Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair Madiun 2026, Pemkab Targetkan Pengangguran Turun 1 Persen
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 81
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Job Fair 2026 di Pendopo Ronggo Djumeno, Selasa (19/5/2026). Bursa kerja tersebut diserbu ribuan pencari kerja dari berbagai daerah yang datang sejak pagi demi mendapatkan pekerjaan impian mereka.
Angka pengangguran di Kabupaten Madiun memang mengalami penurunan dalam setahun terakhir. Berdasarkan data panitia, sekitar 2.000 peserta berasal dari Kabupaten Madiun, sementara 1.500 lainnya datang dari luar daerah. Total pendaftar hingga hari pelaksanaan mencapai 4.500 orang.
Sebanyak 60 perusahaan ambil bagian dalam bursa kerja tersebut. Rinciannya, 32 perusahaan hadir langsung di lokasi dan 28 perusahaan mengikuti kegiatan secara daring.
Perusahaan yang ikut berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Madiun, tetapi juga dari Pasuruan hingga Kalimantan. Total lowongan kerja yang tersedia mencapai 15 ribu posisi dengan kebutuhan tenaga kerja yang beragam.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan beberapa perusahaan bahkan membutuhkan ratusan hingga ribuan pekerja sekaligus.
“Ada perusahaan yang membutuhkan 200 tenaga kerja, 300 tenaga kerja, bahkan ada yang sampai membutuhkan 2.000 tenaga kerja,” ujar Hari.
Menurutnya, job fair menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya lulusan baru.
Pemkab Madiun menargetkan angka pengangguran terbuka dapat ditekan hingga 1 persen. Saat ini, tingkat pengangguran di Kabupaten Madiun masih berada di kisaran 4 persen dan ditargetkan turun menjadi sekitar 3 persen.
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Madiun turun menjadi 3,22 persen dibanding tahun 2024 yang mencapai 4,32 persen.
Jumlah pengangguran juga menurun dari 19.285 orang pada 2024 menjadi 14.710 orang pada 2025 atau berkurang sebanyak 4.575 orang.
Antusiasme pencari kerja terlihat dari padatnya area pendopo. Para peserta tampak datang dengan pakaian formal seperti kemeja putih dan celana hitam sebagai bentuk kesiapan memasuki dunia kerja.

“Alhamdulillah, antusiasme anak-anak luar biasa. Mereka hadir tertib dan menunjukkan keseriusan untuk bekerja,” katanya.
Salah satu pencari kerja, Sema Syifaun Nehid, lulusan S1 tahun 2025, mengaku datang ke job fair dengan membawa empat berkas lamaran kerja.
Ia mengaku belum pernah bekerja sebelumnya karena masih memiliki tanggung jawab keluarga di rumah. Namun, kondisi tabungan yang mulai menipis membuatnya memutuskan mencari pekerjaan.
“Saya ingin bekerja di bidang administrasi. Harapannya semoga bisa diterima kerja dan sukses,” ujarnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





