Ribuan Warga PSHT Pusat Madiun Bakal Berkumpul di Padepokan Agung, Ini Agenda dan Skema Pengamanannya
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 35
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun diperkirakan akan memadati Padepokan Agung di Jalan Merak Kota Madiun dalam waktu dekat ini. Kegiatan tersebut dikemas dalam apel siaga sekaligus deklarasi dukungan loyalis terhadap kepengurusan R. Moerjoko sebagai Ketua Umum PSHT Pusat Madiun.
Rencana kegiatan ini mengemuka dalam rapat koordinasi (Rakor) pengamanan yang digelar di Polres Madiun Kota, Kamis (30/4/2026). Rakor melibatkan unsur Pemerintah Kota Madiun, aparat kepolisian, serta elemen internal PSHT seperti Pamter DKP dan Satgas Sentot Prawiryodirjo.
Koordinator loyalis PSHT Pusat Madiun, Puguh Tri Prayogo, menjelaskan bahwa apel siaga tersebut memiliki dua tujuan utama. Yakni sebagai bentuk kesiapan pengamanan menjelang bulan Suro yang identik dengan meningkatnya aktivitas warga perguruan. Selain itu juga sebagai pernyataan sikap dukungan penuh terhadap kepengurusan yang saat ini dipimpin R. Moerjoko.
“Ini dalam rangka persiapan pengamanan bulan Suro, sekaligus menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap kepengurusan Pak Moerjoko yang telah dikukuhkan para Parluh (Parapatan Luhur) sebelumnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, potensi massa yang hadir cukup besar. Berdasarkan laporan dari masing-masing ranting, setiap wilayah ditargetkan mengirimkan sedikitnya 500 peserta. Dengan total sekitar 18 ranting di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun, jumlah peserta diperkirakan mencapai 9.000 hingga 10.000 orang.
Sementara itu, Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kesiapan pengamanan kegiatan tersebut. Ia menyebut koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna mengantisipasi potensi kerawanan.
“Ini masih tahap kajian dan koordinasi. Kita duduk bersama untuk memastikan kesiapan, termasuk potensi yang ada pada kegiatan nanti,” jelasnya.
AKBP Wiwin juga mengisyaratkan kemungkinan diberlakukannya penyekatan guna mengantisipasi mobilisasi massa yang berlebihan dan menjaga kondusifitas wilayah.
“Kalau memang diperlukan, penyekatan pasti ada. Tujuannya agar tidak terjadi kegaduhan akibat mobilisasi massa,” imbuhnya.
Untuk pengamanan, Polres Madiun Kota telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Satbrimob Polda Jawa Timur, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga Linmas. Jumlah personel yang akan diterjunkan masih dalam tahap perhitungan menyesuaikan situasi di lapangan.
Sementara, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, memastikan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh upaya pengamanan yang tengah disusun. Ia menyebut seluruh pihak telah berkomitmen menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Semua sudah dirapatkan dan ditata oleh Polres dari sisi pengamanan. Insyaallah semua pihak berkomitmen menjaga keamanan,” ungkapnya.
Terkait aktivitas masyarakat, khususnya sekolah di sekitar lokasi padepokan, Bagus menyebut masih dilakukan koordinasi lebih lanjut.
“Kondisi ini masih dikomunikasikan antara pihak pendidikan, kepolisian, dan PSHT,” tandasnya.
Dengan jumlah massa yang diperkirakan mencapai ribuan, kegiatan ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, khususnya pengamanan. Koordinasi intensif diharapkan mampu memastikan acara berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas keamanan di Kota Madiun. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





