bisa memutuskan sendiri. Aspirasi masyarakat akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan. Ke depan tetap perlu ada mediasi antara pemerintah daerah dan warga untuk mencari solusi bersama,” tambahnya.

Berdasarkan data pengelola, TPS Kelurahan Parang setiap hari menerima sekitar enam kali pengangkutan menggunakan kendaraan roda tiga. Sampah yang masuk berasal dari pasar, rumah tangga, puskesmas, dan klinik, dengan total volume diperkirakan mencapai sekitar 1,2 ton per hari.

TPS tersebut juga menjadi bagian penting dalam pelayanan persampahan di wilayah Parang. Selain melayani masyarakat umum, pengelolaan sampah di lokasi itu melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang beranggotakan sekitar 500 hingga 600 warga.

Pasca penyegelan, akses kendaraan pengangkut sampah menuju TPS tidak dapat digunakan. Pemerintah Kelurahan Parang telah melaporkan kejadian tersebut kepada Camat Parang dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Tahun Kinerja DPRD Kota Madiun, Inisiasi 6 Raperda Inisiatif hingga Perkuat Sinergi dengan Eksekutif

    2 Tahun Kinerja DPRD Kota Madiun, Inisiasi 6 Raperda Inisiatif hingga Perkuat Sinergi dengan Eksekutif

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tepat per tanggal 26 Agustus 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun periode 2024-2029 telah melaksanakan 2 tahun kinerjanya. Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna yang dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) yang turut dihadiri oleh Plt Wali Kota Madiun, jajaran Forkopimda, OPD Pemkot Madiun, stakeholder hingga KPU dan Bawaslu Kota […]

    Bagikan
  • Seleksi Direksi Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Masuk Tahap Akhir, Plt Wali Kota Segera Wawancara Tiga Besar

    Seleksi Direksi Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun Masuk Tahap Akhir, Plt Wali Kota Segera Wawancara Tiga Besar

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Proses seleksi Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun memasuki tahap akhir. Panitia Seleksi (Pansel) telah melaporkan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) kepada Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, pada Senin (6/7/2026). Bagus mengatakan pansel telah memaparkan seluruh tahapan seleksi yang berlangsung sejak pembukaan pendaftaran […]

    Bagikan
  • THR PPPK Paruh Waktu di Magetan Hanya Ratusan Ribu, Beredar Keluhan di Pesan Berantai

    THR PPPK Paruh Waktu di Magetan Hanya Ratusan Ribu, Beredar Keluhan di Pesan Berantai

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keluhan terkait besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterima Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan Kabupaten Magetan beredar luas melalui pesan berantai di aplikasi percakapan pada Sabtu (14/3/2026). Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa THR yang diterima para pegawai tidak mencapai satu juta rupiah, melainkan hanya berada di […]

    Bagikan
  • Duh, Muda-Mudi di Kota Madiun Bikin Resah, Sewa Kamar Durasi Singkat

    Duh, Muda-Mudi di Kota Madiun Bikin Resah, Sewa Kamar Durasi Singkat

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Petugas Satpol PP dan Damkar Kota Madiun bersama TNI-Polri menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkati keberadaan muda-mudi sebuah rumah kost di Jalan Mondroguno, Kelurahan Sogaten, Kota Madiun, Selasa (23/12) malam. Keberadaan laki-laki dan perempuan ini menjadi keresahan warga sekitar. Mereka pun dibawa ke kantor Kelurahan Sogaten untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Lurah Sogaten, […]

    Bagikan
  • Puluhan Ribu Kendaraan Bakal Melintas, PT JNK Siapkan Layanan Tambahan Saat Arus Mudik Lebaran 2025

    Puluhan Ribu Kendaraan Bakal Melintas, PT JNK Siapkan Layanan Tambahan Saat Arus Mudik Lebaran 2025

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (PT JNK) melakukan berbagai persiapan untuk menyambut puluhan ribu kendaraan pemudik dari berbagai kota besar. Selain peningkatan layanan, sejumlah fasilitas pendukung juga mengalami penambahan guna memastikan kelancaran lalu lintas di jalan tol. Direktur PT JNK, Arie Irianto, mengungkapkan bahwa […]

    Bagikan
  • Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus

    Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 837
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sekitar enam ribu santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Sabtu (7/3/2026). Proses pemulangan dilakukan secara bertahap dengan menyiapkan puluhan armada bus. Sejak pagi hari, para santri tampak bersiap meninggalkan kompleks pondok. Mereka mengemas pakaian serta buku ke dalam tas […]

    Bagikan
expand_less