Bau Sampah dan Lalat Berterbangan Dikeluhkan Puluhan Pedagang Pasar Burung Caruban Madiun
- account_circle Mandor
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 93
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Puluhan pedagang pasar burung di Caruban Kabupaten Madiun mengeluhkan munculnya lalat disertai bau kurang sedap dari timbunan sampah.
Sejak dua minggu ini, lokasi TPS di pasar burung tidak boleh dipakai membuang sampah. Larangan ditandai memakai bambu dan baner yang dipasang pada tembok TPS.
Joko Harianto, salah satu pedagang burung mengaku sejak dua minggu TPS sudah tidak disambangi petugas dan truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Ya bau sekali to mas. Apalagi kalau angin banter, biyuh baunya tidak sedap,” kata Joko Harianto, Sabtu (09/05/2026).
Dijelaskan, penghuni pasar burung caruban ada sekitar 20 orang. Menyikapi sampah, mereka sengaja membakar sendiri agar tidak menumpuk dan muncul bau.
“Kalau pleser tetap jalan, dua ribu sehari, tapi petugas dan truk kebersihan mendadak tidak muncul dua mingguan ini,” ungkapnya.
Sementara saat dikonfirmasi, Kepala DLH Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi, mengakui persoalan sampah di wilayahnya berkaitan dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliabu.
Lokasi TPA Kaliabu, dinilai sudah tidak bisa menjawab persoalan sampah. Pasalnya sudah melampaui masa pakai dan mengalami kelebihan kapasitas (overload).
“Kalau TPS3R sudah berjalan, maka volume sampah ke TPA bisa ditekan. Kuncinya di sana,” ujarnya belum lama ini. (Ndor)
- Penulis: Mandor
- Editor: Diez





