Berita Terkini
Trending Tags

Lebih dari 13 Ribu Pelajar di Magetan Alami Gangguan Mata, Penggunaan Gadget Berlebihan Jadi Sorotan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 160
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinkes Magetan soroti dampak gadget pada kesehatan mata. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Tingginya penggunaan perangkat elektronik di kalangan anak-anak dan remaja mulai berdampak pada kesehatan mata. Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mencatat lebih dari 13.000 pelajar tingkat SD hingga SMA mengalami gangguan penglihatan yang sebagian besar memerlukan koreksi menggunakan kacamata.

Data tersebut diperoleh dari hasil skrining kesehatan mata yang dilakukan Dinas Kesehatan Magetan sepanjang tahun 2025 terhadap sekitar 57.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rohmat Hidayat, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 24 persen pelajar yang menjalani skrining mengalami gangguan kesehatan mata, terutama penurunan ketajaman penglihatan atau gangguan visus.

“Dari sekitar 57 ribu anak yang sudah kami lakukan skrining, yang mengalami gangguan mata sekitar 13 ribuan. Jadi kurang lebih 24 persen anak usia sekolah mengalami gangguan mata,” ujarnya.

Menurut Rohmat, gangguan yang paling banyak ditemukan adalah berkurangnya kemampuan melihat pada jarak tertentu akibat kelainan refraksi mata. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kesulitan melihat tulisan di papan tulis maupun objek yang berada pada jarak tertentu sehingga memerlukan alat bantu berupa kacamata.

Ia menjelaskan, sebagian besar kasus yang ditemukan membutuhkan tindak lanjut berupa pemeriksaan lanjutan dan penggunaan kacamata agar fungsi penglihatan anak kembali optimal.

“Kalau di tingkat sekolah, yang paling sering kami jumpai adalah gangguan visus atau jarak pandang. Dari hasil pemeriksaan yang sudah berjalan, sebagian besar tindak lanjutnya memang perlu koreksi dengan kacamata,” jelasnya.

Dinas Kesehatan menilai penggunaan gadget secara berlebihan menjadi salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus gangguan penglihatan pada anak usia sekolah. Kebiasaan menatap layar ponsel, tablet, maupun perangkat elektronik lainnya dalam durasi yang panjang dapat memicu kelelahan mata dan mempercepat munculnya gangguan refraksi.

“Faktor keturunan juga turut memengaruhi kondisi kesehatan mata. Tetapi, perubahan pola hidup dan meningkatnya intensitas penggunaan perangkat digital di kalangan pelajar menjadi perhatian khusus pemerintah daerah,” jelasnya.

Fenomena ini sejalan dengan semakin tingginya ketergantungan anak terhadap teknologi digital, baik untuk kebutuhan belajar maupun hiburan. Tanpa pengawasan yang tepat, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan mata sejak usia dini.

Karena itu, Dinas Kesehatan Magetan mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi penggunaan gadget pada anak, menerapkan batas waktu penggunaan layar, serta memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk mata.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan mata secara berkala juga dinilai penting sebagai langkah deteksi dini sehingga gangguan penglihatan dapat segera ditangani dan tidak mengganggu prestasi belajar maupun aktivitas sehari-hari.

“Yang terpenting adalah membatasi penggunaan gadget secara berlebihan dan melakukan pemeriksaan mata secara berkala agar gangguan penglihatan bisa segera diketahui dan ditangani,” pungkas Rohmat.

Dinas Kesehatan berharap sinergi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Menguat, MAKI Klaim Kantongi Dua Alat Bukti dan Siap Gelar Aksi Akbar

    Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Menguat, MAKI Klaim Kantongi Dua Alat Bukti dan Siap Gelar Aksi Akbar

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polemik dugaan korupsi dana Pokok Pikiran (Pokir) di lingkungan DPRD Kabupaten Magetan kembali mencuat. Sorotan kini datang dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur yang mengaku telah mengantongi dua alat bukti kuat untuk mendorong perkara ini naik ke tahap penyidikan. Koordinator MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa kasus tersebut […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Dorong Legalitas dan Optimalisasi Potensi Lahan

    KAI Daop 7 Madiun Dorong Legalitas dan Optimalisasi Potensi Lahan

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengelola aset negara secara optimal kembali ditegaskan lewat seminar bertema “Legalitas Kuat dan Pengelolaan Aset PT KAI (Persero) yang Hebat”, yang digelar oleh Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun pada Kamis (24/07/2025). Seminar ini menjadi langkah strategis KAI dalam meningkatkan pemahaman lintas sektor terhadap […]

    Bagikan
  • Kasus Narkoba Meningkat 40 Persen, Generasi Muda dan Usia Produktif Jadi Sasaran

    Kasus Narkoba Meningkat 40 Persen, Generasi Muda dan Usia Produktif Jadi Sasaran

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magetan memusnahkan barang bukti narkotika yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), Kamis (12/06/2025). Dalam pemusnahan yang berlangsung di halaman kantor Kejari Magetan tersebut, dimusnahkan sebanyak 333,77 gram sabu dan 3.551 butir pil koplo (pil LL) dari 12 perkara yang telah diputus pengadilan. Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, […]

    Bagikan
  • Pemprov Jatim Kucurkan Bansos Rp. 5,9 Miliar untuk Warga Kabupaten Madiun

    Pemprov Jatim Kucurkan Bansos Rp. 5,9 Miliar untuk Warga Kabupaten Madiun

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucurkan anggaran sebesar Rp. 5,9 miliar untuk bantuan sosial (Bansos) dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi masyarakat Kabupaten Madiun pada tahun 2025. Dana tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar […]

    Bagikan
  • Aksi Emak-emak Hadang Bus Viral, Polisi Anugerahkan sebagai Duta Lalu Lintas Magetan 2026

    Aksi Emak-emak Hadang Bus Viral, Polisi Anugerahkan sebagai Duta Lalu Lintas Magetan 2026

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi berani seorang pengendara sepeda motor yang viral di media sosial berujung apresiasi dari kepolisian. Sri, perempuan yang terekam menghadang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) karena diduga hendak menerobos lampu merah, kini dianugerahi gelar “Duta Lalu Lintas Polres Magetan 2026”. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, […]

    Bagikan
  • Sikap Tenang Gus Wahid Hadapi Potensi PAW oleh PKB Magetan

    Sikap Tenang Gus Wahid Hadapi Potensi PAW oleh PKB Magetan

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suhu politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Magetan meningkat setelah beredarnya surat resmi Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota DPRD Magetan, Nur Wahid atau yang akrab disapa Gus Wahid. Langkah politik DPC PKB tersebut memunculkan berbagai spekulasi, mengingat nama Gus Wahid dikenal sebagai tokoh berpengaruh di wilayah timur Magetan. Ditemui di […]

    Bagikan
expand_less