Dugaan Keracunan MBG di SDN Kawedanan 2 Masih Diselidiki, Dinkes Lakukan Tracing ke Belasan Siswa
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 57
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan — Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kawedanan 2, Kabupaten Magetan, masih dalam tahap penyelidikan. Dinas Kesehatan bersama UPTD Puskesmas Kawedanan kini melakukan pelacakan terhadap sedikitnya 15 siswa yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan seperti mual, muntah, demam, hingga lemas.
Kepala SDN Kawedanan 2, Sugeng Purwanto, menegaskan informasi yang berkembang terkait dugaan keracunan MBG belum dapat dipastikan kebenarannya. Pasalnya, kondisi siswa yang dilaporkan sakit memiliki gejala yang berbeda-beda.
“Anak-anak yang terdata sakit itu keluhannya tidak sama. Ada yang demam, pilek, mual, bahkan ada yang sejak pagi memang sudah mengeluh sakit dari rumah. Jadi belum bisa langsung disimpulkan keracunan MBG,” kata Sugeng, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Kawedanan begitu menerima laporan adanya sejumlah siswa yang tidak masuk sekolah maupun dipulangkan lebih awal karena kondisi kesehatan menurun.
Sugeng berharap masyarakat tidak terpancing isu yang belum terverifikasi dan tetap menjaga situasi sekolah tetap kondusif agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
“Kami ingin suasana tetap tenang dan kondusif. Yang terpenting sekarang adalah kesehatan anak-anak serta menunggu hasil pemeriksaan resmi dari petugas kesehatan,” ujarnya.
Ia juga memastikan pengawasan terhadap makanan dan jajanan di lingkungan sekolah selama ini rutin dilakukan bersama pihak Puskesmas. Pengelola kantin sekolah disebut telah mendapatkan arahan terkait standar keamanan pangan bagi siswa.
“Kalau kantin sekolah selalu kami pantau bersama Puskesmas. Tetapi untuk jajanan di luar lingkungan sekolah memang tidak bisa sepenuhnya kami kontrol,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Kawedanan, Siti Maifuroh, mengatakan tim kesehatan kini tengah melakukan screening dan pendataan secara langsung terhadap para siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui sumber pasti penyebab sakit yang dialami siswa, termasuk menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi di sekolah.
“Kami masih mengumpulkan data valid dari masing-masing anak. Karena gejalanya berbeda-beda, kami belum bisa memastikan apakah ini berkaitan dengan MBG atau ada faktor lain,” jelas Siti Maifuroh.
Menurutnya, petugas kesehatan akan mendatangi siswa satu per satu guna menggali riwayat kesehatan, aktivitas, hingga pola konsumsi makanan sebelum muncul gejala. Jika diperlukan, pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan maupun kondisi kesehatan siswa juga akan dilakukan.
“Kami harus memastikan diagnosisnya terlebih dahulu. Bila nanti diperlukan pengambilan sampel atau pemeriksaan lanjutan, tentu akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Dinas Kesehatan juga menekankan bahwa percepatan penanganan menjadi prioritas agar tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat. Selain melakukan tracing di SDN Kawedanan 2, petugas juga memantau kemungkinan adanya laporan serupa dari sekolah lain penerima program MBG.
“Kalau memang ada indikasi tertentu, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur. Tapi saat ini kami masih mengumpulkan data valid agar tidak muncul kesimpulan yang prematur,” tambah Siti Maifuroh.
Hingga kini, proses pendataan dan pemeriksaan terhadap siswa masih berlangsung. Pihak Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat menunggu hasil resmi pemeriksaan dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





