Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Pedagang Bumbu Dapur di Magetan Keluhkan Omzet Turun, Tergerus Maraknya Bumbu Instan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 283
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pedagang bumbu dapur di Magetan keluhkan omzet terus menurun. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Maraknya penggunaan bumbu instan siap pakai mulai berdampak pada penjualan bumbu dapur tradisional di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pedagang mengaku omzet terus menurun karena masyarakat kini lebih memilih bumbu kemasan yang dinilai lebih praktis untuk mengolah masakan berbahan dasar ayam maupun daging sapi.

Komoditas rimpang seperti jahe, kunyit, lengkuas, hingga kencur yang sebelumnya menjadi bahan utama berbagai masakan khas seperti opor, gulai, dan rawon kini semakin jarang dibeli dalam jumlah besar.

Salah satu pedagang bumbu dapur, Siti, mengatakan penjualan menjelang Idul Adha tahun ini pun belum mengalami peningkatan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi itu dipicu semakin tingginya penggunaan bumbu instan oleh masyarakat.

“Sekarang sepi. Dulu kalau mendekati Idul Adha banyak yang cari bumbu gulai, rawon, atau opor. Sekarang orang lebih banyak beli bumbu instan siap pakai,” ujarnya.

Ia menuturkan, penurunan paling terasa terjadi pada penjualan bumbu rimpang seperti lengkuas, jahe, kunyit, dan kencur. Saat ini pembeli umumnya hanya mencari pelengkap masakan seperti serai, daun salam, daun jeruk, maupun sedikit lengkuas.

Menurut Siti, perubahan kebiasaan belanja masyarakat mulai terlihat sejak sekitar tahun 2017. Meski bumbu instan sudah mulai beredar saat itu, penggunaannya belum sebanyak sekarang.

“Dulu satu karung lengkuas, jahe, dan lainnya bisa habis sehari. Sekarang ambil lima kilogram saja seminggu belum tentu habis,” katanya.

Turunnya pendapatan dari berjualan bumbu dapur membuat Siti harus mencari tambahan penghasilan lain. Di sela berdagang, ia kini juga menganyam bambu untuk dijadikan caping, tas, hingga besek.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lain, Sunarni. Ia menyebut daya beli masyarakat ikut menurun sehingga pembeli kini membeli bumbu dalam jumlah kecil.

“Sekarang belinya sedikit-sedikit. Paling Rp3.000 sudah campur macam-macam,” ungkapnya.

Menurut Sunarni, jika beberapa tahun lalu pembeli rata-rata berbelanja bumbu dapur hingga Rp10 ribu, kini kebanyakan hanya membeli campuran jahe, kunyit, dan kencur dalam nominal jauh lebih kecil. Kondisi tersebut membuat pedagang harus menyesuaikan stok agar tidak banyak barang yang terbuang akibat tidak laku terjual. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budidaya Cacing Tanah Raup Untung Jutaan, Warga Madiun Ini Panen hingga Satu Ton

    Budidaya Cacing Tanah Raup Untung Jutaan, Warga Madiun Ini Panen hingga Satu Ton

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Ketekunan Aji Mahmud (32), warga Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, membuahkan hasil manis. Pria yang akrab disapa Pak Aji itu sukses membudidayakan cacing tanah dengan sistem sederhana, hingga mampu memanen lebih dari satu ton hanya dalam waktu beberapa bulan. Usaha tersebut awalnya hanya bermula dari rasa penasaran dan coba […]

    Bagikan
  • Paceklik Anggaran, PKB dan Partai Golkar Mendukung Penggabungan OPD Pemkab Madiun

    Paceklik Anggaran, PKB dan Partai Golkar Mendukung Penggabungan OPD Pemkab Madiun

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Sinergia | Kabupaten Madiun – Wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD Kabupaten Madiun bersikap mendukung penuh terkait opsi penggabungan sejumlah OPD. PKB dan Partai Golkar menilai opsi ini menjadi salah satu sikap cerdas disaat paceklik anggaran. “Pada dasarnya FPKB mendukung dalam rangka efesiensi anggaran Pemkab Madiun, dengan prinsip ramping struktur namun kaya fungsi,” tegas […]

    Bagikan
  • Jelang Porprov 2025, Atlet Muay Thai dan Kickboxing Kota Madiun Geber Latihan

    Jelang Porprov 2025, Atlet Muay Thai dan Kickboxing Kota Madiun Geber Latihan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Meski berpuasa di bulan suci Ramadhan tidak menghalangi atlet-atlet muay thai dan kickboxing Kota Madiun untuk terus berlatih. Mereka lebih memilih latihan untuk mempersiapkan Kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi ( Porprov) mendatang. Seperti terlihat di pusat pelatihan kick boxing dan muay thai di Gor Wilis Kota Madiun. Pada latihan ini, para […]

    Bagikan
  • Mengulik Sejarah Masjid Kuno Kuncen dan Kegiatan di Bulan Suci Ramadhan

    Mengulik Sejarah Masjid Kuno Kuncen dan Kegiatan di Bulan Suci Ramadhan

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Masjid Kuno Kuncen atau Masjid Nur Hidayatullah merupakan masjid bersejarah yang terletak di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman Kota Madiun. Masjid ini memiliki sejarah panjang dalam penyebaran agama Islam di wilayah Madiun. Masjid ini didirikan pada 18 Juli 1568 oleh Pangeran Timur, yang dikenal juga dengan nama Ki Ageng Panembahan Ronggo […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Periksa 41 Orang terkait Kasus Dugaan Keracunan Makanan

    Polres Ponorogo Periksa 41 Orang terkait Kasus Dugaan Keracunan Makanan

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, dan Desa Belang, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, masih dalam penyelidikan kepolisian. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengungkapkan hingga kini sudah 41 orang diperiksa. Mereka terdiri dari korban, pihak terkait, hingga pengusaha katering yang menyediakan makanan. Selain itu, polisi juga […]

    Bagikan
  • Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    Sungai di Magetan Jadi Tempat Sampah, DLHP : Mohon Masukannya

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sungai yang seharusnya menjadi sumber kehidupan kini justru berubah fungsi menjadi “tempat sampah” di Kabupaten Magetan. Di perbatasan Desa Krowe dan Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan, aliran sungai tampak dipenuhi plastik, botol bekas, popok bayi, hingga sisa makanan. Tumpukan itu menimbulkan bau menyengat, air keruh, serta gundukan sampah bercampur tanaman liar. Kondisi […]

    Bagikan
expand_less