Berita Terkini
Trending Tags

Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 67
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang bumbu dapur di Magetan keluhkan omzet terus menurun. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Maraknya penggunaan bumbu instan siap pakai mulai berdampak pada penjualan bumbu dapur tradisional di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pedagang mengaku omzet terus menurun karena masyarakat kini lebih memilih bumbu kemasan yang dinilai lebih praktis untuk mengolah masakan berbahan dasar ayam maupun daging sapi.

Komoditas rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga kencur yang sebelumnya menjadi bahan utama berbagai masakan khas seperti opor, gulai, dan rawon kini semakin jarang dibeli dalam jumlah besar.

Salah satu pedagang bumbu dapur, Siti, mengatakan penjualan menjelang Idul Adha tahun ini pun belum mengalami peningkatan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi itu dipicu semakin tingginya penggunaan bumbu instan oleh masyarakat.

“Sekarang sepi. Dulu kalau mendekati Idul Adha banyak yang cari bumbu gulai, rawon, atau opor. Sekarang orang lebih banyak beli bumbu instan siap pakai,” ujarnya.

Ia menuturkan, penurunan paling terasa terjadi pada penjualan bumbu rimpang seperti lengkuas, jahe, kunyit, dan kencur. Saat ini pembeli umumnya hanya mencari pelengkap masakan seperti serai, daun salam, daun jeruk, maupun sedikit lengkuas.

Menurut Siti, perubahan kebiasaan belanja masyarakat mulai terlihat sejak sekitar tahun 2017. Meski bumbu instan sudah mulai beredar saat itu, penggunaannya belum sebanyak sekarang.

“Dulu satu karung lengkuas, jahe, dan lainnya bisa habis sehari. Sekarang ambil lima kilogram saja seminggu belum tentu habis,” katanya.

Turunnya pendapatan dari berjualan bumbu dapur membuat Siti harus mencari tambahan penghasilan lain. Di sela berdagang, ia kini juga menganyam bambu untuk dijadikan caping, tas, hingga besek.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lain, Sunarni. Ia menyebut daya beli masyarakat ikut menurun sehingga pembeli kini membeli bumbu dalam jumlah kecil.

“Sekarang belinya sedikit-sedikit. Paling Rp3.000 sudah campur macam-macam,” ungkapnya.

Menurut Sunarni, jika beberapa tahun lalu pembeli rata-rata berbelanja bumbu dapur hingga Rp10 ribu, kini kebanyakan hanya membeli campuran jahe, kunyit, dan kencur dalam nominal jauh lebih kecil. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan stok agar tidak banyak barang yang terbuang akibat tidak laku terjual. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dandenpom V/1 Madiun Tegaskan Prajurit TNI Wajib Disiplin dalam Opsgaktib dan Yustisi 2026 photo_camera 3

    Dandenpom V/1 Madiun Tegaskan Prajurit TNI Wajib Disiplin dalam Opsgaktib dan Yustisi 2026

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Detasemen Polisi Militer V/1 Madiun menggelar sosialisasi Operasi Penegakan Disiplin (Opsgaktib) dan Yustisi di Makorem 081/DSJ, Senin (23/2/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kedisiplinan prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) TNI di wilayah Madiun. Komandan Denpom V/1 Madiun, Letkol CPM Juni S. Kurniawan, mengatakan sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada seluruh prajurit dan […]

    Bagikan
  • KPK Periksa Dinas Pariwisata dan Rumah Pribadi Bupati Ponorogo, Diduga Dalami Proyek Monumen Reog

    KPK Periksa Dinas Pariwisata dan Rumah Pribadi Bupati Ponorogo, Diduga Dalami Proyek Monumen Reog

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan sejumlah pejabat lainnya. Pada Rabu (12/11/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, tim penyidik melakukan pemeriksaan di dua lokasi berbeda di Ponorogo. Lokasi pertama berada di Kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo. […]

    Bagikan
  • Potensi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kolam Renang Gemarang

    Potensi Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kolam Renang Gemarang

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kolam renang dan fasilitas pendukung di Desa Gemarang, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Setelah menetapkan mantan Kepala Desa Gemarang, Suprapti sebagai tersangka, penyidik kini membuka peluang penambahan tersangka baru dalam perkara tersebut. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Madiun, Inal […]

    Bagikan
  • Harga Bumbu Dapur Naik 50 Persen di Kota Madiun Jelang Ramadhan, Disdag Bakal Lakukan Operasi Pasar

    Harga Bumbu Dapur Naik 50 Persen di Kota Madiun Jelang Ramadhan, Disdag Bakal Lakukan Operasi Pasar

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Harga sejumlah bumbu dapur di Kota Madiun mengalami kenaikan signifikan menjelang Ramadhan tahun ini. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit yang melonjak hingga 50 persen dari harga normal. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun di Pasar Besar Madiun, harga cabai rawit saat ini menembus Rp 85 ribu […]

    Bagikan
  • Pendapatan Daerah pada Rencana P-APBD 2025 Kota Madiun Turun Rp. 33,9 Miliar

    Pendapatan Daerah pada Rencana P-APBD 2025 Kota Madiun Turun Rp. 33,9 Miliar

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dampak efisiensi oleh Pemerintah Pusat, pendapatan daerah pada rencana perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Madiun tahun anggaran 2025 diproyeksikan turun. Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun pada Senin (14/07/2025) dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Wali Kota Madiun atas Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran […]

    Bagikan
  • PR Pemkab Madiun ! 22 Ribu Rumah Tangga di Madiun Belum Nikmati Akses Sanitasi Layak

    PR Pemkab Madiun ! 22 Ribu Rumah Tangga di Madiun Belum Nikmati Akses Sanitasi Layak

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun memiliki segudang pekerjaan rumah salah satunya masih banyak rumah tangga di 206 Desa/Kelurahan belum memiliki Sanitasi limbah domestik yang layak. Tercatat sekitar 22 ribu rumah tangga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, belum memiliki akses terhadap sanitasi yang layak. Angka ini setara dengan 12,4 persen dari total 184 […]

    Bagikan
expand_less