Adik Ipar Presiden Prabowo Dorong SPPG di Ponorogo Miliki Pabrik Tempe, Ciptakan Lapangan Kerja Baru
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 50
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini, Ketua Yayasan Wadah Titian Harapan, Anie Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan adik ipar Presiden RI Prabowo Subianto, mendorong setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengembangkan usaha pengolahan tempe sebagai bagian dari ekosistem program MBG.
Gagasan tersebut disampaikan Anie saat meresmikan Dapur SPPG Patihan Kidul 2 di Desa Kepatihan Kidul, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.
Menurut Anie, tempe merupakan salah satu sumber protein nabati yang murah, bergizi tinggi, dan sangat dibutuhkan dalam penyediaan menu makan bergizi. Selain itu, keberadaan pabrik tempe di lingkungan SPPG dinilai mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
“Tempe dan tahu adalah makanan bernutrisi yang sangat dibutuhkan dalam program makan bergizi. Jika setiap dapur memiliki unit produksi tempe, selain mendukung kebutuhan MBG juga bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujar Anie.
Ia mencontohkan keberhasilan pengembangan pabrik tempe di wilayah Tobelo yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses pangan bergizi. Konsep serupa dinilai sangat relevan diterapkan di berbagai daerah, termasuk Ponorogo.
Anie juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendukung pengembangan budidaya kedelai unggul sebagai upaya memastikan ketersediaan bahan baku tempe dan tahu untuk kebutuhan program MBG secara berkelanjutan.
“Ini bukan hanya soal makanan murah dan bergizi, tetapi juga bagaimana program ini menjadi padat karya dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Menurut Anie, keberadaan pabrik tempe di sekitar SPPG akan memberikan manfaat berlapis. Selain memenuhi kebutuhan gizi siswa penerima manfaat MBG, keberadaannya juga dapat memberdayakan petani kedelai lokal serta membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.
Sementara, peresmian dapur SPPG Patihan Kidul 2 menjadi bagian dari perluasan dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dapur tersebut merupakan SPPG kedua milik pengusaha Sugeng Hariyono setelah sebelumnya mengoperasikan satu dapur MBG di Ponorogo.
Sugeng mengatakan pembangunan dapur baru tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menyukseskan program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah.
“Rakyat harus mendapatkan makanan bergizi agar kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin meningkat di masa depan,” katanya.
Selain meresmikan dapur SPPG, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim yang hadir dalam acara tersebut.
Dengan dorongan dari keluarga dekat Presiden Prabowo dan keterlibatan pelaku usaha daerah, program MBG di Ponorogo tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor pertanian kedelai. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





