453 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Diberangkatkan, Terbagi 2 Kloter
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 98
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Sebanyak 453 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun resmi diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin (27/4/2026). Rombongan yang tergabung dalam kloter 24 dan 25 ini dijadwalkan terbang ke Jeddah melalui Bandara Juanda pada 28 April 2026.
Pemberangkatan dilakukan dari Pendopo Ronggo Djumeno dan dilepas langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, serta tokoh agama setempat.
Hari Wuryanto menyampaikan, total jemaah haji asal Kabupaten Madiun tahun ini mencapai 453 orang. Namun, pada pemberangkatan hari pertama, sebanyak 450 jemaah diberangkatkan dalam dua kloter.
“Kloter 24 sudah kita berangkatkan pagi ini, sementara kloter 25 akan diberangkatkan sore nanti sekitar pukul 15.00 WIB bersama jemaah dari Kota Surabaya,” ujar Hari Wuryanto.
Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
“Kami berharap jemaah berangkat sehat, pulang juga sehat. Bisa menjalankan ibadah dengan istiqomah dan kembali dengan predikat haji mabrur,” katanya.
Selain itu, Hari juga menitipkan doa kepada para jemaah agar mendoakan Kabupaten Madiun di Tanah Suci.
“Kami titip doa, semoga Kabupaten Madiun menjadi daerah yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Madiun, Bisri Mustafa, mengatakan jumlah jemaah haji tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pihaknya pun telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pembinaan dan pendampingan jemaah.
“Pendampingan sudah dilakukan secara intensif sebelum keberangkatan, sehingga diharapkan jemaah bisa menjalankan ibadah dengan baik, lancar, dan sehat,” ujar Bisri.
Terkait jemaah dengan kategori risiko tinggi (risti), Bisri memastikan telah ada langkah antisipasi. Pendampingan dilakukan baik oleh keluarga maupun tenaga medis, termasuk penyediaan obat-obatan yang dibutuhkan.
“Untuk jemaah risti, sebagian besar sudah didampingi keluarga. Kami juga mengingatkan agar mereka terus dijaga dan didampingi dengan baik agar kondisi kesehatannya tetap stabil selama menjalankan ibadah haji,” pungkasnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





