Berita Terkini
Trending Tags

Komisi III DPRD Kota Madiun Telusuri Izin Gedung Baru RSI Siti Aisyah, OPD Diminta Serahkan Dokumen Lengkap

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 209
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
RDP Komisi III DPRD Kota Madiun terkait polemik RSI Siti Aisyah Madiun, (28/2/2026), Foto : Kriswanto

Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun melalui Komisi III memanggil sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Madiun untuk mengklarifikasi proses perizinan pembangunan gedung baru RSI Siti Aisyah Madiun. Rapat dengar pendapat (RDP) digelar sebagai tindak lanjut aduan warga RT 59, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo beberapa waktu lalu.

RDP dipimpin Armaya selaku koordinator Komisi III dari unsur pimpinan dewan. Sejumlah OPD yang hadir antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Rapat berlangsung tertutup. Usai RDP, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Totok Sugiharto enggan memberikan keterangan terkait proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) maupun Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL) pembangunan gedung baru tersebut. “Ke pak ketua saja,” ujarnya singkat, Jumat (27/2/2026).

Sejumlah anggota Komisi III yang dikonfirmasi juga mengarahkan pernyataan resmi hasil RDP kepada pimpinan dewan dan pimpinan komisi. Namun, dari keterangan yang dihimpun, pihak OPD menyatakan dokumen persyaratan izin pembangunan gedung RSI Siti Aisyah telah lengkap.

Meski demikian, Komisi III meminta OPD menyerahkan dokumen perizinan sebagai bukti administratif. Dokumen tersebut akan menjadi bahan klarifikasi lanjutan dengan manajemen RSI Siti Aisyah. Ketua Komisi III Nursalim memastikan pihaknya akan memanggil manajemen rumah sakit untuk dimintai penjelasan.

“Ya, insya Allah (memanggil),” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, warga RT 29, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo mempertanyakan izin pembangunan gedung baru RSI Siti Aisyah setinggi 7 lantai yang berada dekat kawasan permukiman. Warga menilai proses Amdal tidak melibatkan masyarakat sekitar, meski SKKL disebut telah dikantongi dan menjadi dasar penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Selain persoalan izin, warga juga mengadukan dampak lingkungan pembangunan, di antaranya penyusutan debit air sumur serta kerusakan rumah warga. Sementara, Komisi III DPRD Kota Madiun telah menyatakan akan mendalami seluruh aduan tersebut sebelum menyampaikan rekomendasi resmi. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Sayutan Gandeng LBH, Perjuangan Tolak Tambang Galian C Kini Tempuh Jalur Hukum

    Warga Sayutan Gandeng LBH, Perjuangan Tolak Tambang Galian C Kini Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perjuangan warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, untuk menghentikan aktivitas tambang galian C memasuki babak baru. Setelah melakukan aksi demonstrasi di DPRD Magetan hingga mengawal pemindahan alat berat dari lokasi tambang, kini warga memilih memperkuat langkah mereka melalui jalur hukum dengan menggandeng lembaga bantuan hukum (LBH). Sejumlah perwakilan warga mendatangi […]

    Bagikan
  • Anggaran Rp. 313 Juta untuk Seragam DPRD Magetan di Tengah Efisiensi

    Anggaran Rp. 313 Juta untuk Seragam DPRD Magetan di Tengah Efisiensi

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan tetap mengalokasikan dana ratusan juta rupiah untuk pengadaan seragam dinas anggota dewan. Tahun ini, sebanyak 45 anggota DPRD Magetan kembali menerima seragam dinas baru dengan total anggaran mencapai Rp. 313,4 juta. Meski jumlah stel […]

    Bagikan
  • Tata Kelola Sehat dan Transparan, Dua BUMD Pemkab Madiun Diganjar Top BUMD Award

    Tata Kelola Sehat dan Transparan, Dua BUMD Pemkab Madiun Diganjar Top BUMD Award

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kinerja dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Madiun kembali diakui secara positif. Terbukti kedua perusahaan plat merah ini kembali mendapat penghargaan yakni Top BUMD Award yang diberikan kepada Perumda Air Minum Tirta Dharma Purabaya dan BPR Kabupaten Madiun.  Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan reward ini merupakan kebanggaan bersama sekaligus amanah […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Tunda Pembahasan Raperda Penyertaan Modal ke Perumda Sari Gunung

    DPRD Ponorogo Tunda Pembahasan Raperda Penyertaan Modal ke Perumda Sari Gunung

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan jawaban eksekutif terhadap pandangan umum fraksi-fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Pemerintah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sari Gunung, Rabu (12/11/2025). Rapat yang berlangsung di gedung DPRD Ponorogo itu dihadiri oleh pimpinan dan anggota dewan serta […]

    Bagikan
  • Sumur Bor Program Pokir DPRD Magetan Mangkrak, Harapan Warga Nikmati Air Bersih Pupus

    Sumur Bor Program Pokir DPRD Magetan Mangkrak, Harapan Warga Nikmati Air Bersih Pupus

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Keinginan besar warga Dusun Gangsiran, Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, untuk dapat menikmati air bersih kembali pupus. Proyek sumur bor yang telah dibangun melalui program pokok pikiran (pokir) DPRD Magetan hingga kini belum juga dapat berfungsi. Padahal, awalnya proyek yang diketahui menelan anggaran puluhan juta rupiah tersebut dijanjikan sebagai solusi […]

    Bagikan
  • Dua Calon Jemaah Haji Magetan Meninggal Dunia, Pelimpahan Hak Tunggu Keputusan Provinsi

    Dua Calon Jemaah Haji Magetan Meninggal Dunia, Pelimpahan Hak Tunggu Keputusan Provinsi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dua calon jemaah haji asal Kabupaten Magetan yang tergabung dalam kloter 21 dilaporkan meninggal dunia menjelang keberangkatan musim haji tahun ini. Hal itu menjadi atensi di tengah persiapan yang secara umum telah mencapai sekitar 90 persen. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Magetan, Ida Dwi Martini, mengungkapkan bahwa satu jemaah yang […]

    Bagikan
expand_less