Berita Terkini
Trending Tags

Petisi Daring Desak APBD Magetan Lebih Pro Rakyat, DPRD Diberi Tenggat 10 Hari

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 71
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dorongan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan berpihak pada masyarakat kecil semakin nyaring terdengar, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Dorongan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan berpihak pada masyarakat kecil semakin nyaring terdengar. Sejak 4 September 2025, sebuah petisi daring bertajuk “Kawal Pembahasan Perubahan APBD Magetan untuk Lebih Pro Rakyat” ramai mendapat perhatian publik.

Petisi tersebut digagas oleh Agus Pujiono, anggota Forum Rumah Keterbukaan Informasi dan Transparansi Anggaran (KITA). Dalam petisinya, Agus menyoroti struktur APBD Magetan 2025 yang mencatat pendapatan Rp1,98 triliun dengan belanja Rp2,12 triliun. Dari total belanja itu, lebih dari 73 persen tersedot untuk belanja operasional, sementara belanja modal hanya sekitar 9 persen. Kondisi tersebut menyebabkan defisit hingga Rp135 miliar.

“Anggaran daerah seharusnya diarahkan untuk pembangunan yang benar-benar dirasakan langsung masyarakat, bukan justru habis untuk urusan birokrasi,” tulis Agus dalam petisi yang diunggah di Change.org.

Ia menuntut DPRD dan Pemkab Magetan memangkas anggaran kegiatan seremonial maksimal 5 persen, meningkatkan alokasi program langsung untuk rakyat hingga 40 persen, serta membuka ruang partisipasi publik dalam proses pembahasan anggaran. Agus bahkan memberikan tenggat waktu 10 hari kepada DPRD untuk merespons desakan tersebut.

Dukungan terhadap petisi ini datang dari berbagai kalangan, salah satunya Cak Soleh, aktivis LBH No Viral No Justice. Ia menilai langkah ini penting diperkuat dengan desakan tambahan.

“Saya mendukung, karena anggaran untuk kegiatan seremonial, perjalanan dinas, dan tunjangan itu sudah terlalu besar. Bahkan, menurut saya perlu juga dipertimbangkan penghapusan pokir (pokok-pokok pikiran) DPR agar APBD lebih berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Petisi yang terus disebarkan melalui media sosial ini diharapkan semakin banyak ditandatangani warga Magetan. Tekanan publik diyakini dapat mendorong wakil rakyat maupun pemerintah daerah untuk memastikan APBD benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Warga Tambakbayan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp. 500 Juta

    Rumah Warga Tambakbayan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp. 500 Juta

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran menimpa rumah milik Misiran Al Gumbrek (65), warga Kelurahan Tambakbayan, Ponorogo, pada Kamis (24/07/2025). Api melalap bagian tengah rumah dan dapur, mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp500 juta. Misiran mengaku saat kebakaran terjadi, dirinya sedang tidak berada di rumah. “Waktu kebakaran saya tidak ada di rumah. Saya datang, barang-barang […]

    Bagikan
  • Harga Daging Ayam di Ponorogo Naik Sejak H+1 Lebaran

    Harga Daging Ayam di Ponorogo Naik Sejak H+1 Lebaran

    • calendar_month Kamis, 3 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Harga daging ayam di Pasar Legi Ponorogo mengalami kenaikan signifikan pasca-Lebaran. Sejak H+1 Lebaran, harga daging ayam menembus Rp 38 ribu per kilogram, meningkat dari harga sebelumnya yang berkisar Rp 33 ribu per kilogram. Seorang pedagang daging ayam, Endang Joko, mengungkapkan lonjakan harga ini kemungkinan besar disebabkan oleh keterbatasan pasokan ayam […]

    Bagikan
  • Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

    Pergi dalam Pelukan Karung Rosok, Akhir Perjalanan Hidup Sugeng di Magetan

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sugeng Riyanto (49), seorang pemulung asal Desa Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, mengakhiri hidupnya dengan cara yang begitu menyentuh. Kamis (11/09/2025) pagi, ia ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertunduk, masih memeluk karung rosok yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya. Suparman (65), tetangga yang pertama kali mendengar suara keras sekitar pukul 09.30 WIB, masih […]

    Bagikan
  • Ribuan Pelajar Jalani Sidang Tilang, STNK dan SIM Diambil di Kejaksaan Negeri Ponorogo

    Ribuan Pelajar Jalani Sidang Tilang, STNK dan SIM Diambil di Kejaksaan Negeri Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sedikitnya 1.300 pelanggar lalu lintas mengikuti proses pengambilan berkas tilang di Kantor Kejaksaan Negeri Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (25/2/2026). Mayoritas pelanggar yang datang merupakan kalangan pelajar yang sebelumnya terjaring razia dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026. Sejak pagi hari, area Kantor Kejaksaan Negeri Ponorogo di Jalan MT Haryono dipadati pelajar dari berbagai […]

    Bagikan
  • Usai dilantik, Ini Target dari DPD PKS Kota Madiun

    Usai dilantik, Ini Target dari DPD PKS Kota Madiun

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepengurusan Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Madiun resmi terbentuk dalam Musyawarah Daerah (Musda) Sabtu (6/7/2025). Hasta Hadiwiguna resmi diangkat sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) DPD PKS Kota Madiun untuk masa bakti 2025/20230. Sementara, posisi Sekretaris DPD diemban oleh Edo Rahadi Permana dan Bendahara dipegang […]

    Bagikan
  • Ini Kata Wabup Magetan Suyatni Soal Janji Politik Rp 3 Juta per RT

    Ini Kata Wabup Magetan Suyatni Soal Janji Politik Rp 3 Juta per RT

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan mahasiswa dari BEM STAIM Ma’arif dan PMII Magetan yang menggelar aksis di depan Gedung DPRD Kabupaten Magetan menuntut realisasi program bantuan Rp 3 juta per RT. Itu menjadi janji kampanye Bupati Nanik dan Wakil Bupati Suyatni. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan lain, mulai dari kebijakan pembangunan infrastruktur, transparansi penggunaan […]

    Bagikan
expand_less